Bertemu Dengan Mu

Bertemu Dengan Mu
chapter 4


__ADS_3

Saat sudah hampir tidak sadarkan diri Aleya melihat pintu gudang terbuka dan membawa cahaya dari luar masuk ke dalam gudang itu, bersamaan dengan pintu itu juga terlihat Deon berlari ke arah Aleya dan berbicara pada Aleya namun tidak didengar oleh Aleya sedikit pun karena sekarang yang Aleya rasakan hanya rasa takut,melihat Aleya yang nampak lemah dan hampir kehabisan napas Deon pun mengangkatnya sedangkan Aleya melekat kan tangannya dengan sangat erat pada tubuh Deon,"tidak jangan sakiti aku, pergilah,jangan dekati aku,jangan"ucap Aleya ketakutan sambil terus mengerutkan pelukan nya pada Deon,melihat tingkah Aleya yang berubah dari sangat cuek menjadi ketakutan seperti itu membuat Deon sedikit merasa sakit melihat wanita itu menjadi seperti orang yang benar-benar berbeda dari yang ia lihat sebelumnya,"tenanglah aku disini"ucap Deon sambil mengusap air mata Aleya dan berjalan keluar dari gudang itu menuju UKS. Dan disepanjang jalan menuju UKS banyak orang melihat ke arah Deon yang menggendong Aleya di pelukan nya.


"hei bukan kah itu siswa baru kemarin, kenapa dengan dia,dan pangeran Deon bahkan menggendong nya dengan wajah cemas"ucap salah satu siswa ketika melihat Deon pergi bersama Aleya."****** itu,trik apa lagi yang dia lakukan untuk menggoda pangeran ku"cetus Sherly yang tampak marah melihat Deon menggendong Aleya,karena laki-laki itu tidak pernah peduli pada siapapun meski ada siswa yang hampir mati didepan nya, tidak akan dia hiraukan tapi saat ini ia tengah menggendong Aleya dengan cemas seakan akan kehilangan seluruh hidupnya,begitulah pikiran para siswa yang melihat kedua orang itu, sedangkan Deon sendiri tidak memperdulikan nya dan terus berjalan cepat menuju UKS.

__ADS_1


Setelah sampai ia langsung meletakkan Aleya di kasur pasien dan duduk dibangku sebelah Aleya,tak lama dokter pun datang dan memeriksa Aleya dengan cepat"nona ini sepertinya memiliki trauma pada kegelapan dan semua yang terjadi dimasa lalu nya muncul kembali dalam ingatan nya dan membuat nya menjadi ketakutan seperti sekarang,tapi dia sudah tidak apa-apa asalkan tidak mengalami hal itu lagi"ucap dokter itu kau memberi Deon resep obat untuk Aleya.Setelah satu jam lebih akhirnya Aleya sadar dan melihat Deon sedang tertidur di dekat nya dengan memegang dahinya yang terus mengeluarkan keringat. "apa dia yang menyelamatkan ku, benar-benar mengejutkan,tapi laki-laki ini terlihat sangat tampan kalau lagi tidur,tunggu apa yang ku pikirkan,bodoh"pikir Aleya sibuk berbicara pada dirinya sendiri. Dengan perlahan Aleya mengangkat tangan Deon dari dahinya dan mendudukkan tubuhnya yang masih terasa lemas,Aleya pun mengingat apa yang terjadi pada nya sebelumnya dan menampakkan wajah dinginnya setelah mengingat bahwa sebab dari kejadian itu adalah kedua wanita yang kini pasti tengah berbahagia di atas penderitaan Aleya."aku disini belum lama dan sudah hampir mati,para orang gila itu benar-benar sangat menggangu"pikir Aleya yang mulai beranjak dari kasur itu dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya. Deon yang merasa ada yang salah dengan kasur yang dipegangnya menjadi terbangun dan melihat kalau Aleya sudah tidak ada di atas kasur itu."kemana wanita itu pergi"pikir Deon yang tengah mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan tempat ia duduk sekarang.Di waktu itu juga Aleya keluar dari kamar mandi dan menatap Deon yang tampak sedikit kesal tengah menatap nya juga.


