Bertemu Dengan Mu

Bertemu Dengan Mu
chapter 2


__ADS_3

Ia dengan sabar mendengarkan semua semprotan dari orang yang dia panggil tua bangka berkumis itu,tidak tahu apa alasan kenapa dia memanggil nya seperti itu namun jika dilihat memang memiliki kumis dan jika berbicara selalu mengeluarkan perkataan yang menohok hati orang yang mendengarnya terlebih lagi jika dia sedang mengomel.


"kakek tua, bisa kah kau menghentikan omelan mu itu, jantung mu itu sudah tidak muda lagi"ucap Aleya dalam hati tanpa berani dikatakan langsung .Setelah cukup lama mengomel akhirnya kepala sekolah berhenti dan duduk di kursi kebesarannya dengan wibawa seorang pemimpin."sudah lah aku akan memaafkan mu, sifat mu itu memang tidak akan berubah sama sekali,"ucap kepala sekolah yang membuat Aleya lega.Mereka pun kembali berbicara serius tentang Aleya yang akan mulai bersekolah di sekolah elit yang hampir seluruh siswa nya berasal dari keluarga kaya dan berpengaruh di kota itu."ini perlengkapan dari sekolah ini yang harus kamu kenakan,dan lagi jangan membuat masalah jadilah anak baik dan kau masuk dengan jalur beasiswa jadi tidak boleh bertingkah sembarangan"ucap kepala sekolah lagi setelah mereka melakukan beberapa kesepakatan yang hanya diketahui oleh kedua orang itu.


Saat sudah selesai dengan urusan pendaftaran nya Aleya pun keluar dari ruang kepala sekolah dan pergi untuk kembali ke apartemen nya karena ia akan memulai sekolah pada esok hari .Dan saat sedang menyusuri lorong sekolah itu Aleya ditabrak oleh seorang wanita yang menumpahkan minuman nya di baju Aleya,hal itu membuat Aleya kesal dan menatap wanita itu dengan tajam,sedangkan wanita itu hanya memasang ekspresi santai tanpa rasa bersalah pada Aleya."upss..,maaf aku tidak sengaja,apa baju murahan mu baik-baik saja takutnya dia akan meleleh karena minuman ku"ucap wanita itu dengan tampang mengejek. Wanita itu adalah Sherly Valensia yang merupakan anak dari pejabat penting di kota S,Sherly adalah wanita yang cukup cantik namun sifat nya benar-benar buruk juga sangat sombong dan senang menindas orang yang ia rasa mudah di tindas ,dan mungkin kini Aleya adalah target baru nya setelah target lama nya yang juga masuk lewat jalur beasiswa pindah sekolah karena tidak sanggup bersekolah di sekolah yang hanya memandang status dan kedudukan itu.Sherly memang sudah menandai Aleya setelah ia dibuat kesal oleh Aleya saat di gerbang sekolah tadi.

__ADS_1


"iya tentu saja baju ku tidak baik-baik saja, mengingat harganya yang murah jadi kau harus membayar nya untuk ganti rugi"ucap Aleya dengan santai,"apa kau bercanda, baju murahan seperti ini bahkan bisa didapat di bak sampah lalu untuk apa harus membayar nya"balas Sherly cukup keras yang membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian para siswa di dekat mereka."sudahlah, seperti nya kau tidak sekaya penampilan mu sampai tidak mampu membayar ku"ejek Aleya yang sudah menahan rasa kesalnya sebab Sherly yang membuat mereka menjadi pusat perhatian dan itu bukanlah rencana Aleya yang hanya ingin bersekolah di sekolah itu tanpa gangguan namun semua nya hancur dikarenakan Sherly yang sudah mencari masalah dengan nya,dan Aleya yakin kini kehidupan nya disini tidak akan mudah nantinya bahkan sebelum dimulai.


