Bertemu Dengan Mu

Bertemu Dengan Mu
chapter 3


__ADS_3

Hari berat di mulai begitulah pikiran Aleya saat sudah berada di depan gerbang sekolah nya. Dia pun melangkah masuk ke halaman sekolah yang tidak jauh dari parkiran para siswa,saat itu hanya sedikit siswa yang terlihat berjalan menuju halaman sekolah sebab hampir seluruh dari para siswa di sekolah itu memakai kendaraan pribadi yang sudah pasti akan menunjukkan status mereka,Aleya yang melihat itu hanya mengabaikan nya dan memilih untuk masuk dengan cepat untuk menjauhi para holang kaya itu. karena bel masuk belum berbunyi Aleya memutuskan untuk berjalan-jalan melihat sekolah yang luasnya dua kali lipat lebih besar dari lapangan sepakbola Wembley, London.


Di koridor berlawanan dengan Aleya nampak Deon, Rean dan Ellion tengah berjalan di lorong,namun yang menarik perhatian Aleya adalah para wanita yang mereka lewati bereaksi berbeda-beda saat ketiga orang itu melewati mereka ada yang terkejut, tersipu malu, memasang wajah menggoda mereka,dan ada juga yang mencoba mengajak mereka berbicara tetapi hanya dihiraukan oleh kedua orang itu sedang kan yang satu nya nampak bersahabat dengan semua wanita yang mereka lewati itu."saat pertama kali aku bertemu dengannya aku telah membentak nya,apa yang harus dilakukan, laki-laki itu nampak bukan orang sembarangan"gumam Aleya dalam lamunan nya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Deon dan kedua temannya sudah berjalan mendekat ke arah Aleya berdiri namun Aleya tidak menyadari nya."sudahlah,aku harus menjauhi nya agar dia melupakan nya dan tidak ingat denganku"pikir Aleya yang langsung melanjutkan langkah kaki nya namun terhenti ketika ia merasa telah menabrak seseorang yang tidak lain adalah Deon,hal itu membuat Aleya kaget sekaligus khawatir pasalnya orang yang ingin ia jauhi malah berada di depan nya dan menatap nya,"astaga,mati aku kenapa harus dia"pikir Aleya namun tetap memasang ekspresi datar nya di depan laki-laki di depan nya itu."hei bodoh,apa kau akan mati jika tidak menabrak orang sehari saja"ucap Deon yang membuat kedua sahabat di belakang nya itu terkekeh. Sedangkan Aleya yang mendengarnya menjadi sedikit kesal."hei Deon berhenti mengganggu nya dan pergi, aku sudah lapar"ucap Rean yang memecah suasana canggung itu. Aleya yang mendengar ucapan Rean pun sedikit berpikir,"Deon?,apa laki-laki ini adalah Deon Kavindra si kutub es itu"pikir Aleya yang masih mendapatkan tatapan dari Deon sendiri.


Deon yang tidak mendapatkan respon dari Aleya akhirnya menurut pada Rean untuk pergi ke kantin namun sebelum mereka cukup jauh berjalan jauh dari Aleya,suara Aleya menghentikan langkah mereka,"Tuan muda Deon Kavindra"ucap Aleya, Deon pun menoleh pada Aleya dan menatap nya bingung,"maafkan aku karena tidak tahu kalau itu adalah kau,mari melupakan yang terjadi pada kita,dan hidup dengan jalan kita masing-masing"ucap Aleya dengan santai, mendengar ucapan Aleya,Deon menaikkan sebelah alisnya,namun tak sempat berbicara Aleya sudah berbalik pergi meninggalkan Deon dan kedua sahabat nya yang terdiam,entah apa yang mereka pikirkan tentang Aleya tetapi kini Aleya sudah pergi menjauh dan sudah tidak terlihat lagi dari pandangan mereka,"Aleya ya?,entah kenapa wanita itu seperti pernah kulihat di suatu tempat"pikir Deon pada dirinya sendiri. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin.

__ADS_1


Waktu telah berlalu,Aleya kini sudah berada di kelas baru nya dan memulai belajar mereka sedangkan seseorang orang yang duduk di sebelah Aleya yaitu Reno yang sengaja meminta Aleya sekelas dengannya pada Kepala sekolah tengah tertidur meskipun guru sudah datang dan sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas,"huh dasar pemalas, bisa-bisanya laki-laki pujaan banyak wanita seperti dia yang tidak memiliki apapun untuk dibanggakan"gumam Aleya yang masih bisa di dengar oleh Reno,"tapi wajah tampan ku bisa memabukkan semua wanita yang melihat ku"ucap Reno yang sudah bangun dari tidurnya dan menatap Aleya dengan senyum bangga. Aleya hanya menggeleng kan kepala nya pada tingkah sahabat nya itub.Di sisi lain para siswa lain di kelas nya itu khusus nya para wanita menatap Aleya dengan tatapan tidak suka melihat keakraban Reno pada Aleya,sebab di sekolah itu semua orang tahu sifat Reno sangat lah acuh dan jarang sekali berbicara,dan juga selalu tidur pada jam pelajaran sampai selesai,dan sekarang dia malah tersenyum sambil menatap Aleya dan tidak tidur sampai jam pelajaran terakhir.


Mereka pun mendekati Aleya ketika Reno pergi ke kantin untuk memulai rencana mereka,"Aleya apa kau bisa mengambil peta benua Amerika di gudang"ucap Evril pada Aleya, tanpa rasa curiga Aleya pun menyetujui nya dan pergi untuk mengambil permintaan mereka,saat sampai di gudang Aleya mencari peta itu namun tidak menemukan nya,karena lelah mencari Aleya pun memutuskan kan untuk kembali namun pintu gudang itu terkunci dan tiba-tiba lampu di dalam nya mati suasana di gudang itu menjadi gelap. Karena panik Aleya pun menggedor-gedor pintu itu dengan sangat keras namun tidak ada siapapun yang mendengarnya karena gudang itu berada di lantai 4 yang jarang di lewati oleh orang,Aleya yang sudah lemas terduduk ketakutan sambil menangis pasalnya Aleya memiliki trauma pada kegelapan dan akan merasa ketakutan jika berada di kegelapan. Bayangan masa lalu langsung terlintas di pikiran Aleya,di kegelapan yang dingin dan menakutkan seseorang menyiksa Aleya kecil dengan memukuli nya,mencekik dan menampar Aleya dengan kasar sedang kan Aleya hanya menangis ketakutan dan pingsan,setelah itu ia terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di kamar nya namun sejak kejadian itu Aleya yang ceria menjadi wanita yang dingin dan akan sangat takut dan menangis histeris ketika berada di tempat gelap.Di tengah ketakutan Aleya menerima pesan dari nomor yang tidak di kenal,"itu akibat nya karena sudah berani merebut nya dari ku"isi pesan itu,dilantai itu memang tidak memiliki sinyal namun pesan yang di kirim ke arah itu selalu masuk namun sebaliknya pesan yang dikirim dari lantai itu tidak bisa terkirim keluar sehingga Aleya menjadi semakin ketakutan.

__ADS_1


"seseorang tolong aku,ayah tolong lele,aku takut" ucap Aleya yang menangis lemah, perlahan Aleya merasa sesak napas dan terbaring dengan payah di lantai penuh debu.


happy reading,jangan lupa like nya buat author para readers ku yang tercinta,salam dari author🥰🙂

__ADS_1


__ADS_2