Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis

Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis
Ep.15 Di Jenguk Lima Cogan


__ADS_3

Bunyi kicauan burung di sudut jendela menganggu tidur wanita yang telah lama tidak sadarkan diri itu.


Ketika melihat jam dinding tepat di hadapannya sudah menunjukkan pukul enam pagi, Bahkan di sampingnya juga sudah tidak ada Pria angkuh nan menyebalkan yang selalu membuat dahinya mengkerut.


Berkali-kali menguap Sora berjalan memasuki kamar mandi untuk membasuh wajahnya, Akan tetapi jalannya terhenti setelah melewati maha karya tuhan yang tidak boleh ia lewatkan.


Menghindari dari pantulan cermin yang dimana Sora akan membasuh wajahnya di wastafel,"Jika kau berani melihatku dari cermin aku akan benar-benar membunuhmu!" Cetus Pria yang meninggikan suaranya karena melihat kelakuan Sora yang tak henti-henti membuat nya geram dan segera ia mengenakan handuknya.


Pipi Sora mulai berubah menjadi merah muda karena melihat maha karya indah itu, Tapi ia berusaha menjawab dengan tenang,"Hei apa kau lupa aku ini wanita berumur tiga puluh tahun tentu saja sudah mempunyai banyak pengalaman, Bagiku itu biasa saja!😗"


"Hee Sudah biasa? Jangan bercanda Bukannya kau itu perawan tua pacaran aja gak pernah!!"Mendekati Sora yang mulai membasuh wajahnya.


"Dasar bocah!! Kau tahu apa sih tentang diriku!!" Sora yang mengamuk karena tidak terima di bilang perawan tua.


"Kenapa emang kenyataan nya begitu lagian umur kita cuma beda tiga tahun jangan sok-sokan lebih tua ya !! ini sikat gigi mu"Sebut Shin seraya menyikat gigi nya.


Di saat lengah Sora yang telah selesai menyikat gigi nya itu melakukan hal yang tidak boleh di tiru oleh pembaca setia novel ini. Bagaimana tidak dalam sekejap Sora menarik handuk Shin yang dimana di kamar mandi itu tidak ada lagi handuk yang tersisa karena yang sudah di pakai di bawa ke laundry.


Ia mencoba berlari melewati pintu keluar kamar mandi, Pria itu sejenak membeku ia tidak menyangka ada wanita yang tidak tahu malu seperti dia.


Untung saja Shin mempunyai kaki yang panjang hingga secepat mungkin dia menyusul Sora yang sudah di depan pintu kamar mandi, Hendak membuka pintu tapi sudah terlambat karena kedua tangan Shin menahan pintu yang mana wanita itu berada tepat di hadapannya. Bahkan wanita itu pun tidak bisa di buatnya bergerak ia tidak peduli lagi dengan dirinya yang sedang telanjang bulat bahkan tatapan Shin pun berubah seperti rubah licik yang ingin melakukan sesuatu pada Sora.


"Gawat!! ini posisi 18+, Gua harus kabur kalau gak? Bisa mimisan gua!!"


Sora berusaha mendorongnya tapi tetap saja gagal karena Pria yang menatapnya itu mempunyai tubuh yang besar dan kuat, Tidak ada pilihan lain dengan beraninya wanita yang ingin lari dari Pria yang sedang telanjang itu ia pun mengigit dengan geram leher Shin membuatnya terkejut dan memegang lehernya yang terasa sedikit perih.


Kesempatan Sora untuk kabur berhasil, Ia pun membuka pintu yang masih menggenggam handuk Shin.


Membuka pintu bersamaan mengejek Shin,


"Haha kau tidak bisa menangkap ku Shin dasar bego .... " Menoleh ke samping,"Ha!!!😱" Terkejut melihat sosok dua Pria yang pastinya ia sangat kenal.


Belum sempat Sang Ayah bertanya tentang keadaan nya tiba-tiba Shin keluar tanpa berbusana.


"Kau kira bisa lari diriku!!!....." Menarik tangan Sora dan belum menyadari dengan kedatangan Tuan Matthew dan Adik kecilnya yang terbelalak melihat Shin yang telanjang bulat.

__ADS_1


" Kak apa yang kau lakukan?" Adik yang tercengang melihat sang Kakak.


Sontak Shin terkejut ia tidak menyadari kehadiran mereka berdua, Sora pun menutupi Shin dengan handuknya. Terlihat Shin sangat malu dengan kejadian tadi, Ia pun masuk kembali ke kamar mandi dan meminta Kei mengambil setelan kerja nya.


"Aku seperti nya udah keterlaluan deh!! Dan gimana jelasin ke Ayah!!"


"Apa Ayah ganggu nih, Hehe ..." Ejek Sang Ayah yang berpikir anaknya sedang saling menggoda dengan Shin.


Jawab Sora," Ayah tadi kami cuma sedang bercanda, Jadi jangan berpikir aneh-aneh yah hihi ....".


"Cuma bercanda? Bagaimana itu bisa di bilang bercanda ... "Kei yang baru keluar dari kamar mandi.


"Seriusan cuma bercanda? ....." Sora yang mencoba menjelaskan itu langsung di peluk oleh Kei.


Leonardo yang tahu bahwa Kei selama ini sangat menderita karena anaknya belum sadar ia pun memberi mereka berdua waktu, Ia mengatakan bahwa nanti sore akan menjemput Sora karena ibu dan adiknya sudah menunggu di rumah.


"Ibu dan Lily menunggu ku, Apa itu benar? Senang nya mendengar itu dan satu lagi kenapa Kei belum ngelepasin gua rasanya sesak!