plakk,sebuah tamparan mendarat di pipi halus Aleya,"dasar kampungan,apa kau tahu siapa aku, berani nya kau merendahkan aku"bentak Sherly dengan marah yang sudah menampar Aleya. Disisi lain Deon dan kedua sahabat nya merasa penasaran dengan kerumunan para siswa yang menyaksikan kedua wanita tadi membuat keributan."apa yang mereka lakukan di sana"ucap Rean yang membuat Ketiga orang itu pergi untuk melihat yang terjadi di sana,tampak Aleya yang di tampar oleh Sherly membuat Deon yang melihat itu sedikit kesal."apa yang dilakukan wanita itu lagi sampai berurusan dengan si gila itu"pikir Deon yang tampak bingung.Sedangkan Aleya yang tengah berusaha menyabar kan dirinya dengan perlakuan Sherly padanya kini pasrah dan hanya diam tanpa menanggapi ucapan dari Sherly."kenapa kau diam hah,dimana keberanian mu tadi dasar orang miskin,untuk apa kepala sekolah menerima siswa seperti dia di sekolah ini,membuat nama sekolah tercoreng saja"ucap Sherly yang membuat Deon yang hanya menyaksikan kini melangkah maju kehadapan Aleya dan menarik Aleya ke belakang tubuhnya,sontak hal itu membuat Aleya terkejut lalu menatap orang yang sedang melindungi nya saat ini," diamlah dan jangan membantah"bisik Deon pada Aleya yang langsung membuat Aleya terdiam.


"Pa pangeran,kenapa kau melindungi wanita kampungan ini"ucap Sherly pada Deon dengan terkejut akan kedatangan Deon yang tiba-tiba,"kau bahkan masih memiliki muka untuk berbicara setelah kau menampar seseorang dan menghina nya,kau benar-benar luar biasa"ucap Deon dengan dingin menatap ke arah Sherly."aa aku hanya.."tak sempat menyelesaikan ucapannya Sherly sudah terjatuh ke lantai karena tengkuk lutut nya di tendang oleh laki-laki yang tiba-tiba saja muncul dengan berlari ke arah keributan itu, laki-laki itu sangat tampan dan bertubuh proporsional serta penampilan nya tidak kalah dengan Deon,dia adalah Reno sahabat Aleya yang juga bersekolah di sekolah itu dan baru menyadari bahwa Aleya terkena masalah,"beraninya kau melakukan hal itu pada Aleya,wanita gila"ucap Reno dengan marah, hal itu membuat Aleya dan Deon terkejut pasalnya status Reno di sekolah itu sama seperti Deon dan kedua sahabat nya dengan keluarga Alfaro yang menduduki posisi ketiga di 5 keluarga paling berpengaruh di kota S sehingga ia sangat di segani di sekolah itu, kini tengah sangat marah hanya karena seorang wanita biasa.

__ADS_1


sedangkan Deon yang heran pada Aleya yang meminta maaf mengingat kesan pertama kali mereka bertemu tidak begitu menyenangkan bahkan disaat Aleya sendiri yang berbuat salah pada Deon tidak meminta maaf sama sekali, sedangkan Sherly yang sudah menampar nya malah dia yang meminta maaf,"wanita itu sangat menarik, benar-benar sulit dihadapi"gumam Deon yang juga pergi meninggalkan semua keributan dari para siswa yang kini tengah bergosip tentang Aleya yang bisa membuat kedua tuan muda pujaan para wanita itu menolong nya secara bersamaan.


"kenapa kau sangat marah,padahal aku yang ditampar"ucap Aleya pada Reno,"aku marah sebelum wanita iblis di depan ku ini mengeluarkan sifat aslinya"ucap Reno datar,"kau membuat masalah baru untuk ku tahu, sekarang para penggila mu itu pasti akan membunuhku tidak lama lagi"ucap Aleya cemberut mengingat sahabat nya itu merupakan laki-laki yang didambakan banyak wanita bahkan sejak mereka masih kecil dulu."kalau begitu aku kasihan pada mereka,karena menargetkan dirimu"ucap Reno mengejek,Aleya yang jengah pada perkataan Reno mempercepat langkah kaki nya meninggalkan Reno yang masih asik pada khayalan nya tentang betapa berbahayanya wanita yang menjadi sahabat tersayang nya itu.


Keesokan harinya,Aleya yang sudah siap berangkat sekolah,sedang menatap langit dan berpikir hidup baru nya kini akan jadi sangat merepotkan.

__ADS_1


happy reading,jangan lupa dukung author ya readers ku yang tercinta,biar lebih semangat 🥰🙃


__ADS_2