
Pagi itu seorang Pria yang mengenakan kemeja hitam panjang di padukan Ankle Pants berwarna abu muda memasuki kamar dan membuka gorden jendela sehingga terik matahari itu tepat mengenai mata wanita yang tadinya masih tertidur pulas dengan iler yang sudah mengering.
Membuka mata melihat Pria tampan sungguh anugerah baginya tapi sayangnya Pria itu mantan bosnya yang menjengkelkan yang bagi dirinya sebuah malapetaka. Shin berkata jika dia siang ini akan ke rumah lama Wanita itu sebelum ia di sibukkan kembali.
Mendengar ucapan itu membuatnya tanpa sadar langsung memeluk Pria yang bertubuh tegap itu, Akan tetapi pelukan itu membuat Shin merasa risih dengan wajah kucel dan iler Sora yang sangat di hindari nya.
Sang Ibu yang sedikit kepo dengan kedekatan anaknya itu dengan Shin, Ia berpura-pura menawarkan sarapan bersama seraya melihat anaknya yang masih di dalam pelukan Shin. Semakin hari Mariana terlihat berbeda dari biasanya ia sedikit demi sedikit lebih bersikap lembut kepada anak sulung nya itu.
Sora yang sudah berkemas dan berjalan melewati anak tangga tidak melihat Lily di antara mereka, Pikirnya mungkin ia takut kepada Shin yang tahu kejahatan yang diperbuatnya. Ia mencoba bertanya pada Ayahnya ternyata Lily pagi ini sedang piket jadi dia tidak bisa ikut sarapan bersama mereka.
Sora pun duduk di samping Mariana yang sudah menyiapkan nasi goreng kesukaan anaknya itu, Sang Ayah menceritakan bahwa ibunya sengaja hari ini masak untuk anak sulung mereka itu yang membuat istrinya terlihat malu dan salah tingkah sudah lama ia tidak memasak terakhir kali dia masak saat Sora masih kecil.
Tentunya mendengar cerita Sang Ayah membuat hati Sora begitu senang, Ia mengecup pipi ibunya dan berkata ia bahagia sekali memakan masakan spesial dari Sang Ibu. Tapi Mariana masih berusaha acuh kepada anaknya sebenarnya ingin ia peluk anak itu tapi setiap melihat nya dia selalu mengingat kejadian lampau yang mana Sora mendorong Adiknya ke sebuah danau.
Setelah sarapan Shin pun mengantar wanita itu ke kampusnya, Ia mengatakan akan menjemput Sora pukul dua siang.
Di dalam mobil Shin terlihat begitu fokus melihat jalan namun sesekali ia bertanya tentang apa Lily tidak melakukan sesuatu di kamarnya, Tentunya belum ada pergerakan sama sekali dari Lily seakan-akan semua ini seperti sudah ada yang mengatur bahkan Adiknya itu terlihat lebih tenang.
Sorot mata Shin menampakkan betapa khawatir nya dirinya jika dia membiarkan wanita itu tetap di rumah itu Tapi dia juga tidak bisa harus terus-menerus menginap di rumah Tuan Matthew. Apalagi sekarang Tuan Matthew memvonis bahwa Shin jatuh cinta kepada anaknya.
"Jangan khawatir aku baik-baik aja kok? Kamu gak perlu jaga aku terus?"Berbicara memandang Shin yang matanya terlihat khawatir kepada nya.
__ADS_1
Ucapan wanita itu tidak menjawab kekhawatiran Shin, Ia mungkin akan mencari jalan keluar agar bisa melindungi wanita di sampingnya ini.
Wanita itu ingin jika dia di berhentikan di halte sebab ia merasa tidak nyaman dengan mahasiswi di kampus yang memperhatikan kedekatan mereka berdua apalagi Pria berwajah datar ini adalah idola mereka. Alasan itu pun di terima Shin, Ia pun memberhentikan mobilnya dan menunggu hingga wanita itu memasuki bus yang langsung menuju kampusnya.
* Ruang Kelas
Ketika Sora duduk di dekat Ella ia pun menceritakan keluhannya sejak tadi di tatap dengan jijik yang lebih parah dari pada biasanya, Curhatan itu terjawab saat Ella menunjukkan kepadanya Grup Kampus yang menceritakan tentang Sora yang menggoda dua Pria tampan dan Kaya.
Mata Sora menyipit melihat komentar-komentar mereka yang mengatakan bahwa dirinya wanita murahan yang senang bermain dengan banyak Pria. Kei juga melihat komentar itu malah tertawa terbahak-bahak pasalnya ia tahu wanita di sisinya itu jauh berbeda jika di bilang penggoda lebih tepatnya dia sama sekali tidak punya sisi seperti itu.
