
pantas saja perasaan ku tidak tenang sejak saat itu, kenapa kejutannya seperti ini, aku harus menyalahkan takdir atau tuhan karena sudah mengambil Kyoko dariku' pikiran Sakusa berkecamuk, ia hanya diam menatap kosong pada dinding, hanya pikiran nya saja yang pergi kemana mana.
Keesokan harinya sakusa tidak langsung pulang kerumah, dia meninggal tas bawaan nya di bus sekolah dan berlari menuju stasiun untuk pergi ke rumah Hiyori, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, dia hanya memastikan saja bahwa Hiyori ada dirumah atau setidaknya masih hidup.
Sakusa menekan bell, ia menekannya berkali kali, setelah 5 kali seorang wanita paruh baya membuka pintu, keadaannya berantakan, rambut acak acakan dan bekas air mata masih terlihat di pipi nya.
"Kamu siapa" tanya wanita itu.
"Aku.... pacarnya Kyoko, Sakusa kiyoomi" dia yakin bahwa itu ibunya Kyoko, ibu Kyoko terlihat sedikit kaget melihat Sakusa, pasalnya ia tahu bahwa Sakusa itu pemain voli.
Sekarang ibu nya Kyoko menyadari bahwa Sakusa serius mencintai Kyoko, terbukti kalau Sakusa berada disini padahal kondisi fisik lelah karena turnamen.
"Masuklah, akan kutunjukan sesuatu padamu" suara serak itu menyuruh Sakusa masuk kedalam rumah, Sakusa mengikuti langkah ibu nya Kyoko dari belakang, saat ibu nya kyoko membuka pintu aroma cat mengingatkan Sakusa tentang gadis cat yang selalu di kereta yang sama.
"Ini buku diary Kyoko, kalau mau kamu bisa membacanya" ia menyerahkan buku diary nya kepada Sakusa.
__ADS_1
"Bibi mau ke depan dulu" karena ia tahu kalau Sakusa ingin privasi untuk membaca diary Kyoko.
" Terima kasih bibi" ibunya Kyoko hanya mengangguk dan menutup pintu kamar milik Kyoko.
-Diary tahun ketiga SMA
-ditulis April tgl 30 ibuku masih keras seperti dulu, dan sekarang semakin sedikit yang mengajakku berbicara, bukan aku yang pendiam tetapi mereka yang tidak ingin bertanya padaku.
-Ditulis Mei 28 akhir bulan ini aku mempunyai rencana untuk bunuh diri, tapi kenapa dia datang dan mengajakku bicara?!,aku menyadari kalau dari tahun pertama SMA selalu dikereta yang sama dengannya dihari dan jam yang sama, seseorang yang terkenal acuh terhadap siapapun menanyakan namaku, saat dia memuji sketsa ku entah mengapa aku sangat senang.
-Ditulis Juli 27 kenapa Sakusa san memberi warna SMA ku yang dulu nya abu abu sekarang sedikit demi sedikit memiliki warna, entah mengapa aku lupa tentang rencana bunuh diri dan selalu menunggu hari Senin dan Kamis, dia memelukku saat mengetahui rumor itu, perasaanku sedikit lega karena bisa mencurahkan isi hati ku pada seseorang.
-Ditulis September 29 Kupikir Sakusa san menganggapku sebagai teman saja, ternyata aku salah, begitu bodohnya diriku ini, masih memikirkan perkataan daripada tindakan yang jelas jelas sudah nyata.
-ditulis (...) Aku ingin senyuman Omi kun hanya diberikan padaku, sangat egois bukan.
__ADS_1
"Tidak kau tidak egois Kyoko"lirih Sakusa airmatanya mengalir deras membasahi pipinya, dia menahan air matanya dari semalam, baru sekarang dia meluapkan kesedihan nya.
-ditulis(...) Aku menyukai tangannya, tangannya besar seperti melindungi ku dari bahaya, mungkin tangan itu juga memukulku ketika aku berbuat kesalahan yang fatal.
"Aku tidak akan menggunakan tanganku untuk menyakitimu, hentikan pikiran burukmu tentangku" Sakusa semakin terisak.
-ditulis(...) Omi kun itu orang yang blak-blakan,ketika dia tidak suka dia bicara tanpa memfilter omongannya, tapi aku menyukainya.
-ditulis(...) Aku menyukai aroma tubuhnya, bahkan setiap aku berada disampingnya aku berusaha menahan diri untuk tidak mencium dadanya.
"Aneh, kenapa kamu tidak memeluk dan mencium ku?!" Senyum getir disertai isakan kecil terdengar di ruangan bernuansa putih dan cat cat yang tersusun rapi.
-ditulis(...) Sakusa kiyoomi aku menyukaimu tidak! Tapi aku sangat menyukaimu, aku ingin hidup bersama mu, tapi itu sebuah impian yang mustahil bagiku, aku seorang murid transparan dengan Sakusa seorang A
-idola sekolah, itu sangat mustahil!!.
__ADS_1