Bestie Or Love Back

Bestie Or Love Back
Bab 3 idintitas keluarga


__ADS_3

gumam anyya dalam hatinya sambil mengutuk "gila ya mba nya,, semahal itu mana ada coba orang yang mau beli 1 baju bisa habisan uang untuk satu tahun"


"hee..tidak mba kami cuma liat-liat dulu". ucap anyya yang ambil cengar-cengir


"mba langsung bungkus aja ambil dua sekalian"


"Kamu serius vanice, ini mahal banget". tanya anyya ke vanice sambil berbisik


"iya, kapan gue pernah bercanda"


"thank you very much bestie, you are so kind. ucap anyya yang langsung memeluk vanice sambil kiss bye


vanice yang langsung memerintah pelayanan toko itu untuk membungkus baju nya. pelayanan toko pun langsung mengantarnya ke kasir


"nona mau bayar cash atau kartu card"


"pakai ini bisa" vanice yang mengulurkan tangannya dengan memegang kartu card nya


"bisa mba..tunggu sebentar ya"


"nona ini kartu nya, terimakasih atas kunjungan nya. sampai bertemu kembali"


"iya sampai jumpa


anyya yang menjawab sambil melambaikan tangan nya.


dengan vanice yang mengeluarkan kartu card hitam, membuat seorang pelayanan toko Yang suka bergosip dengan rekan kerjanya. yang membicarakan seberapa berharganya kartu itu


"wahh...!! nona tadi sangat kaya, pantasan saja dia mampu membeli baju seharga $.150 dollar


"temannya itu sangat beruntung sekali bisa berteman dengan nona besar itu, dia bahkan juga dibelikan baju


"aku juga pengen jadi teman nya kalo seperti itu..ughh.. sungguh membuat orang iri". (dengan sambil menghembuskan nafas yang berat)


"iya kamu benar nona itu sangat kaya bahkan dia mempunyai kartu card hitam.itu kan kartu tanpa limit".


"iyaa menang kartu tanpa limit di dalam negeri kita kan cuma dikeluarkan tiga kartu ja


"katanya sih yang memiliki itu semua keluarga kelas atas yang sangat berpengaruh


"kita tidak boleh menyinggung nya, kamu harus tau itu lain kali".


"Iyaa...terus kamu tau keluarga siapa saja yang memiliki kartu card itu".


"kata nya sih...keluarga Steven, dan keluarga Gefari, kalo pemilik satunya lagi katanya seorang misterius


"dengar-dengar keluarga ini tidak pernah mempublikasikan keluarga nya. aku juga ga tau terlalu jelas sih".


vanice mempunyai kehidupan mewah apa saja yang dia mau selalu diberikan ayahnya

__ADS_1


dia yang dari kecil hanya dibesarkan oleh seorang ayah, tidaklah pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. dan dia juga tidak memiliki kerabat dekat.


tapi itu bukanlah jadi penghalang kebahagiaan untuk nya. selagi ayahnya masih ada disisinya itu sudah cukup membuat nya bahagia


Vanice Xiao Steven Putri iyalah nama aslinya dia bermarga Steven, sekarang dia sudah berusia 17 tahun. sedangkan Ayah nya bernama Alexandra Steven, biasa di panggil dengan tuan besar Andra.


vanice mempunyai nama arti yang diambil dari studi numerologi, yang berarti "dia gemar membantu dan praktis, ia setia, mencintai dan memiliki hati yang sangat ramah,


dan yang berarti ia meraih banyak hal dalam hidup karena dinamis secara alamiah.


karena itulah yang membuat ayahnya ingin memberi anak perempuan kesayangan nya dengan nama vanice.


Keluarga Steven adalah orang terkaya nomor 2 di dalam negeri. Vanice hidup bahagia berdua ayahnya walaupun tidak di dampingi seorang ibu.


sedangkan Anyya yang merupakan sahabat nya adalah kelas elite juga, tapi masih tak bisa menandingi keluarga Steven


Anyya memiliki keluarga yang lengkap seperti seorang ibu dan ayah. tapi ayah dan ibu nya tidak tinggal menemaninya.


Ayah dan ibu nya hanya mementingkan bisnis di luar negeri tidak mempedulikan anyya sedang apa dan mengapa.


