Bestie Or Love Back

Bestie Or Love Back
bab 1 terlambat


__ADS_3

Suara sepatu seorang gadis yang sedang berlari tergesa-gesa di koredor kelas terdengar cukup nyaring, dengan rambut Yang hitam yang kecoklatan tergerai panjang menari-nari dengan indah serta berlawanan dengan arah angin.


sedikit matanya yang tertutup rambut membuatnya terliat lebih cantik


Hari ini dia kembali datang telat. Keadaan kelas cukup sepi, semua murid-murid sudah duduk di bangku kelas nya masing-masing.


gadis ini pun terhenti di depan pintu kelas semua orang menatap nya termasuk guru, guru itu menatapnya dengan mata yang tajam.


vanice pun berkeritik dalam hati


"aduh,mampus aku! pasti dikeluarkan dari sekolahan nih"


gumamnya seraya memejamkan mata.


dan vanice pun langsung menyapa guru dengan nada rendah dan sopan.


"selamat pagi pa....?


"wahh..!! hari ini harinya cerah ya pa,apa saya boleh duduk di kursi saya yang itu pa" (dengan sambil tersenyum dan menunjuk kursinya yang kosong).


"vanice kamu, tahu ini sudah jam berapa, sudah keberapa kali kamu talat". ( jawab pak sobari dengan sangat marah)


"tau pa saya telat satu jam pelajaran bapa, ini yang ke 4 kali saya telat". (dengan muka bersalah).


kata pak sobari dengan nada tinggi melihat vanice yang telat lagi di jam pelajaran nya.


"kenapa kamu telat lagi, apa sudah bosan sekolah disini ha"


"atau kamu tidak suka dengan belajaran saya"


"lebih baik kamu tidak usah lagi datang ke sekolah"


vanice pun langsung menjawab dengan cepat dan nada yang lembut sambil membujuk pak sobari.


" bukan seperti itu pa"


"saya sangat ingin sekolah, sekolah adalah impian terbesar saya". (dengan suara lantang dan jelas)


"apalagi disaat saya mengetahui ternyata saya diterima di sekolah SMA Nusantara ini pa,saya sangat bahagia ini adalah kebanggaan saya"


"Ayah saya sangat senang ketika mengetahui saya sekolah disini,saya tidak ingin mengecewakan"


"Kalau Ayah saya tahu saya tidak sekolah lagi disini dia pasti sangat sedih bahkan penyakit jantung nya bisa kumat lagi pa".


tanpa Venice sadari ternyata air matanya telah jatuh melintas di pipi nya itu, dan dia hanya terdiam sambil memegang kedua tangannya yang sedikit gemetaran.


Matanya yg indah itu hanya melihat kebawah.


banyak teman-temannya bilang matanya berlensa biru seperti Awan-awan yang indah dan cerah saat di pandang dan akan redup kembali disaat hujan turun.


Dan semua murid-murid hanya terdiam termenung melihat vanice yang menangis tanpa mengeluarkan suara.


vanice dimata teman-teman kelasnya adalah wanita yang ceria dan selalu terlihat bahagia, dia dilihat teman-teman nya sangat jarang sekali bersedih


mungkin mereka mengira vanice sama sekali tidak terlihat seperti memiliki beban keluarga yang berat.

__ADS_1


banyak orang-orang disekitar vanice merasa iri dengan kehidupannya,tapi ada juga yang diam-diam mengucilkan nya.


tapi vanice tidak pernah acuh tentang tanggapan mereka yang diam-diam menyudutkan nya, kadang ada juga yang mendekati nya hanya untuk keuntungan sendiri


vanice tidak pernah mempedulikan itu selagi mereka tidak menggangu kehidupan nya


vanice mempunyai sahabat perempuan yang dari kecil hingga besar sedewasa ini, dia selalu menemani vanice.


mereka bisa dibilang lebih dari sahabat atau disebut seperti layaknya saudara kembar. tapi nyata nya mereka bukanlah saudara kembar wajah nya pun sangat tidak mirip.


kepribadian mereka hampir lah sedikit mirip, tapi mengenai sahabatnya ini mempunyai karakter sedikit ceroboh


biasanya vanice memanggil sahabatnya dengan sebutan anyya, teman-teman kelasnya juga sama memanggil sahabatnya dengan panggilan anyya saja. singkat itu yang mudah mereka ingat.


melihat vanice yang meneteskan air mata pun, anyya langsung berdiri dan berlari memeluk Venice,


"vanice jangan bersedih lagi"


ungkap sahabat Venice sambil mengusapkan air mata vanice menggunakan kedua tangan nya


pak sobari pun hanya terdiam dan menghembuskan nafas nya.


