Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis

Bertukar Jiwa Dengan Sang Antagonis
Ep. 21 Aku sungguh tidak tertarik berkencan!


__ADS_3

Tiga Pria dan seorang wanita keluar dari Apartemen yang sudah siap pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing, Ray memberikan tumpangan kepada Sora kebetulan Pria itu yang mengajar di kelasnya.


Di dalam mobil Ray terus memikirkan tentang wanita yang berada di sebelah nya yang tadi pagi tertidur di lengannya. Sebelum wanita itu bangun sempat ia lirik wajah kecil dengan bulu mata yang panjang dan lentik bahkan bibir kecil nya terlihat begitu menggemaskan.


"Aku kok mikirin itu terus sih, Apa karena aku kaget aja dia tidur di lengan ku! Yah itu pasti"


Tibalah di parkiran mobil yang di khususkan untuk para dosen tentunya semua mata memandang yang di mana Sora keluar dari mobil mewah Ray.


Terlihat banyak wanita yang tidak senang melihat kedekatan mereka, Apalagi rumor bahwa mereka berdua punya hubungan khusus.


Ketika Sora masuk ke kelas ternyata sudah ada Kei dan Ella yang sedang bercanda gurau, Ia pun duduk di samping Ella yang mengagetkan mereka berdua. Saat itu Ray pun memasuki kelas terlihat Pria itu sedikit canggung saat bertatapan mata dengan Sora yang tersenyum padanya.


"Sora? Kamu dan Pak Ray pacaran?" Tanya Ella yang penasaran dengan hubungan mereka berdua.


"Cih!! Itu gak mungkin bagaikan langit dan bumi tau gak? ..." Ejek Kei yang tahu pasti bahwa mereka tidak punya hubungan seperti itu.


"Gila apa pacaran sama dosen sendiri?" Seru wanita itu yang kembali melihat Ray yang menjelaskan materi yang ia berikan. " Huh mereka aja yang gak tau kalau Pak Ray udah punya tunangan"


Tiba-tiba Sora mendapatkan pesan dari mantan Bosnya, Mengajak makan malam di luar. Bukannya senang ia malah mencium aroma kecurigaan terhadap Pria tampan itu pastinya dia merencanakan sesuatu.


Setelan selesai perkuliahan Kei dan Ella mengajaknya makan malam bersama, Namun Kei di kagetkan dengan Kakaknya yang sudah berdiri tepat di depan Kampus yang menyuruh paksa Sora memasuki mobilnya. Melihat semua itu para mahasiswa terkejut pasalnya tadi siang wanita itu pergi ke kampus dengan Ray dan pulang nya di jemput oleh pemilik kampus mereka, Bukankah sangat mencurigakan bagi mereka yang melihat itu.


"Kak emang nya mau kemana??" Tanya Kei yang tidak mau wanita itu di bawa oleh Sang Kakak.


"Aku ada urusan sebentar dengannya?" Memasuki mobil.


Sora pun berpamitan dengan Ella yang melihat nya di dalam mobil dan Shin pun mulai menjalankan mobilnya.


Wanita yang duduk di sampingnya sedikit curiga dengan Pria yang tampak lebih tampan dari biasanya bahkan ia pun mengendarai mobilnya sendiri, Tatapan intens itu di ketahui oleh Elmer Shin Dominic.

__ADS_1


"Apa aku setampan itu, Sampai-sampai mata mu ingin keluar!"Goda Shin yang sengaja melakukan hal itu agar wanita di sampingnya merasa kesal.


"Cuiihhh... Dasar narsis banget .. Aku cuma curiga aja, Terus pakaianmu juga rapi banget?"


Seraya mengendarai mobil dia menceritakan bahwa akan berkencan lagi dengan wanita yang kemarin ia temui sebenarnya wanita itu adalah anak dari Klien Shin tentunya tidak bisa menolaknya. Jadi ia ingin Sora berpura-pura menjadi tunangannya dengan alasan sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.


"Maaf aku menolak! Turunkan aku di sini"Sebut Sora yang sangat tidak sudi menjadi mainan mantan Bosnya.


"Oya bukannya kau dulu pernah bilang ingin menjadi istri ku .." Seringai Shin yang menepikan mobilnya di sebuah toko pakaian yang terlihat mewah bahkan di sertai salon.


"Oh gitu berarti kamu setuju menjadi tunangan ku ...." Sebut Wanita itu yang memandang wajah Shin yang tersenyum tipis.


"Jangan mimpi!! Sentil di kening wanita itu hingga memerah.


"Aw.. sakit!Kau pikir aku mau lagian semua itu karena terpaksa tau!" Ketus wanita yang mulai memasamkan wajahnya.


"Apa karena Kei? Huh aku tidak peduli .. Cepat lah pilih baju yang bagus dan berdandan! Ingat jangan membuat ku malu"Menunggu di mobil.


Ketika Sora menuruni mobil ia sudah di sambut oleh beberapa Pelayan toko yang menunggunya untuk memilih pakaian kebetulan toko itu dulunya milik mendiang ibunda Shin. Saat memasuki toko Sora terpana melihat ruangan yang di penuhi pakaian modis dan terlihat sangat mahal.


