
Baru pertama kali ini Sakusa dan Hiyori pulang bersama dari sekolahan, biasa nya mereka hanya menatap dari kejauhan saja dan tersenyum kecil saat tatapan mata mereka bertemu.
Setelah kejadian itu mereka sering pulang bersama di hari Senin dan Kamis, dan dirumorkan kalau Sakusa idola sekolah berpacaran dengan hiyori boneka ibunya.
Anggota tim Sakusa sering menanyakan hubungan Sakusa dengan Hiyori seperti apa, Sakusa hanya menjawab Hiyori itu temannya.
"Hiyori san kenapa kau lama sekali" ucap Sakusa setelah membuka pintu club seni, dia merasa bosan saat menunggu Hiyori di depan loker sepatu milik kelas Hiyori.
"A-nu, mamaaf, se-sebenarnya ada lukisan yang baru saja aku selesaikan" jawab Hiyori sambil berusaha menutupi lukisan yang baru selesai di buat.
Sakusa memicingkan matanya saat melihat gerak gerik mencurigakan Hiyori, ia penasaran dengan lukisan Hiyori dan dengan mudahnya menyingkirkan tubuh kecil Hiyori yang berusaha menghalangi lukisannya.
Sakusa menatap tidak percaya dengan lukisan Hiyori.
"Jelek ya" ucap lirih Hiyori, dia tidak bisa menutupi wajahnya yang merah.
"Ini ini aku??"tanya Sakusa
__ADS_1
"I-iiya itu sebenarnya sebagai hadiah ulang tahun mu, tetapi aku lihat ternyata aku salah bulan hehehe" ucap Hiyori sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sakusa tersenyum, hatinya menghangat mendengar perkataan Hiyori, baginya ini adalah hadiah terindah yang ia dapat,
"Terima kasih" senyum Sakusa menawan Dimata Hiyori, hanya Hiyori yang sering diperlihatkan senyum Sakusa, walaupun Sakusa memiliki fans di sekolahnya.
"Apa boleh kubawa pulang" tanya Sakusa.
"Sebenarnya itu mau aku perbaiki sedikit,tadi aku ingin memberikan nya tapi aku masih ragu, kalau itu jelek" ucap Hiyori.
"Tidak,ini sangat bagus" setelah itu Hiyori mengemas lukisan itu dan diberikan kepada Sakusa.
"Kalian berpacaran ya" tanya teman se tim Sakusa.
" Tidak kami hanya berteman" jawab Sakusa sedikit kesal pasalnya mereka menanyakan pertanyaan yang sama.
'hanya di anggap teman ya' batin Hiyori,lalu ia menepis pemikiran nya itu.
__ADS_1
"Sakusa san kau harus menyatakan perasaanmu sebenarnya kepada Hiyori san sebelum dia salah paham dengan menganggap menyukai mu Secara sepihak, perempuan memang begitu, sangat rumit" bisik Komori lalu ia berlalu meninggalkan Sakusa yang sedang mencerna baik baik ucapan Komori.
Beberapa hari belakangan ini hubungan Sakusa dan Hiyori sedikit merenggang, Hiyori yang berfikir bahwa ia yang menganggap kebaikan Sakusa sebagai rasa suka, dan Sakusa yang bingung ingin mengungkapkan perasaannya.
Senin pagi Hiyori memberitahu ke Sakusa bahwa dia tidak ada kegiatan club dan langsung pulang ke rumah, saat mendengar itu Sakusa merasa lega karena dia sedang menyiapkan mental untuk mengungkapkan perasaannya kepada Hiyori.
'apa yang aku lakukan, kenapa aku menuju ruang seni, ahh lebih baik aku pulang sedikit malam saja, dari pada ketahuan Sakusa san, dia hanya menganggapku teman ya, Hiyori kau bodoh, tentu saja dia menganggap mu teman, lihatlah dia seorang superstar sekolah sedangkan aku hanya murid transparan' batin Hiyori.
"Senpai?? Kau tidak apa apa kan" tanya adik kelas Hiyori sambil melambaikan tangan ke wajah Hiyori.
"Ahh aku baik baik saja, kalau mau pulang, pulanglah, aku akan lebih lama disini" ucap Hiyori, mereka pulang dan tinggal Hiyori sendiri.
Sekolah sepi matahari sudah tidak terlihat lagi, hanya beberapa orang yang ada di sekolah karena kegiatan club nya, saat benar benar sepi Hiyori mengemas barang barangnya dan bergegas pulang, saat dia di depan gerbang ada yang memanggil nama nya.
"Hiyori san??" Hiyori menoleh dan saat melihat wajah itu dia langsung berlari,
'kenapa Sakusa masih ada di sekolah' batin Hiyori sambil berlari.
__ADS_1
"Hiyori san kenapa kamu ada disini? Bukannya tidak ada kegiatan club" tanya Sakusa saat berhasil mengejar Hiyori.
'oh ya ampun, aku payah sekali dalam berlari, jadi ini perbedaan atlet denganku, huh' batin Hiyori, Hiyori duduk di kursi dan disusul oleh Sakusa.