Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis

Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis
Ep.1 Apa ini Prank atau isekai??


__ADS_3

Membuka mata perlahan-lahan mencoba


melihat sekitar ruangan yang terlihat sangat asing, kepalanya terasa begitu


berat dan sekujur tubuh terasa begitu sakit.


"Kepala ku pusing sekali


.... Kamar siapa ini??"


"Nona Sora, Anda sudah sadar


syukurlah", Seorang Pelayan yang berusaha mendekati wanita yang terlihat


linglung.


Pelayan-pelayan itu terus


memanggil nya Nona Sora, Ia bingung harus berkata apa kepada mereka apalagi


dengan kondisinya saat ini.


Terdengar suara langkah kaki yang


begitu cepat terlihat seorang pria paruh baya yang menampakkan wajah lega


mendatanginya, Ia memeluknya begitu erat akan tetapi membuat wanita itu


terkejut hingga melepas paksa pelukan itu.


Ia tidak tahu siapa Pria yang


mengenakan setelan jas yang terlihat mahal dan berkelas seperti seorang pejabat


tinggi atau seseorang yang memiliki pengaruh besar.


"Nama ku Reina Vivian bukan


Sora, Kalian siapa? "Wajahnya terlihat bingung.


"Sora, Ini Ayah nak .. Siapa


Reina Vivian???" Tanya Sang Ayah sembari memegang kedua tangannya.


Asisten Pribadi Ayahnya pun


menjelaskan, Reina Vivian adalah Wanita kantoran yang berusia 30 tahun dan dia


adalah wanita yang menyelamatkan Sora Harumi Matthew dari kecelakaan maut.


"Nak, Kamu beruntung di


selamatkan oleh orang baik yang bernama Reina Vivian itu"Tutur Si Ayah


penuh dengan rasa syukur.


"Woii ... Woiii.... Ini


bukan Prank atau isekai kan!!!! Ini cerita kok kayak di Novel yang gua baca sih"


Ayahnya heran melihat Sora yang


terlihat kebingungan, Segera Sang Ayah menyuruh beberapa Dokter pribadi


keluarga besar Matthew untuk melihat keadaan anaknya dan hasilnya keadaan Sora baik-baik


saja.


Reina meminta kepada mereka untuk


meninggalkannya sendirian, Ia melirik-lirik setiap sudut ruangan memperhatikan


apakah ada kamera yang tersembunyi, Namun tidak ada hal yang mencurigakan.


"Gua pasti lagi mimpi, Pejemin


mata aja mungkin gua sekarang lagi di kantor pas banget jam istirahat biasakan


gua tidur di atap”


Tidak lama Reina pun terlelap


yang memasuki alam bawah sadarnya dalam mimpi itu ia berada di tengah bukit yang


di mana terlihat seorang wanita muda yang sedang duduk di pohon besar tersebut menunggunya.


Rasa penasaran itu membuat Reina


mendekat yang membuatnya sedikit terkejut karena wajah wanita itu terlihat


tidak asing.Anak itu mengingatkan Kembali tentang pertemuan mereka di


persimpangan jalan.


*Flashback


Di kala hujan yang begitu deras dalam


perjalanan pulang Reina melihat seorang wanita yang terlihat muda yang ingin


melewati lampu lalu lintas ia terlihat sangat kacau entah itu pikiran bahkan


hatinya.


"Dek, Hati-hati disini banyak


mobil yang lewat liat tuh rambu-rambu lalu lintasnya kita belum boleh jalan"Tarik


Reina yang memegangi tangan anak itu.


Menepis tangan Reina dengan


kasar,"Lepaskan aku ... Itu bukan urusan mu, Brengsek!!!"


"Ha kasar banget ni anak,


Apa kamu lagi putus cinta kalau begitu kamu bisa cerita sama aku tenang aja aku


bakal bantu kamu kok?"Bujuk Reina melihat anak itu yang terus melanjutkan


langkah kakinya hingga ke tengah jalan yang masih terlihat sepi.


"Kalau begitu, Bantu aku


mengatakan kepada mereka maafkan aku ... maafkan aku ... Aku ... Aku sungguh


meminta maaf!!!"Teriak seraya menangis terisak-isak.


Pada saat itu Reina tidak begitu


jelas mendengar apa yang ia katakan karena hujan yang begitu deras, Saat menoleh


kearah kiri mata Reina terbuka lebar karena tampak sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ia berlari


sekuat tenaga untuk menggapai wanita malang itu.


Brukkkkkk!!!!!!!


Suara keras yang memecah


keheningan di sekitar tempat tersebut di mana sebuah mobil melaju dengan


kecepatan tinggi menerjang kedua wanita itu, Reina yang berniat ingin menolong


malah keduanya mengalami kecelakaan yang dimana tubuh Reina terpental dan saat


itu pula jiwa mereka bertukar.


