
Jia li : Baiklah.
Guan lin : Kamu,apa mau beli sesuatu sebelum pulang kerumah?
Jia li : Tidak,lagipula hati ini hujan dan sudah malam,kita langsung pulang saja.
Guan lin : Benarkah?
Tapi aku baru ingat jika aku harus membeli sesuatu,bisakah kita mampir sebentar?
Supaya aku bisa membelinya,lagipula jika nanti,mungkin aku akan lupa.
Jia li : Ya sudah,kita mampir saja dulu.
Guan lin memarkir mobilnya disepan minimarket dan membeli beberapa makanan,juga minuman,sebenarnya ia sama sekali tidak membutuhkan semua itu,tapi ia hanya ingin lebih lama bersama denga Jia li.Meski Jia li sama sekali tidak tahu akan perasaan Guan lin,namun Jia li mulai merasa jika Guan lin semakin perhatian pada dirinya.
Jia li : Banyak sekali belanjaannya.
Guan lin : Tenang saja,kakak punya banyak uang jadi ini tidak ada apa-apanya.
Jia li : Iya,tapi untuk apa semua itu?
Apa semua stok makanan dirumah kakak sudah habis?
Guan lin : Tidak juga,oh iya,ini aku belikan juga untukmu,siapa tahu kamu lapar saat bekerja dirumah.Jadi ini,ini dan juga yang ini adalah untukmu.
Jia li : Tapi ini terlalu banyak,dimana aku harus meletakkan semua ini?
Guan lin : Nanti kita susun saja dulu,siapa tahu masih bisa.
Sesampainya dirumah Jia li,Guan lin ikut masuk kedalam rumah karena keadaan diluar sedang hujan lebat,mereka berdua membersihkan diri dan berganti pakaian.
__ADS_1
Jia li : Kak ganti baju dulu,supaya tidak sakit,ini dirumahku hanya ada baju seperti ini,apakah tidak apa-apa?
Guan lin : Iya tidak apa-apa,kalau begitu aku ganti baju dulu.
Jia li : Kamar mandinya ada diselah sana.
Guan lin : Baiklah.
Sementara Guan lin mengganti pakaiannya,Jia li merapihkan barang belanjaan yang diberikan Guan lin kepadanya.
Guan lin : Apa yang sedang kamu lakukan?
Jia li : Ini,sedang merapihkan semua ini.
Guan lin : Apa tidak ada lagi ruang?
Perlukah aku membeli kulkas baru untukmu?
Jia li : Tidak,tidak perlu,itu terlalu berlebihan bukan ?
Jia li : Sebenarnya kita hanya sebatas karyawan dan atasan,aku rasa jika kakak melakukan hal diluar pekerjaan seperti ini,takutnya ini tidak baik jika diketahui orang lain.
Guan lin : Apa kamu setakut itu dengan perkataan orang lain?
Apa kamu tidak bisa menganggapku seperti orang lain?
Tidak bisakah kita dekat seperti orang lain?
Apakah kamu begitu membenciku?
Jia li : Bukan seperti itu.
__ADS_1
Guan lin : Baiklah aku mengerti.
Jia li : Kak,bukan seperti itu maksudku,aku hanya takut jika kita terlalu dekat,mungkin aku hanya akan mempersulit kakak,aku bukanlah orang yang setara dengan kakak,apa kakak tidak keberatan dengan statusku yang jauh dibawah kakak?
Apa orang lain tidak akan mengolok-ngolok kakak?
Guan lin : Jia li,aku sama sekali tidak keberatan dengan statusmu,aku hanya ingin kamu tetap bersama denganku.Apa kamu tidak bisa?
Jia li : Kakak,aku.
Guan lin : Bisakah kamu menganggapku sama seperti yang lain?
Jangan menjauh dariku hanya karena aku adalah cucu keluarga Guan.
Jia li : Aku sama sekali tidak berfikir seperti itu kak,tapi apa kita bisa berteman seperti yang lainnya,aku sendiri tidak tahu harus bagaimana.
Asalkan kakak tulus kepadaku,maka aku juga akan melakukan hal yang sama pada kakak.Sebenarnya,kakak cukup baik padaku,aku sangat berterimakasih pada kakak.
Guan lin : Jika kamu begity berterimakasih padaku,maka jangan pernah tinggalkan aku !
Jia li : Aku,tidak bisa berjanji apa-apa pada kakak.
Guan lin : Aku akan memperlakukanmu dengan baik,aku janji.
Jia li : Jangan menjanjikan sesuatu yang mungkin akan memberatkan kakak nantinya.Lagipula selama aku menjadi sekertaris kakak,maka aku tidak mungkin pergi kemana-mana bukan?
Guan lin menggenggam tangan Jia li dan bersikeras meminta Jia li agar tidak meninggalkannya.
Jia li : Kak,tangan kakak kenapa panas sekali?
Guan lin : Tidak apa-apa.
__ADS_1
Jia li : Kakak duduk disini,sepertinya kakak demam.Aku akan mencarikan obat untuk kakak.
Guan lin duduk dan menatap kearah Jia li yanh sedang mencari obat di laci meja.