Ketika Kei melepas pelukannya itu, Ia meminta maaf tentang kejadian lalu yang di mana menuduh dan menyudutkan Sora. Apalagi Sora yang terbaring lemah cukup lama itu adalah kesalahannya.


Tentu saja Sora memaafkan anak itu yang sebenarnya bukan kesalahannya, Ketika menghapus air mata anak itu.


Kei kembali memeluk Sora begitu erat rasanya tidak ingin ia lepaskan karena takut akan terjadi sesuatu lagi pada wanita itu dan untuk pertama kalinya ia begitu merindukan teman kecilnya itu, Ingin ia kecup kening wanita yang masih berada dalam pelukan nya, Tapi belum sempat mengecup keningnya kakaknya pun keluar dari kamar mandi.


"Apa udah selesai reunian nya?" Memperhatikan sang Adik yang wajahnya memerah dan malu karena ketahuan ingin mengecup Sora yang dulunya selalu ia tolak,"Oh Sora sebentar lagi ada orang yang akan menjenguk mu!!"Shin melihat ponselnya agar Adiknya tidak merasa canggung.


Sora sedikit penasaran, Apa dia dulu punya teman selain Kei Sedangkan Kei ingin bertanya tentang kejadian Kakaknya yang keluar tanpa berbusana tapi ia tidak berani membuka mulut menanyakan hal itu bisa-bisa ia di usir oleh Kakaknya.


Di waktu yang sama tiga pria tampan mengenakan setelan jas melewati para perawat dan petugas kesehatan yang sedang bekerja. Para hawa itu tercengang melihat ketiga Pria yang punya nilai-nilai yang berbeda yang di sudut kiri Pria yang tampan berperawakan lembut dan halus membawa kotak makan sedangkan di sudut kanan Pria yang terlihat tampan tapi sedikit arogan yang membawa banyak bunga yang terakhir berada di tengah Pria tampan yang bermulut manis yang suka menggoda membawa buah-buahan.


Jay yang enggan masuk ke dalam ruangan itu di paksa oleh Ray yang menarik tangan besar nya itu. Sora di kagetkan kedatangan mereka bertiga menampakkan wajahnya yang terkagum-kagum dengan penampilan mereka bertiga.


" Kyaaa😍 ..... Kalian ganteng banget!!!" Mengambil ponsel dengan tangan lincah itu memotret mereka bertiga.


"Berani sekali mengambil gambar ku, Apa kau lupa sedang berhadapan dengan siapa?" Jay yang mulai mengintimidasi sambil menghapus foto nya.

__ADS_1


"Maksudnya berhadapan dengan gorila😒!!!"Kesal Sora karena foto mereka bertiga sudah di hapus.


"A... Apa Gorila! Kau!"Hendak memiting Sora namun tangannya di tahan Ray yang sedang menahan tawa. Pasalnya Kakaknya ini tubuhnya memang sangat besar karena otot-otot yang ia latih.


"Sora apa kau mau ku suapi??" Tanya Bastian seraya menuangkan bubur yang Ray buat tadi pagi.


Jawab Kei,"Jangan harap anak ini mau di suapi orang lain, Kecuali diriku ..."Berbangga diri.


"Bastian... Aaaaaaaaaa" Membuka mulut menghadap Bastian yang membuat Kei terkejut sebab ia tahu Sora tidak mau jika di suapi pria lain.


Melihat Sora sudah membuka mulutnya itu, Ia pun tersenyum tipis dan menyuapi wanita yang dulu pernah ia kenal.


Seraya di suapi, Bastian menyingung kembali tentang pakaian Maid yang ia pakai saat pertarungan mereka dengan Mafia. Sora pun menjelaskan kejadian itu mereka pikir wanita itu sengaja mengenakan pakaian yang seperti seorang cosplayer.


Ketika mereka berempat sibuk berbincang,


Shin dan Jay memilih keluar dari ruangan yang sangat berisik itu. Sora yang memperhatikan mereka berdua sepertinya sedang menyelidiki sesuatu yang tidak boleh di ketahui orang lain.


"Tentang obat itu, Aku sudah menyelidiki nya obat depresi yang gagal di kembangkan karena bisa menyebabkan kematian jika pengunaan berlebihan" Jay yang memperlihatkan ponsel nya yang dimana pernah terjadi kematian pada pasien sakit jiwa.


"Huh ini benar-benar merepotkan?Aku ingin kau menyelidiki ini lebih lanjut sepertinya mereka masih memproduksi obat ini dan cari siapa orang itu" Pinta Shin yang hendak berdiri dari tempat duduknya.


Jay pun menerima permintaan Shin, Ia pun masuk kedalam ruangan Sora yang dimana ia melihat Ray sedang menyisir rambut anak itu.


Akhirnya mereka pun pamit karena akan bekerja begitupun Kei yang ada kelas siang ini.


"Kalian! Terimakasih banyak!" Menunduk seraya mengusap air matanya. Entah kenapa saat ini hati nya terasa begitu hangat ia tidak merasa kesepian lagi seperti dulu.


Ray pun memeluk Sora ia berkata," Kamu ini cengeng banget sih".


"Dulu Ayah juga bilang aku cengeng hee, Aku jadi ingat kalung yang di berikan Ayah tapi sudah lama kalung itu menghilang saat aku perjalanan dinas di luar kota"


Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan Sora, Terlihat wajah mereka kembali ceria begitupun Kei yang sudah sangat lega. Ia pun di beritahu Ray untuk meminta maaf kepada pacarnya yang selalu menunggu nya di kelas sendirian.


__ADS_1


__ADS_2