Setelah mengingat kejadian itu Reina

__ADS_1


tidak bisa bergumam ia menangis hingga terisak-isak “Padahal aku ingin


melindungi mu … Terus kenapa hiks hiks?”


“Mungkin ini hukuman dari Tuhan


karena aku yang begitu buruk”


“Jangan berbicara seperti itu aku


semakin ingin menangis”Berusaha menghapus air matanya.” Dan waktu itu kenapa


kau menangis, Sora?”


“Tentang itu aku akan membagikan


ingatan ku padamu Kak Reina”Jawab wanita muda itu yang menyandarkan keningnya


di kening Reina.


Dalam ingatan itu sebelum


kecelakaan ia ingin menemui William Kei Dominic calon tunangannya, Ia


membawakan cemilan kesukaan Kei yang biasa mereka makan saat masih kecil.Tepat


di taman belakang rumah Kei langkahnya seketika terhenti sekujur tubuhnya


terasa di tusuk jarum-jarum bibirnya bergetar melihat orang yang ia cintai


mencium wanita lain.


Wanita itu adalah cinta pertama


Kei yang bernama Ella Jovanka, Ia adalah Wanita sederhana yang cantik dan


lembut sangat berbeda jauh dari Sora yang memiliki kepribadian yang buruk.


Sora dengan kasarnya melempar


cangkir berisi teh kearah Ella, Hingga kepalanya terluka namun itu tidak


membuatnya puas ia menarik rambutnya dengan kuat seraya menghina keluarga Ella


yang seorang pengusaha kecil.


Kei yang murka melihat kekasihnya


di perlakukan seperti binatang, Ia menampar Sora hingga berulang-ulang kali.Bibir


Sora terluka karena tamparan yang begitu keras untuk pertama kalinya Kei begitu


kasar padanya.


"Kei, Kenapa?Aku ini Tunangan


mu?"Sora berbicara sembari menangis.


"Bukannya aku udah


berkali-kali mengatakan padamu, Pertunangan itu palsu dan Aku tidak pernah


menyukai mu ... Yang aku cintai cuma Ella lagian .... Bagaimana mungkin aku


bisa menyukai wanita yang jahat dan kejam seperti mu!"Makinya yang


menyudutkan Sora, Ia mengendong Ella yang terlihat sudah tak mampu bergerak.


Tidak terima dengan semua ucapan


Kei ia berlari sekuat tenaga di tengah hujan deras itu air matanya terus


berjatuhan. Ia terus mengingat kembali saat mereka berdua masih kecil, Kei


kecil berjanji akan mencintai dan menikahinya Namun semua itu hanya permainan


Sora bergegas pulang ke rumahnya


ia ingin ibunya membantu dirinya, Untuk menghancurkan keluarga Ella dan


mengambil Kei di sisinya lagi.


Namun Ibunya malah


berbisik,"Kau itu Monster, Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta


dari siapa pun bahkan dari diriku."


Sontak Sora tidak bisa berkutik


lagi mendengar bisikan itu rasanya seperti pisau yang sangat halus namun begitu


tajam hingga menusuk jantung nya berkali-kali, Bibir nya bergetar ia tidak bisa


berucap Sora pikir Ibunya berada di pihaknya ternyata itu salah, Ia baru


menyadarinya selama ini Sang ibu juga membencinya.


Di tengah hujan deras ia berjalan


sempoyongan matanya bengkak karena air mata yang terus bercucuran, Beberapa


Pelayanan yang membujuknya tidak ia pedulikan.


"Tuhan apa ini sebuah karma


untuk diriku aku tidak memiliki siapapun di sisiku mereka semua membenci ku,


Tuhan Berilah aku kesempatan untuk meminta maaf kepada mereka" Menatap


langit dengan tatapan putus asa.


Terlepas dari ingatan yang di


berikan Sora, Ia malah terbangun dari mimpinya. Mengingat cerita itu membuat


dadanya terasa begitu sesak dan tidak bisa menahan air matanya.


“Semua ingatan Sora berada di


dalam kepala ku”


Ketika Reina sudah tenang, Ia


mencoba berjalan perlahan-lahan menuju cermin yang berada di sudut ruangan.


"Ayah ... Ibu apa yang harus


aku lakukan kenapa .... Kenapa aku jadi semuda ini dan begitu cantik .... Wah


Matanya belok,langsing,kulit putih tapi dadanya masih gedean punya gua


...."Cengar-cengir di cermin kemudian ia teringat kembali tentang dirinya


yang di pecat,”Hah gua ingat Bos sialan itu mecat gua tanpa pesangon!Sumpah gua


gak mau ketemu manusia itu lagi”.


Sebelum kecelakaan itu terjadi Reina


di pecat karena di tuduh mengambil dokumen milik Bosnya yang mana terdapat desain


laptop yang ingin segera mereka rilis sialnya lagi ia mendapatkan makian yang


membuatnya menyesal bekerja di perusahan itu.


