
"Sakusa san" ujar Hiyori.
" Kyoko coba panggil namaku dengan nama depanku" ucap Sakusa.
"Kiyoomi san?"
"Huh bukan" Sakusa menghela nafas.
"Omi Kun?" Lirih Hiyori.
"Itu lebih baik" Sakusa mengangguk.
"Sepertinya aku akan sibuk untuk kedepannya, mungkin kita akan jarang untuk naik kereta yang sama" ujar Sakusa.
"Aku juga begitu, aku ikut lomba pameran dan persiapan untuk ujian masuk universitas" balas Hiyori.
"Kyoko kamu pilih universitas mana?" Tanya Sakusa.
"Tokyo, sesuai dengan keinginan ibuku" jawab Hiyori.
"Sepertinya akan lebih susah bertemu denganmu" ucap Sakusa.
"Kita akan memilih jalan kita masing-masing, aku ingin di bidang seni, dan Omi Kun bidang olahraga, kalau kita nikah atau punya anak aku ingin mereka memilih jalan mereka masing-masing dan tidak terkengkang oleh orang tua" urai Hiyori.
"Hey, kita masih SMA kenapa membahas soal anak, apa kamu yakin masih ingin bersamaku?, walaupun kita tidak satu sekolah" tanya Sakusa.
"Tentu saja, yang perlu dipertanyakan kamu Omi kun,saat sudah diterima di nasional pasti akan ada penggemar yang mendekati mu hahaha" ujar Hiyori.
Mereka melanjutkan cerita disepanjang perjalanan.
__ADS_1
Saat mendekati turnamen musim semi, Hiyori dan Sakusa masih menyempatkan waktu untuk bertemu saat jam istirahat,
"Kyoko wajah mu pucat?!," Ucap Sakusa sedikit panik.
"Ahh tidak apa apa, aku mau ke UKS dulu, kepalaku sedikit pusing" Hiyori berusaha mengumpulkan kesadarannya namun 3 detik kemudian dia tidak sadarkan diri.
"Kyoko kenapa kamu tidak menjaga kesehatan mu" ujar Sakusa setelah menangkap tubuh ringan hiyori dan membawa nya ke UKS.
"Sepertinya dia kurang tidur dan telat makan" ucap dokter yang ada di UKS tersebut.
"Berikan ini kepadanya kalau dia sudah bangun, saya pergi dulu" ucap dokter seraya memberikan obat kepada Sakusa.
"Terima kasih", kemudian Sakusa membeli makanan dan minuman yang diperlukan untuk orang sakit.
"Kyoko kenapa kamu telat makan hmm?" Sakusa berusaha sabar.
"Tapi jangan lupa untuk menjaga kesehatan mu Kyoko!", Sakusa menghela nafas panjang dan menunggu Hiyori selesai makan.
"Omi Kun kamu seharusnya ada latihan bukan?, Kalau ada pergilah aku mau istirahat dulu" ujar Hiyori.
"Kenapa sepertinya aku merasa diusir" heran Sakusa.
"Hehehe, aku harus menjaga kesehatan ku bukan, sekarang pergilah" Usir Hiyori.
"Katakan padaku apa yang mengganggu mu" ujar Sakusa serius.
"jadwal lomba pameran nya bertepatan dengan turnamen musim semi" lirih Hiyori.
"Padahal aku ingin melihat mu di turnamen"lirih Hiyori, Sakusa yang mendengar nya kecewa karena Hiyori tidak bisa mendukungnya langsung.
__ADS_1
***
"Ini aku berikan jimat keberuntungan" ucap Hiyori di kereta.
"Terima kasih" Sakusa menerimanya. Sakusa berangkat ke turnamen musim semi lusa.
Saat kereta berhenti di perhentian Hiyori Sakusa ikut turun dan ingin mengantar Hiyori sampai rumah.
Cup, Sakusa mencium bibir Hiyori, Hiyori yang tiba tiba dicium hanya pasrah menikmati ciuman itu, setelah Sakusa selesai mencium Hiyori dia memeluknya sangat erat, entah mengapa perasaan Sakusa tidak tenang.
"Sesak" ucap lirih Hiyori.
"Maaf Kyoko, tubuhmu terlalu kecil"
"Huh, rumahku di depan sana, Omi Kun sampai sini saja!" Perintah Hiyori.
"Hmm baiklah" pasrah Sakusa.
***
Di hari ketiga turnamen musim semi itachiyama dikalahkan oleh inubushi, itachiyama berhasil masuk di seperempat final.
"Sakusa san apa kau mendengar bahwa Hiyori san korban pembunuhan?" Tanya Kmori tergesa gesa, saat ia membuka grup sekolah semua anggota di grub itu membicarakan soal Hiyori yang dibunuh siang hari, mayatnya ditemukan di jam 3 sore.
"Jangan bercanda Komori, aku sedang tidak ingin bercanda!"
"Coba cek hp mu dulu Sakusa san!" Perintah Komori, kemudian ia mengecek hp nya dan benar yang dikatakan Komori, tiba tiba Sakusa tidak kuat berdiri, dia ambruk begitu saja saat membaca detail tentang kecelakaan itu.
Komori yang mengerti mengundurkan diri dan membiarkan Sakusa, teman setim nya yang lain sudah tahu, dan mereka memilih diam, karena itu cara terbaik untuk menghormati Sakusa yang sedang duka.
__ADS_1