
"Reina Ayah ada beliin kamu sesuatu?? Coba tebak hayoo???" Seru Sang Ayah memegangi sebuah kotak kecil.
"Ayah, Sora tidak tahu???" Reina yang tidak sengaja menyebut nama yang telah ia lupakan.
"Siapa Sora?? ..... Apa dia teman mu"Tanya Sang Ibu yang membawa cemilan kesukaan Reina.
"Sora? Siapa ya??.." Reina yang terlalu lama di alam mimpi melupakan sosok orang yang bersamanya selama ini.
Ayahnya pun membuka kotak yang berisi sebuah kalung kuno dengan liontin batu permata berwarna biru tua, Reina pun begitu senang mendapatkan hadiah berharga itu tapi sejenak ia terdiam melihat warna liontin itu mengingatkan nya tentang seseorang.
"Liontin ini warnanya mirip mata Shin, Hehe ... Ha Siapa Shin??" Reina terlihat kebingungan, Pasalnya saat ini ia melupakan ingatan dunia nyatanya dan berpikir bahwa dia Reina yang masih berumur lima tahun.
"Reina sayang kenapa kamu jadi bingung begitu? Kamu kok kelihatan sedih?"Tanya Ibu yang melihat anaknya yang merenung diam melihat langit.
Sahut Sang Ayah yang memeluk anaknya dari belakang," Reina, Jika kau sedih pengang erat kalung itu pasti kamu bisa kembali ceria lagi karena kalung itu bukti cinta Ayah dan Ibu kepada mu".
Reina tidak bisa bergeming mendengar
ucapan yang pernah ia dengar sebelumnya yang membuat nya tersadar bahwa ia sedang berada dalam alam bawah sadar, Dia mengingat kembali di mana ia yang sekarang sudah berumur tiga puluh tahun.
"Aku melakukan kesalahan, ini tidaklah nyata mereka berdua sudah tiada"
Tiba-tiba Reina mendengar suara di dalam hati kecilnya tentu saja suara itu dari Sora, Ia mengatakan bahwa Reina harus kembali ke dalam dunia nyata.
"Tapi aku tidak ingin pergi, Aku ingin tetap berada di dalam kenangan ini bisa melihat mereka adalah keinginan ku!".
Karena hasrat yang begitu kuat ingin bertemu kedua orangtuanya menciptakan mimpi dengan kenangan masa lalu yang tanpa sadar menjebak dirinya sendiri.
*
*
Rumah Sakit
Malam sunyi itu, Seorang Pelayan menyiapkan piyama untuk Shin yang masih berada di kamar mandi bak hotel bintang lima yang dimana dia sedang menikmati berendam di bathtub .
Berjalan keluar dari kamar mandi setelah cukup lama menikmati air hangat, Dia hanya mengenakan baju handuk yang memperlihatkan bagian dadanya yang bidang dan kekar. Suhu kamar wanita yang terbaring lemah itu di buat sehangat mungkin yang mana membuat Shin tidak betah di dalam kamar itu.
Mencari-cari dimana ia meletakkan ipad nya pada akhirnya ia menemukannya di meja tepat di samping bed Sora, Ia pun duduk di samping wanita yang mengenakan pakaian berwarna putih itu, Shin hanya menghidupkan lampu kamar mandi saja karena semakin banyak lampu yang di hidupkan rasanya udara sekitarnya semakin panas.
Shin begitu fokus melihat iPad nya yang dimana sedang mencari terapi agar cepat menyadarkan seseorang pada saat koma. Karena dia sudah begitu lelah mencari dokter untuk anak itu ia pikir mungkin hal sekecil ini bisa membantu.
__ADS_1
"Panggil namanya?Ceritakan hal-hal yang menyenangkan? Hal yang menyenangkan mungkin tentang Kei, Selama ini yang aku tahu dia hanya menyukai kenangan bersama Adik ku?"