Presdir itu begitu kasar


mempermalukan Reina di depan semua orang,"Seharusnya saya dari dulu mecat kamu,

__ADS_1


Lebih baik kamu pulang saja usia mu yang sudah tua itu seharusnya menikah dan


diam di rumah".


Reina sudah mengabdi di


perusahaan itu hampir 6 tahun, Sebelum Presdir lama meninggal dan di gantikan oleh


anak sulung nya yang sangat keras kepala dan menyebalkan.


Selama ini hidup Reina begitu


sulit ia berusaha bertahan meskipun ia bisa hancur seketika,Saat berumur 13


tahun kedua orangtuanya sudah tiada dikarenakan sebuah kecelakaan dia hidup sendiri


selama ini karena tidak ada satu pun keluarganya yang bersedia membawanya


pulang.Untung saja Ayah nya memiliki tabungan yang cukup untuk Reina hingga


bisa memasuki perkuliahan meskipun Reina harus banting tulang dengan kerja


sambilan.


***


Terdengar ketukan pintu dari seorang


Pelayan dengan gemetarnya  menghampiri


Reina yang berdiri di depan cermin, Saat Reina berbalik ia begitu gelagapan


hingga tangan nya gemetar terlihat banyak luka di tangan pelayan itu karena


ulah Sora yang sering melukai nya.


Bisik Hati Reina," Baiklah Sora aku akan membantu mu menebus semua kesalahanmu sehingga mereka bisa


memaafkan mu, Kali ini kau harus jadi anak yang baik."


Reina memegang kedua tangan


Pelayan itu akan tetapi ia malah terkejut dan menarik tangannya sehingga


cemilan itu jatuh ke lantai.Pelayan itu sontak meminta maaf berkali-kali, Reina


pun membalas dengan senyuman ia mengambil cemilan itu dan langsung memakannya.


"Nona apa yang kau lakukan


itu kotor ..."


"Belum Lima menit kok ...


Apa ini buatan mu enak sekali"


Suasana menjadi hening


Pelayan itu membisu tidak berbicara


sepatah katapun


"Ah ia hari ini kamu ke


klinik keluarga yah, Obati luka mu jika ada yang bertanya katakan ini perintah


Nona muda Sora .... "


"Tapi Nona .... Saya tidak


apa-apa " Ia terlihat bingung dengan Sora yang terlihat berbeda.


"Maafkan aku tangan ini


terluka karena diriku ... Apa mau aku yang obati???" Memegang tangan


Pelayan itu lagi.


"Nona tidak perlu biar saya


pergi ke klinik"Pelayan itu pun langsung pergi menuju klinik.


Reina yang sudah leluasa berjalan


ia pun mengelilingi rumah yang bagaikan istana itu,Tidak terpikir oleh nya akan


hidup semewah ini.


Ia menemui Asisten Pribadi Ayahnya


menanyakan tentang Pemakaman wanita yang bernama Reina Vivian, Ternyata


Pemakaman sudah di urus oleh seseorang yang tidak di kenal. Karena tidak sabar


mengunjungi Sora ia meminta salah satu Pelayan mengantarnya.


"Kau mau kemana?? Baru saja


sadar udah mau keluyuran”,Ketus Seorang ibu yang menajamkan matanya.


"Sora ini benar emak lho


... Kok gini amat sih kayak emak tiri sinetron ajah"Bisik Hati Reina.


"Maaf Ibu, Jika ibu tidak


mengizinkan aku tidak akan pergi kok" Tutur lembut Reina yang membuat


semua orang terkejut bahkan adiknya yang ingin berpura-pura menangis yang sedang


mencari perhatian dari ibunya, Air matanya tidak jadi keluar.


"Ada apa dengan dirimu...


"Tanya si ibu penuh kejut.


Reina membalas dengan senyuman


tipis,"Aku sehat-sehat saja ibunda."


Tiba-tiba seorang Pelayan


menyuruh Reina kembali ke kamarnya karena ayahnya sudah menunggu sejak tadi, Reina


pun berpamitan dengan sopan nya kepada mereka berdua. Ibu dan Adiknya berpikir


bahwa Sora sedang membuat rencana agar bisa menipu semua orang dengan berubah


seperti orang baik.


Ayahnya pun menanyakan kembali


keadaan nya, Reina pun bersikap seolah-olah ia adalah Sora yang begitu manja


kepada Ayahnya, Agar kerutan di dahi nya tidak terlihat lagi.


Ayahnya mengatakan bahwa ia untuk


sementara akan cuti, Perkuliahan nya akan di tunda sampai ia benar-benar pulih


kembali, Akan tetapi dia menolak karena pastinya sangat bosan jika berdiam diri


di rumah ini. Lagian dulunya dia seorang kutu buku akut.


Ayahnya sedikit heran Ia tahu


anaknya sangat malas kuliah tetapi saat ini anak itu begitu ingin kuliah, Membuat


hati ayahnya begitu senang melihat anaknya sudah berubah.

__ADS_1


__ADS_2