Bersamamu Fanfic Haikyu

Bersamamu Fanfic Haikyu
Warna abu-abu


__ADS_3

"Hiyori san itu masuk seni dipaksa oleh ibu nya sejak SMP, karena dulu ibu nya Gagal masuk universitas seni, dia mengulang sampai 3tahun tapi tidak diterima di universitas negeri, saat itu ia putus asa dan memutuskan untuk menikah, dan melanjutkan mimpi nya lewat anaknya" urai panjang lebar Komori.


"Terus kenapa Hiyori san di anggap Boneka" tanya Sakusa.


"Huh, karena Hiyori sering melukis ketika lukisannya mendapat peringkat jelek, Hiyori sering dipukul dibagian kaki nya" ucap Komori.


Sakusa langsung pergi meninggalkan Komori setelah mendengarkan cerita Komori. ia bergegas menuju club seni.


"Hiyori san apa benar rumor kalau kamu menjadi boneka ibumu" tanya Sakusa ngos"an setelah berlari menuju club seni.


"Ehh Sakusa san" Hiyori terkejut tiba tiba Pintu dibuka dan dicecar pertanyaan dengan suara lumayan keras, beruntung semua anggota club sudah pulang dan guru juga tidak ada.


"Sakusa san duduklah dulu" Hiyori mengambilkan minum untuk Sakusa dan memberikan kepada Sakusa.


"Apa itu benar?" Ucap Sakusa setelah meminum air.


"Itu benar" ucap Hiyori sambil berusaha tersenyum.


"Jangan menampilkan senyum miris mu, entah mengapa hatiku juga sakit melihat nya" Sakusa membelai rambut Hiyori, tiba tiba Hiyori menangis.

__ADS_1


"Ehh, kenapa aku menangis" Hiyori menghapus air matanya sambil tertawa kecil.


"Menangis lah" ucap Sakusa sambil memeluk Hiyori, entah hilang kemana jati diri Sakusa ketika di hadapan Hiyori.


"Ibuku jahat, aku benci dia, akan tetapi aku juga menyayanginya, sedangkan ayahku entah kemana dia meninggalkan ibuku aku benci dengan ayahku" ucap Hiyori sambil terisak di pelukan Sakusa.


"Dulu aku sering berfikir bunuh diri adalah cara terbaik untuk-"


"Hiyori san jangan pernah kamu berfikir bunuh diri itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan kebebasan" ucap Sakusa sambil memegang bahu Hiyori.


Hiyori menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.


"Karena Sakusa san orang yang mengajakku berbicara dan sudah mau mendengar setiap cerita ku dan mengubah warna sekolah abu abu ku sedikit demi sedikit memiliki warna, aku tidak pernah berfikiran lagi bahwa bunuh diri itu cara terbaik" entah mengapa hati Sakusa merasa senang mendengar perkataan Hiyori.


"Ha???" Hiyori ngeblush mendengar permintaan Sakusa walaupun ia tahu bahwa yang dimaksud adalah luka di kaki nya.


"Ba-baiklah" Hiyori membuka perlahan stocking nya dan memperlihatkan kaki Hiyori yang terdapat beberapa luka yang membiru dan yang paling parah terdapat di paha kanan.


Sakusa reflek memegang luka yang terdapat di paha.

__ADS_1


"Ahh hahaha Sakusa san itu geli" ya Hiyori sangat sensitif jika bagian paha disentuh secara lembut, Sakusa yang mendengar nya langsung menekannya.


"Aaww" reflek Hiyori mencubit lengan Sakusa.


"Maaf maaf, apakah ini sudah di obati?" Tanya Sakusa.


"Sudah" jawab Hiyori.


"Kenapa ibumu memukulmu?" Tanya Sakusa lagi.


"Ibuku melakukan nya saat mabuk,kadang ia baik padaku entah mengapa ketika aku melakukan sedikit kesalahan dia langsung main kasar" ucap Hiyori lirih.


'apakah ibu nya Hiyori ada gangguan mental' batin Sakusa,ia tidak berani bertanya soal itu karena tidak sopan.


"Tapi sekarang aku menikmati seni saat pertama kali Sakusa san memuji sketsa ku"Hiyori tersenyum, senyum nya indah mengalahkan sinar senja sore Kamis ini.


"Aku senang mendengarnya" ucap Sakusa sambil mengusap kepala Hiyori.


"Hiyori san ayo pulang"

__ADS_1


"Sebentar aku mau memakai stocking nya" ucap Hiyori sambil mengambil stocking nya.


'apa yang aku lakukan tadi meminta Hiyori san membuka stocking nya itu sama saja... ahh bodohnya aku' batin Sakusa menyadari permintaan konyolnya tadi.


__ADS_2