Bersamamu Cinta

Bersamamu Cinta
Episode 10


__ADS_3

Jia li : Baiklah,terserah tuan saja.


Guan lin : Kenapa kamu teus memanggilku tuan?


Ini bukan jam kantor,lagipula usia kita hanya beda 2 tahun,panggil saja kakak.


Jia li : Tapi itu terdengar aneh,bagaimanapun tuan adalah atasan saya,jadi saya rasa tidak pantas jika saya memanggil tuan seperti itu.


Guan lin : Baiklah,karena aku adalah atasanmu,maka patuhi saja apa yang aku katakan ,mengerti?


Jia li : Iya,mengerti.


Kakek Guan : Sudah jangan ribut lagi,Jia li,ikuti saja apa yang Guan lin katakan,lagipula jarang-jarang anak nakal ini bisa bersikap lembut pada orang lain.


Jia li : Baik kek.


Kakek Guan : Baiklah,kakek ada urusan lain jadi kalian lanjutkan saja makannya dan nanti jangan lupa baea makanannya,kakek sudah pesankan untuk kalian berdua.


Guan lin : Baik kek,biar ku antar.


Kakek Guan : Baik lah.


Kakek Guan dan Guan lin pergi keluar ruangan.


Kakek Guan : Guan lin,apa kamu benar-benar tidak apa-apa berada didekat Jia li?


Guan lin : Aku tidak apa-apa kek,memangnya kenapa?


Kakek Guan : Tidak,biasanya kamu menolak mati-matian saat ada wanita yang mendekatimu,tapi dengan Jia li,kamu nampak mendekatinya lebih dulu,dia gadis yang polos dan hanya tau bekerja,mungkin dia juga tidak sadar jika kamu menyukainya.


Guan lin : Kakek,jangan berfikiran terlalu jauh,aku dan dia hanya sebatas bekerja bersama saja.


Kakek Guan : Baiklah,apapun katamu,tapi jika kamu menyukainya maka katakanlah padanya,takutnya gadis polos itu didekati banyak pria karena dia terlalu baik.

__ADS_1


Guan lin : Iya kakek,sudah ya.Kakek hati-hati dijalan.


Kakek Guan : Iya,kakek pergi dulu.


Guan lin kembali kedalam dan melanjutkan makan siangnya bersama Jia li.


Jia li : Sebenarnya apa yang kakek katakan tadi,saya sama sekali tidak mengerti.


Guan lin : Tidak usah kamu pikirkan,kakek memang seperti itu.Tapi aku belum mendengarmu memanggilku kakak.Coba panggil aku kakak !


Jia li : Tapi kenapa?


Baik lah,jangan menatapku seperti itu,sangat menakutkan.


Guan lin : Jadi apa yang harus kamu katakan?


Jia li : Kakak.


Aku tidak mendengarnya.


Jia li : Kakak.(dengan suara lantang)


Guan lin : Kenapa wajahmu memerah seperti itu?


Jia li : Ti,tidak,siapa yang seperti itu?


Guan lin : Baiklah,karena kamu anak baik maka akan ajak jalan-jalan setelah selesai bekerja,bagaimana?


Jia li : Benarkah?


Guan lin : Ya,tentu saja benar.Kamu tidak mau?


Jia li : Kenapa kakak juga aneh seperti kakek?

__ADS_1


Guan lin : Aneh bagaimana?


Mungkin itu karena kamu yang terlalu banyak berfikir.


Jia li : Terserah saja.


Guan lin : Jika sudah selesai kita kembali kekantor sekarang,Oh iya,bawa makanannya juga dan taruh saja dimeja kerjamu,kamu pakainsaja meja kerjaku,karena aku harus menemui Ming hao terlebih dahulu.


Jia li : Baiklah.


Guan lin dan Jia li kembaki kekantor dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing.Tiba-tiba saja Fan yin datang kekantor,disana Fan yin mendapati Jia li yang sedang bekerja dengan menggunakan meja kerja Guan lin.


Fan yin : Kamu,berani-beraninya kamu duduk dikursi kak Guan lin.Kamu ini hanya sekertarisnya saja,harusnya kamu jangan bersikap keterlaluan seperti ini.


Jia li : Maaf nona,tapi daya bisa jelaskan semua ini.


Fan yin : Apa yang mau kamu jelaskan?


Akan aku adukan ke kak Guan lin,jika kamu benar-benar tidak menghargainya sebagai CEO di perusahaan ini.


Jia li : Tapi saya.


Guan lin :Ada apa ini?


Fan yin,ada apa kamu datang kemari?


Fan yin : Kak Guan,coba lihat sekertarismu itu,dia sama sekali tidak memandangmu,berani-beraninya dia duduk dikuraimu.


Guan lin : Oh itu,aku kira ada masalah apa.


Fan yin : Kak Guan lin,kakak tidak apa-apa dia bertindak kurang ajar seperti itu?


Guan lin : Sudahlah,itu bukan masalah besar,lagipula aku yang menyuruhnya bekerja di meja kerjaku karena meja kerjanya sudah aku taruh banyak makanan.

__ADS_1


__ADS_2