Dengan konsentrasi yang penuh Shin mulai mencoba memanggil nama Sora Harumi Matthew selanjutnya mulai menceritakan hal-hal yang menyenangkan yang dimana saat kecil ia sering bermain dengan Kei.
Alhasil
Sunyi ..
Krik krik krik ......
No Respon ...
"Apa terapi ini cuma tipuan aja😡, Hah buang-buang waktu saja lebih baik aku tidur!"
Langkahnya terhenti memandang buku kuno dan misterius itu, Menelan Saliva karena bisa saja saat ini ia sedang melakukan hal paling bodoh tapi detak jantung nya semakin laju memikirkan bahwa ia harus melakukannya.
Bibir kecil nan tipis milik Shin itu mendekati telinga Sora ia berbisik," Reina Vivian bangun lah,Jika tidak aku akan memakan mu😈!!" Hanya ancaman saja yang bisa ia ungkapkan kepada mantan pegawai nya itu.
Percobaan kedua
Sunyi!
"Ya tuhan aku memang sudah gila!!" Shin berdiri dari tempat duduknya tiba-tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang menarik baju handuknya, "Huaaaaaaaaaaa😱!!!!!!"Jerit Shin dengan wajah panik pasalnya Sora terbangun dengan raut wajah yang menyeramkan apalagi wajah pucat dan mengenakan pakaian berwarna putih.
👻👻👻
"Bos beraninya kau ingin memakan ku!!!!"Ketus Sora yang belum melepaskan genggamannya menarik handuk mantan Bos nya itu.
Ketika anak buah Shin masuk ke dalam ruangan karena mendengar teriakkan tuannya mereka menghidupkan lampu yang membuat Sora tersadar.
"Mau berapa lama narik handuk ku, Apa kau sangat ingin melihat ku telanjang!!" Lirik Shin yang berusaha menahan malu karena tadi berteriak histeris.
"Aku gak tertarik, Cih!!!😒"Membalas jawaban Shin dengan acuhnya seraya melepas genggamannya.
Shin yang sudah memakai pakaiannya itu pun menyuruh anak buahnya memanggil dokter yang sedang berjaga malam, Ia memperhatikan anak itu begitu intens yang bisa di katakan bahwa penyelidikan nya tentang perubahan Sora sudah selesai.
"Hm!! Jangan melotot gitu dong! Ia nanti aku ceritain semua tapi sekarang aku lapar banget🥺" Tutur Sora yang sudah tahu pasti bahwa dia sudah ketahuan oleh Shin pasalnya saat menolak untuk kembali ke dunia nyata ia malah mendengar suara pria yang sangat ia benci menyebut namanya, Suara itu juga membuat nya sadar bahwa dia tidak boleh mati karena ingin membalas perbuatan si Bos dan membantu mengubah kehidupan Sora.
Pada saat Dokter datang memeriksa Sora, Shin pergi keluar mencari makanan untuk wanita yang sudah lama tidak ia sebut namanya. Setelah mengambil pesanan nya di Restoran yang tidak jauh dari rumah sakit ia langsung kembali di temani oleh supir pribadi nya yang sudah menunggu di mobil.
Sepanjang perjalanan pulang ia berusaha menenangkan dirinya yang dimana dirinya merasakan dilema, Dia sedih mengetahui bahwa anak kecil yang pernah ia asuh itu selama ini sudah meninggalkan dunia ini dan kenyataan bahwa Reina masih hidup membuat nya lega karena ia selama ini sangat menyesal dengan kejadian kecelakaan yang menimpa Reina seharusnya waktu itu ia tidak memecat pegawai yang selalu di andalkan nya itu.
__ADS_1
Di waktu yang sama setelah di periksa keadaan Sora terlihat sangat bagus, Tubuhnya juga tidak terlihat pucat dan dingin lagi. Peralatan medis pun sudah di lepas salah satu perawat , Sehingga memudahkan Sora bergerak.
"Aku mau ke toilet boleh kan?" Tanya Sora kepada Dokter yang tengah berbincang kepada anak buah Shin.
