
Jia li : Kakak,mari minum obatnya.
Guan lin meminum obat yang Jia li berikan padanya,karena malam ini hujan tak kunjung reda,maka Guan lin menginap dirumah Jia li.
Jia li : Kakak,istirahat dikamar ini,jika butuh sesuatu panggil aku,aku ada dikamar sebelah.
Guan lin : Terimakasih.
Guan lin tertidur dan Jia li yang merasa tidak tenang datang kekamar Guan lin untuk memastikan apakah demam yang dialami Guan lin sudah turun atau belum.
Jia li memegang kening Guan lin untuk memastiakan.
Jia li " Demamnya masih belum turun,bagaimana ini?"
Jia li mengambil kain untuk mengompres Guan lin,tapi samapai selama ini belum juga menurun,Jia li akhirnya tertidur didamping tempat tidur Guan lin.
Saat pagi hari Guan lin terbangun dan mendapati Jia li yang sedang tertidur dengan pulasnya,ia merasa kasihan kepada Jia li dan hendak memindahkannya ketempat tidur,namun Jia li terbangun dan ia langsung pergi keluar kamar dengan wajahnya yang memerah karena malu.
Guan lin : Jia.
Guan lin " Dia pasti malu,wajahnya begitu canti saat tertidur,dia sudah semalaman menjagaku,pasti lelah.Lebih baik hari ini aku tidak menyusahkannya dengan banyak pekerjaan."
Guan lin dan Jia li bersiap untuk berangkat kekantor.
Guan lin : Emm,maaf sudah menyusahkanmu semalaman.
Jia li : Tidak apa-apa,lagipula kakak sakit juga karena semalam mengantarku kembali kerumah.Harusnya aku yang minta maaf.
Maafkan aku.
Guan lin : Itu bukan salahmu,lagipula aku saja yang lemah,sehingga terkena hujan saja bisa sampai demam seperti itu.
__ADS_1
Jia li : Hari ini lebih baik kakak istirahat saja dirumah,wajah kakak masih terlihat pucat.
Guan lin : Tidak apa-apa,keadaanku sudah jauh lebih baik.Asalkan kamu tetap berada disisiku,maka aku akan baik-baik saja.
Jia li : Kakak ini masih saja bisa bercanda.
Guan lin : Aku benar-benar tidak apa-apa,percayalah padaku.
Jia li : Baiklah jika kakak bilang seperti itu,tapi jika kakak merasa tidak enak badan maka segera beri tahu aku.
Guan lin : Iya aku mengerti.
Guan lin berusaha terlihat biasa-biasa saja meski wajahnya terlihat pucat,ia tetap bekerja seperti biasa dan melakukan banyak pekerjaan.Tiba-tiba ibu Guan lin datang kekantor untuk menemui Guan lin.
Ibu Guan : Guan lin ada dimana?
Manager Wang : Dia ada di kantornya,silahkan.
Manager Wang : Itu,benar.
Ibu Guan : Ada apa dengan anak itu?
Sepertinya baru sebentar saja aku pergi,dia sudah berbuat ulah dan membuat Fan yin merengek kepadaku.
Manager Wang : Sepertinya dia hanya merasa jika sekertarisnya adalah seseorang yang bisa diandalkan jadi dia menerimanya.
Ibu Guan : Sebelumnya anak itu pernah bekerja diperusahaan mana?
Manager Wang : Itu,dia baru pertama kali bekerja disini.
Ibu Guan : Benar-benar ceroboh,mengapa menerima seseorang yang bahkan tidak punya pengalaman apapun?
__ADS_1
Ini tidak bisa dibiarkan.
Manager Wang : Tapi anak itu bekerja dengan giat dan pekerjaannya juga bagus.
Ibu Guan : Kamu tidak perlu memberi alasan apapun padaku,kamu diminta oleh Guan lin supaya memberi kesan baik untuk anak itu,benarkan?
Saya tahu kelakuan kalian berdua.
Manager Wang : Tidak,bukan seperti itu.
Ibu Guan : Sudahlah,tidak perlu membahas masalah ini lagi,saya akan bertanya sendiri pada Guan lin tentang semua ini.
Ketika sampai diruangan Guan lin,ibu Guan dan manager Wang melihat jika Guan lin begitu dekat dengan Jia li.
Ibu Guan merasa tidak suka pada Jia li dan menyuruh Jia li pergi dari kantor itu.
Ibu Guan : Guan lin,sedang apa kalian berdua?
Guan lin : Ibu,saya sedang bekerja,untuk apa ibu bertanya?
Ibu Guan : Jadi anak ini yang membuat kamu memperlakukan Fan yin dengan tidak baik?
Benar-benar tidak tahu diri.
Guan lin : Ibu,kenapa ibu berbicara seperti itu kepada Jia li?
Dia tidak seburuk yang ibu fikirkan.
Ibu Guan : Baru sebentar saja kamu,ibu tinggal,sekarang sudah berani membantah ibu?
Guan lin : Bukan seperti iu ibu.
__ADS_1
Ibu Guan : Sudahlah,ibu tidak mau melihat anak itu,segera suruh dia pergi dari kantor ini,ibu tidak mau melihatnya lagi.