Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie

Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie
Bersiap Untuk Menghadapinya Bersama


__ADS_3

Hari minggu siang ini, Adalah hari minggu terburuk dalam hidupku. Bagaimana tidak, aku harus bertahan hidup dari para zombie.


Aku, sam, rose, peter, dan bob sedang bersiap siap untuk pergi. Dari rumah kakek nenekku di Dreamland menuju ke tempat berkumpul para survivor di Homeland.


Selagi semuanya mempersiapkan makanan, barang, dan senjata aku menyempatkan diri untuk melihat sekitar sambil melihat semuanya yang sedang bersiap siap.


...****************...


Aku pergi ke dapur dan kulihat rose dan sam sedang mempersiapkan persediaan makanan.


"Apa saja makanan yang bisa kita bawa sam?" tanyaku.


"tidak banyak pilihan, tapi mungkin cukup untuk 2 hari. Kita punya jagung, apel, kentang, ubi, wortel, dan juga tomat." jawab sam.


"lalu bagaimana nanti kita mengolah ubi dan kentangnya?" tanya rose.


"jangan nanti, ubi dan kentang lebih baik kita masak sekarang saja" jawabku.


"ya, kau benar" jawab sam.


"baiklah aku pergi dulu untuk melihat yang lain, panggil saja aku kalo kau butuh bantuan" ucapku.


"baiklah...... Kau seperti pemimpinnya saja kesana kesini untuk memeriksa semuanya" ucap sam sambil tertawa.

__ADS_1


Aku tahu sam hanya bercanda tapi dia juga benar, lebih baik kita punya pemimpin untuk mengatur semuanya.


...****************...


Aku pergi ke teras untuk menemui peter dan bob yang sedang berdiskusi perihal rute perjalanan.


"kalo ada jembatan lebih baik kita menempuh jembatan saja" usul bob.


"tapi itu memakan waktu yang lama, lebih baik kita ke pelabuhan saja sambil melihat ada kapal tidak yang bisa kita pakai untuk menyebrangi pulau" ucap peter.


"baiklah..... Tapi menurutmu bagaimana Jon?" tanya bob kepadaku.


"aku setuju dengan peter" jawabku karna tidak punya ide lagi.


"lalu bagaimana? Apakah kita harus bonceng 3?" tanya bob.


Aku pun teringat dengan motor butut kakekku yang dulu sering ku naiki dengan kakek.


"Di garasi ada 1 motor tapi....... bisa dibilang butut, tidak apa apa aku yang akan memakainya" jawabku.


"baiklah" ucap peter.


"bensin motor aman?" tanya bob.

__ADS_1


"ooooo...... Iya bensin motor" ucap peter.


Aku pun ingat bahwa kakek mempunyai bensin simpanan untuk alat bertani daan motor kakek, karna disini tempat pengisian bensin jauh.


"Di garasi juga ada bensin" jawabku.


"ok baiklah, berarti kita tinggal berangkat" ucap peter.


"aku akan menyiapkan keperluan lainnya" ucapku.


"baiklah" jawab bob dan peter.


Aku pun kembali masuk ke rumah dan duduk di ruang tengah sambil berfikir apa yang perlu dipersiapkan.


...****************...


Aku pun berkeliling rumah untuk melihat lihat. Dan aku masuk ke kamar kakek nenek.


Aku kembali melihat kamar mereka setelah sekian lama, tapi kini mereka sudah tidak ada. Aku membuka lemari baju milik kakek dan nenekku dan melihat baju baju milik mereka. Kubuka juga lacinya dan kulihat ada sepucuk pistol beserta pelurunya. Aku pun ingat bahwa kakek adalah mantan tentara. kemudian, aku pun membawa pistol itu untuk berjaga jaga, aku tidak memberitahu siapapun tentang ini.


Aku pun keluar dari kamar kakek nenek dan masuk ke gudang. Kulihat banyak mainan milikku dulu, karna aku besar disini tentu saja banyak kenangan milikku disini. Tapi yang mencuri perhatianku adalah ada foto keluarga besarku disini. Ada aku, kakek, nenek, rose, dan saudara yang lain. Aku pun membawa foto itu dan keluar dari gudang.


Aku yang sudah lelah pun bersantai di kursi sambil menyiapkan diriku untuk besok.

__ADS_1


__ADS_2