Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie

Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie
Ada Sesuatu Yang Tidak Beres Di Tempat Ini


__ADS_3

Setelah aziz menceritakan keadaan disini, aziz pun pergi ke kontrakannya tapi sebelum pergi aku sempat bertanya.


"kau tinggal sendiri di kontrakan?" tanyaku.


"aku bersama seorang anak kecil bernama lisa di kontrakanku" jawab aziz.


aziz pun pergi, kami pun mengira bahwa anak yang dia maksud adalah anaknya atau adik kecilnya. kita tidak terlalu memikirkan itu.


setelah berbincang dengan aziz kita pun sedikit merasakan keraguan akan tempat ini dan keselamatan rose. kita pun lanjut berbincang dengan mika yang bertanya kemana perginya tom dan angel kepada pa fred. beliau menjawab bahwa tom adalah orang yang penting dan sepertinya dia mempunyai hubungan khusus dengan orang penting di happyland.


setelah itu pak fred bertanya tentang bu sarah yang pada akhirnya aku dan mika sudah tidak bisa berbohong lagi dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Bu sarah sudah berubah menjadi zombie.


Pak fred tertampar dengan kenyataan itu tapi anehnya dia tidak menyalahkan aku dan mika. dia seperti mempunyai rencana lain. aku dan mika pun meminta maaf kepada Pa fred dan beliau memaafkan kita dengan lapang dada. setelah itu Pa fred pergi dari kontrakan dan berniat menemui tom dan angel.


aku dan mika menaruh curiga terhadap tom dan angel. meskipun mereka baik terhadap kita tapi mereka pasti punya rencana yang berbeda dengan kita.

__ADS_1


obrolan pun dilanjutkan, aku dan mika saling membahas kebiasaan dan kesukaan masing masing. sudah kuduga, mika adalah wanita yang lembut dan baik. dia bercerita padaku bahwa dia mempunyai cita cita menjadi seorang perawat agar bisa menolong orang lain. dia juga sangat menyukai bunga mawar dan bersantai di tempat yang tenang. sungguh wanita yang menarik.


setelah dia bercerita, aku pun mulai menceritakan diriku. tentang orang tuaku yang telah tiada, kakek nenekku yang hilang saat wabah ini dimulai, serta kehidupanku yang biasa biasa saja.


mika sungguh pendengaran yang baik. dia terus mendengar dan memperhatikanku saat aku sedang bercerita dan semua itu membuatku semakin menyukainya.


setelah selesai mengobrol, mika pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan dari persediaan yang kita miliki. sedangkan aku pergi keluar untuk melihat keadaan.


diluar kulihat banyak hal. mulai dari para survivor yang lalu lalang, benteng kokoh yang melindungi tempat ini, serta ada sebuah tempat seperti laboratorium yang diberi pembatas "selain petugas dilarang masuk" mungkin itu tempat meneliti virus ini. dalam benakku sempat terfikir mengapa presiden melakukan ini. karna dengan melakukan ini pasti memakan biaya untuk membangun tempat ini dan membeli bom untuk mensterilkan negara ini. mengapa presiden tidak memakai uang itu untuk membuat negara ini lebih sejahtera tanpa harus mengorbankan siapa siapa.


"apakah kau mau merawat kucing ini?" tanya seorang petugas lelaki padaku.


"emangnya kenapa?" jawabku yang bertanya balik.


"asalnya kucing itu akan dibunuh karna dibawa oleh seorang yang telah terinfeksi. tapi setelah dicek ternyata kucing itu sehat dan tidak terinfeksi tapi aku takut kucing itu akan berulah disini jadi aku mau membunuhnya" ucap petugas itu.

__ADS_1


"janganlah, kasian kucing ini. yasudah biar aku saja yang mengurusnya" jawabku sambil menggendong kucing malang itu.


"yasudah, tapi ingat jangan sampai kucing itu berulah disini. cukup rawat dia, tidak lama juga kok" ucap petugas itu.


"maksudnya?" tanyaku yang bertanya maksud petugas itu mengatakan tidak lama apanya.


"kan nanti tempat ini akan........" ucapnya yang terpotong karna sadar bahwa dia keceplosan.


"apa yang kau maksud?" tanyaku yang makin penasaran.


dari dalam laboratorium ada petugas lain yang memanggil si petugas ini dan sebelum sempat menjelaskan petugas ini pun kembali ke dalam meninggalkanku dalam penasaran.


aku pun tidak terlalu memikirkan ucapan si petugas. aku segera membawa kucing malang ini ke kontrakan untuk memberinya makan dan menunjukkannya kepada mika.


di tengah perjalanan menuju kontrakan, aku memandangi lantai atas sebuah bangunan dan kulihat tom yang sedang berbincang dengan seseorang yang memakai jas. orang itu menunjukkan sebuah alat yang berisi suatu cairan entah apa itu. aku pun berfikir bahwa ada yang tidak benar di sini.

__ADS_1


__ADS_2