Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie

Bertahan Hidup Di Tengah Wabah Zombie
Sudah Mulai Jelas


__ADS_3

Minggu sore yang seharusnya saat ini aku sedang bermain game dikamar kostku yang tenang, berubah menjadi sore yang sangat menyedihkan.


Aku, Sam, Peter dan Bob. Kami berempat sedang dalam perjalanan menuju rumah kakek nenekku. Disana ada kerabat perempuanku Rose yang sedang butuh pertolongan. Dan setelah melihat apa yang telah terjadi, aku menduga bahwa rose diserang zombie.


Kami baru setengah perjalanan menuju rumah kakek dan nenekku, sejauh ini kami belum menemukan zombie diperjalanan ini. Karna rumah kakek dan nenek terletak di desa yang agak jauh dengan perkotaan.


Ditengah perjalanan Bob yang dibonceng olehku pun bertanya padaku.


"Hey, kau rasa apakah disana sudah menyebar zombienya?" ucap bob bertanya.


"Tidak tahu, tapi kurasa sudah" ucapku.


"lalu, apakah kita tidak akan membawa senjata?" ucap bob.


"kita tidak punya senjata, tapi dimana kita akan mendapatkan senjata?. Negara ini tidak memperbolehkan perjual belian senjata secara bebas" ucapku yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan senjata.


"Benar juga, tapi nanti bagaimana jika ada zombie" ucap bob bertanya.


"kita tidak bisa melawan mereka. Jadi, kita menghindar saja" ucapku menjelaskan apa yang harus kita lakukan nanti.


"baiklah" ucap bob mengakhiri obrolan.


...****************...


Sore menjelang malam, kami sudah sampai di gerbang selamat datang desa rumah kakek nenekku.


Kami pun berhenti sejenak untuk mengobrol.


"Desa ini sepi, apakah disini belum ada zombie?" ucap Sam.


"Aku tidak tahu, lebih baik kita segera melihat apa yang terjadi pada Rose" ucapku yang mencemaskan Rose.


Kami pun segera menuju rumah kakek nenekku.


Saat hampir sampai disana.


"Apakah itu rumahnya?" ucap sama sambil menunjuk rumah kakek nenekku.

__ADS_1


"iya" ucapku membenarkan.


"rumahnya dikelilingi pesawahan dan ladang, itu rumah yang sangat ideal" ucap Sam.


"Bagaimana kalo kita tinggal disana sampai keadaan jelas atau ada informasi" ucap peter memberi saran.


Aku pun sempat berfikir bahwa itu ide bagus, ditambah Sam dan Bob pun seperti setuju.


TAPI SEKARANG ROSE YANG UTAMA.


"Pikirkan itu nanti saja, sekarang klayo kita kesana!!!" ucapku yang cemas pada Rose


Kami berempat pun segera ke rumah. Sesampainya disana kulihat rumah yang sudah acak acakan.


"Apakah kita terlambat" ucap Sam.


"Cepat cari Rose" ucapku.


Kami pun mencari Rose di segala penjuru rumah.


"OOOHHH IYAAA!!!! Dia bersembunyi di lemari" ucapku ingat bahwa Rose bersembunyi di lemari


Kami pun segera membuka semua lemari untuk mencari rose. Dan akhirnya aku menemukannya di lemari kamarku dulu.


"Rose?" ucapku


"JONNN!!!!" ucap sarah sambil ketakutan dan memelukku.


Aku pun segera menenangkan Rose dan segera membawanya ke ruang tengah untuk berbincang bersama dan menceritakan apa yang terjadi.


...****************...


"jadi jika kau sudah tenang Rose, tolong ceritakan apa yang terjadi?" ucapku bertanya.


"tadi ada orang aneh menerobos rumah dan aku pun segera bersembunyi di dalam lemari. Tapi beberapa saat kemudian aku mendengar suara tembakan dari dalam dan luar rumah aku terlalu takut untuk keluar, aku pun bersembunyi hingga kau datang" ucap Rose sambil masih ketakutan.


"Dimana orang aneh yang kau maksud" ucap Sam bertanya.

__ADS_1


"Aku tidak tau, tiba tiba sudah hilang" jawab Rose.


"Jadi sekarang bagaimana?" tanya bob.


'kukira karna ini rumah kakek neneknya Jon kepetusan ada di Jon" ucap peter.


"Itu benar, jadi bagaimana Jon?" ucap Sam.


"Rose? Menurutmu bagaimana? Tanyaku pada Rose.


"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Memangnya diluar ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi" tanya Rose.


Aku pun segera menceritakan apa yang terjadi diluar pada Rose.


"Mengapa itu semua bisa terjadi?" ucap rose tidak percaya.


"Kami pun masih belum tahu jelas" ucapku.


"jadi, kita tinggal disini sampai ada informasi atau sampai keadaan sudah agak tenang" ucapku.


Semuanya pun menyetujui usulku.


"Hey Jon, aku lapar. Aku juga yakin kita semua lapar. Apakah ada makanan, kalau cuma ada mentahnya aku bisa memasaknya" ucap Sam.


Meskipun Sam benar benar niat bertanya tapi perkataan Sam tadi sedikit mencairkan suasana.


Sam, peter dan bob pun berkenalan dengan Rose.


Setelah itu, Aku, Sam dan Rose pun ke dapur untuk memasak. Peter dan Bob di ruang tengah.


Sam pun sering bercanda untuk mencairkan suasana di sela sela memasak, dan kurasa Rose sudah tenang karna Sam.


Tapi di sela sela memasak, Peter dan Bob memanggil kami.


"HEYYYY!!! YANG DIDAPUR SEGERA KEMARI!!!" teriakan peter sampai ke dapur.


Kami pun segera ke ruang tengah untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata ada siaran di tv yang sedang menyiarkan bapak presiden negara.

__ADS_1


__ADS_2