Kelas di mulai dosen pun memberikan beberapa materi yang akan masuk dalam ujian yang akan di adakan minggu depan. William Kei Dominic adalah Pria yang pintar dan selalu mendapat nilai yang sangat bagus sehingga tidak ada yang menyainginya , Namun kali ini ia mungkin akan mendapatkan rival yang berat seorang wanita yang dulu selalu mendapatkan nilai paling botot kini nilainya selalu menyamai Kei yang teratas.
Kei menantang wanita yang berada di sampingnya itu, Jika Sora mendapatkan nilai tertinggi dia akan mengabulkan semua permintaan wanita itu. Kebetulan wanita ini sangat menyukai tantangan dan tidak mau kalah ia pun menyetujuinya dengan senang hati.
Kei pun memperjelas alasan bahwa kakaknya muak dengan wanita adalah karena dulunya saat di bangku SMP ia pernah mendapatkan sebuah cake dari seorang wanita yang jatuh cinta padanya, Merasa tidak nyaman dengan kebaikan wanita itu dengan terpaksa dia pun menerima cake dan memakannya saat pulang sekolah akan tetapi saat memakan Cake itu membuatnya muntah pasalnya di dalamnya Cake itu berisi sebuah gulungan rambut. Semenjak itu ia muak dengan wanita apalagi berhubungan dengan percintaan.
"Huh aku gak nyangka dia pernah mengalami hal itu, Apa dia begitu trauma?"Bisik Hati Sora sambil memandang ponselnya.
...****************...
Siang itu tepat pukul dua siang di depan halte Sora sudah menunggu Pria yang berjanji ingin menjemput nya, Ketika memasuki mobil ia memikirkan kembali tentang pembicaraan nya dengan Kei saat di kelas. Merasa di perhatikan tentunya Shin bertanya apa yang terjadi pada wanita itu yang menatap dirinya sejak tadi tentunya Sora tidak bisa menceritakan traumanya itu dan ia pun merubah topik pembicaraan mereka yang akan menuju rumah lama Sora.
__ADS_1
Sesampai disana mereka berdua pun menuju ke rumah pemilik kontrakan yang sedang menghitung uangnya, Sora mengingat kembali tentang Pemilik kontrakan nya yang sangat baik padanya saat dia telat bayar kontrakan. Saat itu Shin memperkenalkan diri sebagai kerabat Reina Vivian seketika mendengar nama itu kedua mata ibu itu terlihat begitu pilu.
"Sebenarnya banyak sekali orang-orang ingin menyewa rumah itu tapi aku selalu menolak mereka karena aku yakin keluarga nya mungkin saja datang, Aku lega sekali pasalnya aku juga bingung harus bagaimana mengurus rumahnya yang banyak sekali barang-barang antik dan buku-buku" Sebut Sang Ibu Kontrakan yang membawa mereka ke rumah itu.
Mendengar cerita Ibu Kontrakan itu membuatnya terharu dan memeluk wanita tua itu.
"Ibu kontrakan makasih banget yah ...." Tutur lembut Sora karena bersyukur barang yang ia punya tidak di bakar.
Ketika memasuki rumah itu Shin begitu terkesima bagaimana tidak rumah kontrakan yang satu-satunya di lantai satu yang memiliki halaman belakang yang di penuhi tanaman bunga milik Sora meskipun ada beberapa yang sudah layu bahkan di penuhi barang antik dan buku-buku kuno membuat nya merasa sangat penasaran.
Ibu Kontrakan pun meninggalkan mereka berdua, Saat itu Shin mulai bertanya tentang kehidupan wanita itu yang ia tahu bahwa wanita ini hidup sendiri saat kedua orangtuanya sudah meninggal.
Dengan senang hatinya wanita itu menceritakan tentang dirinya saat berumur 13 tahun ia hidup sendiri tanpa seorang pun keluarga yang ingin memungutnya dia pun tidak tahu apa yang terjadi sehingga mereka tidak ingin mengurus dirinya. Untung saja saat Sora kecil Ayah dan Ibunya sudah menyewa rumah itu dengan jangka panjang, Jadi ia mulai membayar sewa saat wanita itu memasuki bangku SMA dan saat itu lah hidupnya di mulai yang mana di pagi hari ia bersekolah dan di malam hari ia bekerja menjadi seorang Pelayan di sebuah mini market begitupun saat hari libur dia pun full bekerja di sebuah rumah makan siap saji, Jadi selama ini dia tidak pernah merasakan libur sama sekali.
"Bagaimana bisa kamu sekuat itu?" Bertanya dengan perasaan campur aduk yang mana dia tidak ingin menampakkan rasa empati nya kepada wanita di sampingnya yang memegang foto kedua orangtuanya.
"Tentunya karena mereka, Aku bisa sekuat ini karena mereka berdua" Menunjukan foto kedua orangtuanya.
*
Terimakasih untuk semua pembaca setia mohon dukungannya yah ....
__ADS_1
😘