Anyya Clarissta Jackson yang berasal dari keluarga jacson, dia juga berusia 17 tahun. sedang kan ibu nya yang bernama Shireen Yunita Jackson dan ayah nya Devan Nugroho Jackson.


Anyya yang sudah lama tinggal di Jakarta dia hanya menumpang tinggal di rumah vanice.


sebenarnya dia juga mempunyai rumah, tapi Anyya merasa kesepian tinggal sendirian. mungkin dia merasa tidak ada yang memperhatikan nya.


"aku seperti bayang-bayang hitam ketika bersama mu ini


"*ya' merekanya aja yang terlalu lebay".


" tapi ya kalo kamu mau menghindari aku ya ga papa sihh*...,


"sekalian aja kamu tinggal di rumah mu sendiri. (jawab vanice dengan raut wajah yang cemberut)


"aduh sahabat aku yang baik jangan usir aku dong, kalo aku pulang ke rumah sendirian itu sama aja mengantar nyawa ku kesana.


"nanti kamu ga ada sahabat lagi yang menemani kamu lu gimana.


"kan aku masih ada ayah ku yang setia menemani ku. (ucap vanice dengan santai)


"iya'iya deh aku minta maaf,..aku kan cuma bercanda


"eh maksud aku tadi, tapi bagus juga sih, siapa tau kalo kita nanti belanja lagi bisa dikasih banyak diskon tuh


blaa..blaa....blaa...blaa


(anyya yang berbicara tapi menurut vanice itu tidak lah penting)


"lumayan kan jadi untung gede,..hhaa..hhaa

__ADS_1


vanice akhirnya pun mengajak anyya untuk makan di sebuah restoran. dia yang balum sama sekali sarapan siang, lapar nya pun sudah terasa disaat dia mendengar ocehan anyya.


"ugh..ya udah deh kali ini gue maaf pin,


"kamu ga lapar apa dari tadi ngoceh mulu, lebih baik kita makan yuk


"iya laper sihh, kamu yang traktir lgi ya


"gak mau, kamu bayar sendiri". (ucap vanice)


"mau sih bayar sendiri, tapi kan ayah ku ga ngasih uang jajan ku bulan ini, jadi aku harus hemat dulu".


(anyya mengeluarkan mimik wajah menyedihkan yang seakan-akan dia seperti ditindas)


"kan loo juga yang cari penyakit sendiri,


"tohh ngapain juga kamu membeli barang-barang yang gak berguna gitu


"kan ketahuan ayah loo, jadi membuat diri loo sendiri yang sengsara.


"ya gimana lagi gue kan sangat menyukai barang-barang itu ven,


kamu kan enak minta apa aja ayah kamu selalu kasih. (anyya dengan mimik wajah sedih)


"aiss...ya sudah lah biar aku yang teraktir kali ini, tapi dengan satu syarat


"emm,,apa tu syaratnya, pasti kamu yang aneh-aneh kan". tanya anyya


"tidak kok, syarat nya sangat mudah sekali


"kamu hanya harus ubah mimik wajah sedih mu itu, itu sangat menggangu ku membuat kehilangan nafsu makan".


"uhh,..itu sangat mudah, kamu tinggal kasih aja aku makanan yang banyak..hhaa,hhaa..(jawab anyya)


kata-kata vanice yang terlihat kasar namun sebenarnya dia hanya ingin menghibur anyya agar tidak bersedih


akhirnya tak beberapa menit mereka telah tiba di sebuah restoran Amuz Gourmet.


Restoran yang mewah dan elegan dengan nuansa romantis, cocok untuk makan siang maupun makan malam dengan menikmati wine.


"ehh.. vanice ngapain kamu ajak aku ke restoran yang romantis..


"jangan-jangan loo mau ngedet ya,..ciee..ciee,.. pantesan aja ihh kamu gak tertarik sama cogan di sekolah kita


"its vanice kamu kejam sekali sih sama aku, masa aku harus jadi nyamuk kamu sih..kan gue jadi iri


"ehh,..ngomong-ngomong cowoknya siapa sih, orangnya pasti cogan banget putih tinggi ee apa lgi ya


__ADS_1


__ADS_2