Si Pelayan toko itu membawakan beberapa pakaian yang terlihat begitu mewah untuk di kenakan saat dinner, Sora yang kebingungan itu di bantu oleh mereka yang memilih pakaian yang sangat cocok untuk wanita itu.


Long dress satu jari yang berwarna putih yang mempunyai belah hingga di atas lutut di padukan dengan sepatu heels dengan warna yang senada tidak hanya itu ia juga menambahkan aksesoris yang simpel namun terlihat elegan. Melihat harga barang itu membuat mata wanita itu terbelalak tapi ia tidak bisa menolak perintah Si Pria pemaksa itu.


Setelah di dandani, Terlihat wajah Sora begitu cantik hingga membuat pelanggan disana terpana dengan sosoknya yang berjalan begitu anggun. Saat mengetuk pintu mobil, Shin membukakan pintu tanpa memperhatikan wanita itu sedikit pun seraya menerima telpon dari Bastian. Ia terlihat begitu sibuk dan tidak memperdulikan wanita di sampingnya.


Setelah menjalankan mobilnya ia mematikan telpon, Matanya tidak melirik wanita yang di sampingnya yang sedang memperhatikan luar mobil ia hanya fokus menatap jalan dan berbicara tentang rencana mereka yang berpura-pura menjadi pasangan.


Tidak lama menunggu akhirnya mereka sampai ketika wanita yang terlihat bak model itu keluar dengan anggun nya Pria itu terkejut betapa kagetnya dia melihat Sora yang terlihat sangat seksi yang menampakan lekuk tubuh dan kaki mulusnya, Sontak Shin marah karena ia tidak suka wanita itu mengenakan pakaian seksi tentunya Sora pun membalas amarah itu yang mana pakaian yang ia pakai pun sebenarnya pilihan Pelayan toko. Perseteruan itu menarik orang di sekeliling mereka yang menatap heran seperti pasangan yang sedang bertengkar kecil.

__ADS_1


Shin pun tidak ada pilihan lain dengan melepas jas nya itu ia menutupi tubuh Sora, Kemudian ia menarik pinggul wanita itu di dekap nya dan berjalan bersama bak pasangan kekasih. Awalnya Sora merasa tidak nyaman bagaimana tidak jika itu dia pasti wanita itu benar-benar patah hati tapi jika dia tidak melakukan itu Shin tidak akan membantu nya mencari orang-orang yang pernah di sakit oleh Sora yang dulu.


Berjalan mendekat yang mana wanita itu terkejut melihat seorang wanita di sisi Shin yang terlihat seperti pasangan, Matanya terlihat begitu sedih dan mulai berkaca-kaca.


"Maaf, Apa aku terlambat ... Oya kenalkan dia adalah Sora Harumi Matthew tunangan kecil ku" Sebut Shin dengan wajah datar yang sengaja langsung memperkenalkan Sora, Ia tidak ingin berbasa-basi lagi.


Wanita itu tak bisa berkata-kata lagi, Ia langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua tampak ia meneteskan air matanya.


Wajah Shin begitu santai melihat wanita yang pergi tanpa berpamitan itu, Ia pun menyuruh Sora duduk di depannya dan memesan makanan.


"Apa kau yakin? Wanita itu benar-benar menyukai mu lho?" Seru Wanita yang berada di hadapan Shin.


"Aku muak!Kemarin aku setuju berkencan dengannya karena paksaan Ayahnya harusnya ia tahu itu, Aku sungguh tidak tertarik berkencan!" Memandang luar kaca yang mana terlihat bangunan tinggi yang di penuhi lampu.


Tersenyum simpul mengingat kembali mantan Bosnya yang ia kenal,"Aku dulu sering memperhatikan mu, Kau selalu bersikap dingin kepada wanita ... Huh ada juga masalah yang hanya di pahami Pria tampan yah"


"Tapi berbeda saat aku di dekat mu, Aku tidak merasa terganggu mungkin karena kau juga wanita tua yang tidak tertarik berkencan"Ucap Shin yang mengerutkan kening wanita yang berada di hadapannya.


Melihat sikap wanita itu ia malah tertawa kecil, Apalagi melihat ia yang sedang menyantap makanannya dengan lahap tanpa ragu-ragu.


Setelah dinner Pria itu pun mengantar wanita yang sudah kekenyangan dan tertidur di mobil. Sampai lah di kediaman rumah Matthew sudah berkali-kali ia membangun kan tidak ada respon sama sekali. Ia pun tanpa ragu menggendong wanita yang masih terlelap yang mana Sang Ibu terkejut melihat kedekatan mereka berdua yang terlalu intens.


Shin pun meminta izin untuk mengantarnya ke kamar Sora saat berjalan menuju kamarnya matanya teralihkan oleh Lily yang tersenyum jahat memandangi mereka.


Selepas membaringkan wanita itu ia juga segera keluar kamar, Tapi rasa khawatir yang dia rasakan membuat nya tidak bisa meninggalkan wanita itu di rumah ini sendirian. Ia pun meminta izin untuk menginap di rumah Tuan Matthew, Tentu nya Leonardo sangat setuju dengan permintaan Shin.


Mohon dukungannya untuk Author biar makin semangat update cerita nya ...


Terimakasih😊

__ADS_1



__ADS_2