Dokter itu pun mengiyakan karena ia pun sudah terlihat baik-baik saja.
"Gila! Kamar mandinya juga besar banget! Serasa nginap di hotel bintang lima??"Seru Sora yang membuka pakaiannya karena tubuhnya sejak tadi terus berkeringat," Mandi pake air hangat emang paling enak, Oh iya Shin apa dia pulang ... Huh gua gak peduli!".
Tidak lama Shin pun datang ia menanyakan kepada anak buahnya gimana keadaan Sora, Ia pun mendapatkan penjelasan dari anak buahnya yang sedang menunggu di luar.
Masuk ke dalam kamar Shin dikejutkan dengan Sora yang baru keluar kamar mandi dengan mengenakan piyama miliknya yang terlihat kebesaran.
"Itu kan baju ku!Baju mu itu ada di lemari huh ... Dasar buat bad mood aja!"Omel Shin yang masih memegangi makanan untuk Sora.
"Aku kan gak tau? Kamu itu gak bisa ya kalau gak marah-marah😒"Duduk di sofa dengan mengisyaratkan Shin untuk meletakkan makanan nya di meja.
"Oya apa kau ngerasa sudah seperti Tuan putri??" Lanjut omel Shin tetapi walaupun begitu ia tetap mengikuti isyarat yang di berikan Sora.
"Hihi sekali-kali gak apa-apa kan, Oh ia Bos tolong rahasiakan ini dari Kei aku belum siap memberitahu nya?" Tutur Sora yang mulai sendu namun tangannya sudah memegang sumpit untuk melahap sashimi.
"Memang nya anak bodoh itu percaya, Jadi apa kata terakhir Sora!"Wajah Shin kembali datar.
Menghentikan makan nya ia pun mengatakan kata terakhir Sora saat sebelum terjadi kecelakaan," Waktu itu hujan deras aku juga tidak begitu jelas mendengar nya tapi yang pasti dia bilang, Katakan pada mereka maafkan aku!"
Shin hanya menarik nafas dalam bersamaan menaikan kedua alisnya, Reina tahu raut wajah itu bahwa Shin bersedih dengan kematian Sora.
"Bos, Aaaaaaaa ....??" Paksa Sora menyuapi Bos nya itu walaupun awalnya menolak tapi ia lama kelamaan pun menikmati setiap suapan dari Sora.
Suara perut Sora sudah tidak berbunyi lagi, Ia pun kembali ke bed nya dan baru sadar bahwa malam ini dia akan tidur satu kamar dengan mantan Bos.
Shin merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah di sediakan rumah sakit, "Apa yang kau pikirkan! Tenang saja kau itu tidak menarik!"
"Lagian siapa juga mikir aneh-aneh ... Bos terimakasih telah membawa ku kembali ke dunia nyata jika tidak mungkin aku benar-benar mati, Suara mu itu membuat ku sadar bahwa aku harus membalas perbuatan mu selama ini pada ku saat di kantor!!😡"
Melirik Sora yang berada di sampingnya," Hee kalau begitu aku sangat menantikan balas dendam mu itu!!".
Karena mereka berdua terlihat sangat canggung, Sora pun mulai membuka topik pembicaraan tentang Thomas Brawijaya ternyata tiga hari yang lalu ia sudah masuk sel penjara dengan hukuman seumur hidup tidak hanya menjual narkoba dia juga melakukan perdagangan manusia .
Shin juga memberitahu bahwa ia bisa mendapatkan informasi itu dari Geng Mafia Red Dragon, Tidak lama mata Shin semakin menyipit karena rasa katuk yang ia rasakan akhirnya dia bisa tidur dengan tenang.
"Matanya sudah seperti mata panda, Apa dia sesibuk itu? Aku tadi dengar dari salah satu Dokter bilang kalau dia dan Pak Ray tidak menyerah mencari kan ku Dokter, Apa aku bisa percaya dengan orang ini?"
__ADS_1