
Jia li : Baiklah,terserah tuan saja.
Guan lin : Kenapa kamu teus memanggilku tuan?
Ini bukan jam kantor,lagipula usia kita hanya beda 2 tahun,panggil saja kakak.
Jia li : Tapi itu terdengar aneh,bagaimanapun tuan adalah atasan saya,jadi saya rasa tidak pantas jika saya memanggil tuan seperti itu.
Guan lin : Baiklah,karena aku adalah atasanmu,maka patuhi saja apa yang aku katakan ,mengerti?
Jia li : Iya,mengerti.
Kakek Guan : Sudah jangan ribut lagi,Jia li,ikuti saja apa yang Guan lin katakan,lagipula jarang-jarang anak nakal ini bisa bersikap lembut pada orang lain.
Jia li : Baik kek.
Kakek Guan : Baiklah,kakek ada urusan lain jadi kalian lanjutkan saja makannya dan nanti jangan lupa baea makanannya,kakek sudah pesankan untuk kalian berdua.
Guan lin : Baik kek,biar ku antar.
Kakek Guan : Baik lah.
Kakek Guan dan Guan lin pergi keluar ruangan.
Kakek Guan : Guan lin,apa kamu benar-benar tidak apa-apa berada didekat Jia li?
Guan lin : Aku tidak apa-apa kek,memangnya kenapa?
Kakek Guan : Tidak,biasanya kamu menolak mati-matian saat ada wanita yang mendekatimu,tapi dengan Jia li,kamu nampak mendekatinya lebih dulu,dia gadis yang polos dan hanya tau bekerja,mungkin dia juga tidak sadar jika kamu menyukainya.
Guan lin : Kakek,jangan berfikiran terlalu jauh,aku dan dia hanya sebatas bekerja bersama saja.
Kakek Guan : Baiklah,apapun katamu,tapi jika kamu menyukainya maka katakanlah padanya,takutnya gadis polos itu didekati banyak pria karena dia terlalu baik.
__ADS_1
Guan lin : Iya kakek,sudah ya.Kakek hati-hati dijalan.
Kakek Guan : Iya,kakek pergi dulu.
Guan lin kembali kedalam dan melanjutkan makan siangnya bersama Jia li.
Jia li : Sebenarnya apa yang kakek katakan tadi,saya sama sekali tidak mengerti.
Guan lin : Tidak usah kamu pikirkan,kakek memang seperti itu.Tapi aku belum mendengarmu memanggilku kakak.Coba panggil aku kakak !
Jia li : Tapi kenapa?
Baik lah,jangan menatapku seperti itu,sangat menakutkan.
Guan lin : Jadi apa yang harus kamu katakan?
Jia li : Kakak.
Aku tidak mendengarnya.
Jia li : Kakak.(dengan suara lantang)
Guan lin : Kenapa wajahmu memerah seperti itu?
Jia li : Ti,tidak,siapa yang seperti itu?
Guan lin : Baiklah,karena kamu anak baik maka akan ajak jalan-jalan setelah selesai bekerja,bagaimana?
Jia li : Benarkah?
Guan lin : Ya,tentu saja benar.Kamu tidak mau?
Jia li : Kenapa kakak juga aneh seperti kakek?
__ADS_1
Guan lin : Aneh bagaimana?
Mungkin itu karena kamu yang terlalu banyak berfikir.
Jia li : Terserah saja.
Guan lin : Jika sudah selesai kita kembali kekantor sekarang,Oh iya,bawa makanannya juga dan taruh saja dimeja kerjamu,kamu pakainsaja meja kerjaku,karena aku harus menemui Ming hao terlebih dahulu.
Jia li : Baiklah.
Guan lin dan Jia li kembaki kekantor dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing.Tiba-tiba saja Fan yin datang kekantor,disana Fan yin mendapati Jia li yang sedang bekerja dengan menggunakan meja kerja Guan lin.
Fan yin : Kamu,berani-beraninya kamu duduk dikursi kak Guan lin.Kamu ini hanya sekertarisnya saja,harusnya kamu jangan bersikap keterlaluan seperti ini.
Jia li : Maaf nona,tapi daya bisa jelaskan semua ini.
Fan yin : Apa yang mau kamu jelaskan?
Akan aku adukan ke kak Guan lin,jika kamu benar-benar tidak menghargainya sebagai CEO di perusahaan ini.
Jia li : Tapi saya.
Guan lin :Ada apa ini?
Fan yin,ada apa kamu datang kemari?
Fan yin : Kak Guan,coba lihat sekertarismu itu,dia sama sekali tidak memandangmu,berani-beraninya dia duduk dikuraimu.
Guan lin : Oh itu,aku kira ada masalah apa.
Fan yin : Kak Guan lin,kakak tidak apa-apa dia bertindak kurang ajar seperti itu?
Guan lin : Sudahlah,itu bukan masalah besar,lagipula aku yang menyuruhnya bekerja di meja kerjaku karena meja kerjanya sudah aku taruh banyak makanan.
__ADS_1