
Guan lin " Dia sungguh manis sekali,semakin lama aku semakin merasa tidak rela jika harus berpisah dengannya.Tapi jika aku mempertahankannya ,maka dia akan mengalami banyak kesulitan karenaku."
Beberapa waktu berlalu dan ini adalah hari ke-3 mereka ada diliar negeri,hari ini dengan tiba-tiba direktur utama Grup Guan yang tak lain adalah kakek dari Guan lin datang ketempat Guan lin dan Jia li menginap.
Saat ini Guan lin dan Jia li sedang makan disebuah restoran terkemua dinegara itu dan tanpa sepengetahuan Guan lin,kakeknya datang menghampiri mereka berdua yang sedang makan malam bersama.
Kakek Guan : Beberapa hari ini kamu sulit sekali dihubungi,ternyata kamu sedang asik bersama wanita ini.
Guan lin : Kakek,ini tidak seperti yang kakek fikirkan,dia hanya.
Kakek Guan : Hanya apa?
Kalian sedang menjalin hubungan?
Guan lin : Kakek,aku bisa menjelaskannya.
Kakek Guan : Kakek sedang berbicara dengannya,bukan denganmu Guan lin.Biarkan dia yang menjawab pertanyaan kakek.
Jia li : Maaf direktur,saya hanyalah sekertaris tuan Guan Lin dan saya baru beberapa hari ini bekerja.Jadi kami tidak punya hubungan apapun selain sebagai atasan dan bawahan.
Kakek Guan : Kakek sudah melihat kedekatan kalian berdua,jadi kakek idak akan percaya begitu saja dengan apa yang kalian katakan.Lagipula kakek tahu benar bagaimana sifatmu Guan lin,kamu bukan tipe orang yang mudah menerrima orang baru dihidupmu apa lagi untuk dekat denganmu,kakek bahkan telah memperkenalkan banyak wanita padamu namun tidak ada satupin yang berhasil mendekatimu.
Guan Lin : Kakek benar-benar salah paham.
__ADS_1
Kakek Guan : Sudahlah,lanjutkan saja makan malam kalian berdua,kakek masih ada urusan.
Guan Lin : Biar aku antar kakeek.
Kakek Guan : Tidak perlu,lagipula ada sekertaris kakek,kamu temani saja sekertarismu.
Guan lin : Kakek.
Jia li : Hati-hati dijalan direktur.
Kakek Guan : Baiklah,kalau begitu lanjutkan saja makan malam kalian.
Suasana menjadi hening dalam sekejap,Guan lin dan Jia li tidak bisa berkata apapun,mereka terlihat begitu canggung karena kedatangan kakek Guan.
Jia li : Baik tuan,kalau begitu saya aakan kembali kekamar saya,tuan juga sebaknya segera istirahat.
Guan lin : Iya,selamat malam Jia li.
Jia li : Selamat malam tuan.
Malam makin larut dan Guan lin masih saja memikiran ucapan kakeknya.Dia merasa memang ada yang berbeda dari Jia li dibandingkan dengan wanita lain yang pernah ia temui sebelum-sebelumnya.Akan tetapi Guan lin masih ragu dengan perasaannya kepada Jia li,ditambah lagi dengan Jia li yang hanya fokus pada pekerjaan yang ia berikan dan tidak pernah melakuakn sesuatu tnda-tanda jika dia menyukai Guan lin.
Guan lin terus berfikir hungga akhirnya tertidur pulas,dia bermimpi jika dia melihat seseorang wanita berlari kearahnya dengan snyuman manis diwajahnya dan wanita itu adalah Jia li.Disaat bersamaan Jia li datang kekamar Guan lin untuk membangunkannya.
__ADS_1
Jia li : Tuan,tuan,bangun !
Sudah pagi tuan,bukankah tuan bilang jika hari ini adarapat terakhir.
Guan lin : Jia li,maaf saya terlambat bangun.
Jia li : Tidak apa-apa tuan,oh iya,air hangatnya sudah saya siapkan,baju dan kemeja juga saya siapkan,setelah selesai tuan silahkan sarapan terlebih dahulu,sarapannya saya sudah siapkan dimeja.Saya akan mempersiapkan berkas-berkas yang harus dibawa.
Guan lin : Baiklah,terimakasih Jia li.
Jia li : Sama-sama tuan,lagipula ini adalah pekerjan saya jadi saya sudah sepatutnya mengerjakan semua ini.
Mereka berdua bersiap-siap untuk berangkat menghadiri rapat.Setelah rapat selesai,merekapun kembali kekamar masing-masing dan Guan lin mengajak Jia li untuk berjalan-jalan dinegara itu.
Guan lin : Jia li,apakah biasa jika kita pergi berjalan-jalan dulu sebelum kembali ?
Jia li : Iya tuan..
Mereka berjalan dan menikmati indahnya pemandangan,Jia li melihat banyak sekali boneka lucu dipinggiran jalan,tapi ia hanya memandangnya dari kejauhan karena saat ini ia sedang bersama dengan Guan lin.
Guan lin : Ada apa ?
Apa kamu mau melihat-lihat boneka itu?
__ADS_1
Jia li : Bolehkah tuan?