Karena merasa atmosfer nya sedikit menakutkan Aleya pun memilih untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu,"kau pasti sudah tahu semua nya, terima kasih karena sudah menolong ku,dan tolong rahasia kan ini dari siapapun khususnya jangan ceritakan kejadian tadi pada Reno"ucap Aleya merendah,"memang kenapa kalau laki-laki itu tahu,apa dia akan meninggalkan mu"ucap Deon menaikkan sebelah alisnya,"tentu saja tidak,dia hanya tidak boleh tahu saja,atau aku akan dipaksa kembali oleh si tua bangka itu"ucap Aleya santai namun terbesit aura dingin dari matanya,melihat Aleya yang sedikit mau bersahabat dengan perkataan nya,Deon pun tersenyum saat sesuatu muncul di kepalanya."apa aku boleh bertanya"tanya Deon pada Aleya,"hmm"jawab Aleya singkat,"aku yakin kau bukan wanita biasa seperti kata orang karena tidak mungkin seorang Reno Alfaro bisa begitu akrab dengan mu dan entah kenapa aku juga seperti pernah melihat mu"ucap Deon sambil menatap Aleya. Mendengar pertanyaan Deon Aleya pun menatap nya kembali dan tersenyum,"siapa aku benar-benar tidak penting,dan untuk Reno dia memang bukan orang biasa seperti ku tapi aku sudah sangat mengenal dia,karena aku tumbuh besar bersamanya,orang tua adalah pelayan di rumahnya dulu jadi aku dan orang tua ku tinggal disana sekarang aku tidak disana lagi karena kami sudah pindah dan kejadian hari ini aku yakin ini ulah para wanita gila yang menyukai nya lagi"ucap Aleya sambil menatap langit dari jendela ruangan itu.

__ADS_1


"karena aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya"jawab Aleya dalam hati saat telah menjauh dari Reno. Disisi lain kedua wanita yang telah membuat Aleya mengingat trauma yang sangat tidak ingin ia ingat tengah merasa kesal saat melihat Aleya baik-baik saja dan kembali ke kelas dengan santainya seperti tidak terjadi apapun."kenapa ****** itu masih baik-baik saja"gumam Yunna yang sangat kesal melihat Aleya."tenang Yun,kita akan coba cara lain untuk menyingkirkan nya ,dan aku yakin ini pasti berhasil"bisik Evril pada Yunna dengan senyum licik mereka. Setelah itu pelajaran pun dilanjutkan dan semua siswa kembali fokus pada pelajaran yang dijelaskan oleh guru di depan kelas.


Bel Istirahat pun kembali berbunyi para siswa langsung berhamburan keluar untuk menuju tujuan mereka masing termasuk Aleya yang pergi ke kantin untuk membeli minuman dan saat kembali suara teriakan dari ruang kelasnya menarik perhatian para siswa yang mendengarnya,teriakan itu berasal dari Yunna yang berteriak bahwa gelang berlian nya telah di curi dan sekarang ia tengah membuat keributan di dalam kelas itu."ada apa ini hah"tanya salah satu guru yang juga ikut melihat asal dari teriakkan itu,"pak,gelang berlian milikku telah di curi oleh seseorang dan aku yakin pasti orang itu adalah salah satu dari siswa dari ruangan ini"ucap Yunna memelas,"lalu begitu kita geledah saja satu persatu barang siswa di kelas ini untuk menemukan nya dan tidak boleh ada siapapun boleh memasuki ruangan ini sebelum selesai di geledah,Aleya mendengar semua kekacauan itu hanya bersikap tidak peduli sambil meminum minuman nya,"entah apa lagi yang dilakukan oleh wanita gila itu"pikir Aleya sambil masih setia pada minuman nya.

__ADS_1


happy reading 🙃


__ADS_2