
Fan yin : Kakak benar-benar tidak seperti biasanya,bahkan aku saja yang sudah kenal lama dengan kakak,tidak pernah kakak perdulikan.Apa bibi tahu apa yang kakak lakukan dengan sekertaris baru kakak?
Guan lin : Fan yin,ini kantor dan bukan tempat untuk bermain,jangan kamu fikir aku akan takut dengan gertakkanmu itu.Lagipula ini jam kerja jadi kamu lebih baik pergi dari sini.
Fan yin : Kakak tega sekali padaku,hanya karena wanita ini.
Guan lin : Jika kamu tidak pergi dari sini,maka aku dan Jia li yang akan pergi dari sini.
Fan yin : Baiklah,kali ini aku akan mengalah.Tapi aku akan beri tahu bibi jika kakak masih tetap tidak menjauhinya.
Guan lin : Terserah apa katamu,aku sedang banyak pekerjaan,jadi pergilah.
Akhirnya Fan yin pergi dari kantor,meski dengan perasaan tidak senang.Fan yin memutuskan untuk memberi tahu ibu Guan lin tentang hubungan antara Guan lin dan Jia li.
Sementara Jia li masih tidak mengerti dengan semua hal yang ia hadapi beberapa hari ini,Jia li masih tak habis fikir dengan sikap Fan yin yang begitu membencinya,padahal Jia li tidak melakukan keaalahan apapun pada Fan tin.
Satu minggu ini ibu Guan sedang pergi keluar negeri untuk peluncuran produk parfum terbarunya,sementara Fan yin meminta ibu Guan untuk cepat kembali kekota karena cintanya yang hanya bertepuk sebelah tangan kepada Guan lin.
Guan lin : Jia li,kamu tidak apa-apa?
Apakah Fan yin melukaimu?
Jia li : Tidak apa-apa tuan.
Guan lin : Apa benar tidak apa-apa?
__ADS_1
Maafkan aku,ini semua terjadi karena aku.
Jia li : Sudahlah tuan,lagipula saya benar-benar tidak apa-apa.Nona Fan yin hanya salah faham saja melihat saya duduk dikursi anda,dia fikir bahwa saya sudah keterlaluan.
Guan lin : Bagaimana bisa kamu berfikir semua ini hanya sebuah kesalagfahaman?
Jia li : Lalu jika semua ini bukan kesalafahaman,maka bukankah saya yang benar-benar keterlaluan seperti yang Fan yin katakan?
Guan lin : Jia li,mulai sekarang apapun yang terjadi kepadamu,kamu harus beritahu aku,kamu mengerti?
Jia li : Baik tuan,saya mengerti.
Guan lin : Kemarilah !
Jia li : Ada apa tuan?
Jia li : Iya tuan,gaun ini sangat indah.
Guan lin : Apakah kamu menyukainya?
Jia li : Tentu saja,tapi gaun itu begitu mahal dan orang seperti saya mana mungkin memiliki gaun secantik itu.
Guan lin : Bukankah kamu adalah karyawan diperuhaanku?
Bagaimana mungkin kamu tidak bisa membelinya?
__ADS_1
Jia li : Sebenarnya dengan gaji yang saya dapatkan,mungkin saja saya bisa membelinya,hanya saja jika semua gaji saya pergunakan untuk membeli gaun yang hanya bisa dipakai untuk acara tertentu,bukankan itu terlalu boros?
Lagipula masih banyak keperluan lain yang lebih penting dari pada sekedar membeli gaun itu.
Guan lin : Baiklah,jika begitu gunakan gajimu untuk keperluan yang lain,mungkin suatu saat nanti kamu akan bisa memiliki gaun indah seperti itu.
Oh iya,hari ini merepotkanmu dengan banyaknya pekerjaan dan beberapa masalah karena Fan yin,aku benar-benar minta maaf.
Jia li : Sudahlah,ini semua sudah menjadi tanggungjawabku,lagipula itu memang pekerjaanku,jika aku tidak mengerjakannya,lalu bagaimana tuan akan memberi gaji untuk karyawan yang baik hati ini.
Guan lin : Kamu ini,masih bisa seceria itu setelah seharian bekerja,apa tidak lelah?
Jia li : Tentu saja lelah,tuan,apa boleh istirahat sebentar?
Guan lin : Baiklah,kita istirahat sebentar.Makanan ini sayang bukan jika tidak dimakan?
Jia li : Iya benar,sayang sekali jika hanya dijadikan pajangan dimeja kantor ini.
Jadi,apa boleh dimakan sekarang?
Guan lin : Makan saja sesukamu,sambil bekerjapun boleh,kamu bebas melakukan apapun asalkan pekerjaanmu tidak terganggu.
Jia li : Tidak,sama sekali tidak terganggu.Kalau begitu saya akan makan sambik menyelesaikan proposal ini.Oh iya tuan,birnya apa boleh diminum juga?
Guan lin : Birnya kamu bawa pulang saja nanti,jangan sampai mabuk dikantor,kamu mengerti?
__ADS_1
Jia li : Baik tuan,saya mengerti.