"huhhh................!!!


"vanice silahkan kamu duduk dikursi mu"


vanice pun menjawab dengan suara serak dan pelan


"iya, terimakasih pa"


"anak-anak mari pelajaran kita mulai lagi" (ungkap pak sobari).


pelajaran pun dilanjutkan lagi oleh pak sobari.


blaa....blaa.....blaaa...blaa..


selama beberapa jam kemudian menjelaskan materi akhirnya waktu pelajaran pun telah habis, pelajaran pun akan segera ditutup dan dilanjutkan di hari lain lagi.


"anak-anak apa ada yang ingin dipertanyakan lagi mengenai materi kita hari ini" tanya pak sobari


"tidak ada pak"


jawab seisi kelas dengan serentak


"baik, karena semuanya sudah paham dan tidak ada yang bertanya"


"maka pelajaran hari ini saya tutup sampai disini dulu kita sambung di hari lain lagi"


"tunggu pa" jawab vanice


"ada apa vanice,ada materi yang kurang kamu pahami"


"bukan masalah materi pa "


"tapi,masalah yang tadi saya tidak bermaksud membuat bapak marah,

__ADS_1


saya sangat menyukai pelajaran bapak"


"saya tidak pernah ada sekalipun untuk tidak menyukai pelajaran bapak


"sekali lagi saya mohon maaf pak atas keterlambatannya saya tadi"(vanice dengan suara gagab ).


pak sobari pun tersenyum melihat pengakuan vanice yang merasa bersalah, dan menghampiri meja vanice dengan berkata sambil mengelus kepala vanice dengan lembut.


"iya vanice, sudah saya maaf kan"


"lain kali jangan diulangi lagi ya,


"walaupun kamu adalah ketua kelas nya kamu harus juga mematuhi peraturan dengan disiplin,


"kamu harus menjadi ketua kelas yang bertanggung jawab kamu adalah panutan semua teman-teman kamu vanice"


"ingat vanice kamu tidak bisa selalu menggunakan kekuasaan orang tua kamu, kamu harus mengandalkan


kemampuan dirimu sendiri"


"berusaha lah jadi dirimu sendiri yang tangguh vanice"


"Terima kasih pak atas nasehat nya,


bapak selalu peduli dengan saya.


"saya berjanji sama bapak akan selalu berusaha menjadi diri saya yang lebih tangguh lagi dan bertanggung jawab dengan tugas saya ini"


jawab vanice dengan suara tegas yang penuh senyuman percaya diri.


"iya vanice saya percaya kamu pasti bisa melakukan nya" sahut pak sobari


vanice mengangguk dengan tersenyum


pak sobari pun pergi meninggalkan ruangan kelas, semua murid telah lama pergi meninggalkan kelas ke kantin, vanice dan anyya masih berdiam di kelas.


anyya masih merasa cemas kepada vanice, dan bingung kenapa dia bisa telat lagi kesekolah padahal mereka di pagi hari masih chatingan Janji pergi pagi-pagi kesekolah


tapi sahabat nya ini lebih kepo dengan keseriusan vanice yang ingin benar-benar berubah tidak terlalu bergantung lagi dengan orang tua nya


"*hai..!!, vanice ekting kamu tadi yang


"mengeluarkan air mata itu sangat keren banget lo, kamu udah kaya artis ngetop lu, seperti di novel anak yang di tindas ibu tiri aja*"


"apaan sihh anyya ga jelas lo. kalu lo mau lo aja yang jadi artis" (jawab vanice dengan nada yang masih lelah)


"gue kan ga bisa ekting,


"kamu artis nya gue jadi asisten pribadi kamu aja, jadi kan kita selalu berdua ga akan terpisah. gimana vanice,,hhee.....


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


jangan lupa like, coment, vote jadikan cerita ini favorit dengan tekan ❤️ biar kalian dapat notif up date


__ADS_1


__ADS_2