Bersamamu Fanfic Haikyu

Bersamamu Fanfic Haikyu
Mimpi


__ADS_3

"Tidak, itu tidak mustahil Kyoko, kenapa kamu pergi secepat ini" Sakusa terisak setelah membaca diary itu, ia melihat sebuah figura yang berisi foto Hiyori dan Sakusa saat Itachiyama memenangkan turnamen perwakilan Tokyo.


Sakusa mengambil foto dan Diary, ia meminta izin kepada ibunya Hiyori untuk mengambil dua barang itu, ibunya Hiyori mengizinkannya, Sakusa juga bertanya tentang keadaan pembunuh itu, ibunya Hiyori menjawab bahwa polisi belum menemukan pembunuh itu.


Sakusa diberitahu bahwa pembunuh itu sudah ditemukan, ternyata pembunuh itu berniat melecehkan Hiyori dalam keadaan mabuk. Sakusa meminta izin kepada pihak kepolisian untuk berbicara dengan pembunuh tersebut.


"Apa yang ingin kau bicarakan anak kecil" tanya pembunuh itu.


"Kenapa kau tega melecehkan dan membunuhnya" Sakusa balik bertanya dengan aura dingin.


"Dia yang mulai, salahkan dia kenapa dia memiliki bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan gadis SMA dan sudah melukai ku dengan gunting" jawab pembunuh itu dengan sedikit marah, ia merasa bahwa sepenuhnya tidak bersalah.


"Kau yang memulai sialan" teriak Sakusa, dia bangun dari kursi dan ingin memukul pembunuh itu, kemudian polisi menahan tubuh Sakusa untuk tidak melakukan kekerasan.


"Kau sudah menghancurkan mimpinya, keinginannya, dan juga hidupnya sialan" teriak Sakusa, dia tidak habis pikir dengan manusia seperti itu.

__ADS_1


"Apa kau tahu kalau dia anak yang sering dipukul dan di bully, apa kau tahu kalau dia baru merasakan kebahagiaannya hari itu?,kenapa kau mudah sekali mengambil kehidupan seseorang, kenapa? Hah?" Sakusa semakin marah saat mengingat awal awal dia mulai mengenal Hiyori.


"Padahal dia ingin memberitahu kepada ibunya kalau dia bisa memenangkan pameran itu, padahal dia belum memberi tahu ku kalau dia berhasil" suara Sakusa melemah, air matanya keluar mengingat itu, dia mendengar dari teman Hiyori yang ikut dalam pameran, bahwa Hiyori tidak sabar bertemu dengan ibu dan juga Sakusa.


Ibunya Hiyori yang mendengar semua pembicaraan Sakusa dengan pembunuh itu menangis, dia merasa bersalah sangat bersalah atas diperbuatannya kepada Hiyori selama ini.


Polisi yang disana juga merasa iba terhadap nasib Hiyori, mereka melepaskan Sakusa dan membiarkan Sakusa duduk dikursi, sedangkan pembunuh itu mulai menyadari kesalahannya dan menerima hukuman apapun yang diberikan oleh pihak yang berwajib.


Flashback off


"Aku masih bisa merasakan bibir manis mu saat pertama kali kita berciuman, tapi kenapa itu jadi pertama dan terakhir nya aku merasakan nya?" Air mata Sakusa menetes, sudah lama dia tidak menangis.


"Aku merindukanmu" Isak tangis terdengar di sudut ruangan itu, setelah lelah menangis Sakusa langsung tidur.


"Omi Kun Omi Kun bangun" suara lembut itu terasa geli di telinga Sakusa, Sakusa mengerjapkan matanya, dia melihat Hiyori dengan pakaian putih bersih telah tersenyum kepadanya.

__ADS_1


Cup


Hiyori mengecup dahi Sakusa


"Omi kun, coba bukalah hatimu untuk orang lain, aku akan menunggu mu disini, dan dikehidupan selanjutnya" suara lembut serta senyuman tulus menghiasi wajah Hiyori.


Sakusa tidak bisa berkata apa apa,mulutnya kelu, dia ingin sekali mengungkapkan isi hatinya selama ini pada Hiyori, entah mengapa dia tidak bisa, dia hanya menggenggam tangan Hiyori, dia tidak ingin kehilangannya lagi.


Akan tetapi Hiyori melepas perlahan tangan Sakusa dan berjalan menjauh dari Sakusa, Sakusa ingin mengejar namun langkah kaki nya terasa berat, Sakusa tidak bisa mengejar, ia hanya terduduk lemas di lantai putih itu.


"Kyoko aku mencintaimu bukan hanya sekedar menyukaimu saja" akhirnya satu kalimat berhasil diungkapkan Sakusa.


"Aku tahu itu Omi Kun, aku juga mencintaimu" Hiyori menoleh kebelakang dan tersenyum manis kepada Sakusa, kemudian Hiyori hilang ditelan cahaya putih.


Sakusa bangun dari mimpinya, ia membasuh wajahnya dan melihat pantulan dirinya di cermin, kemudian ia tersenyum, dia berjanji akan berusaha membuka hatinya untuk orang lain.

__ADS_1


Sakusa sekarang bisa lebih baik tidak terjerat dengan kisah masa lalu dengan cinta pertama nya, dia sekarang hanya berfokus kepada voli, saat penggemarnya memanggilnya ia meresponnya tidak seperti dulu yang acuh.


__ADS_2