
vanice yang langsung menutup mulut anyya dan menghentikan anyya yang selalu ngoceh gak jelas, anyya yang selalu heboh dengan kepo urusan pribadi vanice apalagi kalu masalah seorang laki-laki dia yang paling suka membahasnya.
padahal anyya juga sama tidak mempunyai pacar laki-laki bahkan dia tidak pernah pacaran, dia selalu mendambakan cowok ganteng melihat sedikit saja kesempurnaan laki-laki itu sudah membuatnya yang selalu ingin menggoda dan memuji ketampanan laki-laki itu
"stop berhenti ngocehnya, gak ada yang namanya diner-dineran lah cowok cogan-cogan an lah, apalah serserah kamu
"aku kesini ngajak kamu cuma kebetulan, aku laper ini adalah satu-satunya restoran yang terdekat dengan jarak kita
"ahh masa sih gak percaya gue, pasti cogannya ada di dekat sini kan.
"ayolah vanice cepat kenalin ke aku dong, aku mau liat ganteng nya dia seberapa persen
"jangan-jangan dia seperti oppah Korea/seperti pangeran. Anyya yang heboh lihat kiri-kanan
" terserah loo,intinya aku kesini untuk makan
"kalu kamu masih berisik aja lebih baik kamu pindah meja aja gihh..
Vanice yang sudah males ladenin anyya, dan memanggil pelayan restoran.
dengan menggunakan kode melambai kan tangan nya
"permisi nona mau pesan apa" tanya seorang pelayan restoran
"saya pesan Black Angus Sirloin Steak, coconut something, dan Fuit Juice, kamu pesan apa anyya
"aku Risotto, Escargot, fresh Fasta, Brownie With ice cream dan milk tea itu aja mba"
"iya tunggu sebentar ya nona
"iya terimakasih
"Anyya Clarissta Jacson kamu udah berapa hari sih gak makan
"sampe sebanyak itu kamu mesan kalo kamu gak abisin semua makanan itu kamu yang bayar semuanya.
"iya aku sih belum makan cuma dari pagi tadi aja sih..,hee..hee..he..
vanice dengan henghelakan napasnya
yang berat akibat sikap anyya, tiba-tiba ponsel vanice bergetar yang menandakan ada sebuah telepon masuk
"hallo.., ada apa pa nelpon, (tanya vanice)
"vanice papa kamu masuk rumah sakit..,kamu harus segera kesini
jawab pak Sobari dengan tergesa-gesa yang sambil melarikan pak Andra ke rumah sakit
__ADS_1
"Hahh..,,apa papa saya masuk rumah sakit, kenapa pa, papa saya sakit apa".
(vanice yang berbicara dengan panik)
"ada apa vanice (tanya anyya)
"kamu cepat kesini saja, nanti saya ceritakan". (pak Sobari yang langsung menutup nya)
"aku kerumah sakit dulu ya, kamu kalu mau makan makan aja
"ga.., aku ikut kamu kerumah sakit aja,aku juga mau liat kondisi paman kaya apa
vanice meninggalkan beberapa uang cash di meja makannya, untuk sebagai tanda telah membayar makanan yang sudah dia pesan, vanice dengan pergi terburu-buru ke rumah sakit.
vanice yang berlari dengan anyya
di koredor rumah sakit yang menuju ruang ICU
"pak gimana kondisi papa saya
"kenapa lama banget sih dokter nya keluar ( tanya vanice)
"papa kamu masih didalam,
"yang kita perlukan sekarang banyak-banyak berdoa meminta pertolongan kepada maha kuasa (ucap pak Sobari)
"iya vanice kamu harus sabar,
"Vanice yang bapak katakan itu benar, kita hanya bisa memohon dan meminta pertolongan kepada pemilik nya yang diatas.
vanice yang hanya menunggu di depan pintu ICU, dia yang tidak tenang hanya bolak balik di depan pintu ICU.
vanice sangatlah gelisah dan betapa takutnya dia terjadi sesuatu yang buruk terhadap ayahnya
setelah 2jam kemudian akhirnya dokter keluar dari rumah ICU
"dok bagaimana kondisi papa saya, papa saya selamatkan, penyakit nya tidak terlalu sering kan. (vanice yang bertanya ke dokter sambil menangis)
"maaf nona, kami telah berusaha keras, tapi yang diatas sudah berkehendak yang lain.
"kami tidak bisa menyelamatkan tuan, nona harus tabah menerima kenyataan ini
"apa...? tidak, papa saya gak mungkin meninggal, pasti dokter sedang bercanda kan. iya kan dok papa saya sehat.
ternyata ketakutan Vanice itu malah terjadi terhadap ayahnya, vanice yang menangis sambil tertawa Smit, dia yang tidak menerima kenyataan bahwa ayahnya sudah meninggal
"dok papa saya itu sehat tidak mungkin meninggal, dokter akan saya tuntut telah membuat kematian palsu.
__ADS_1
vanice yang dengan suara keras
"vanice sudah cukup vanice, jangan seperti ini (anyya sambil menangis)
"gak bisa anyya dokter itu bohong, papa aku sudah janji gak akan pernah meninggalkan aku sendiri. (menyeringai)
"vanice kamu harus bisa mengontrol emosi kamu ini, ini adalah kenyataan nya
vanice yang mendengar ini adalah kenyataan bukan sebuah jebakan untuknya... vanice yang tiba-tiba jatuh pingsan.
Telah selama 1 Minggu kemudian, ayahnya telah meninggal sejak itu sikap vanice berubah dia yang hanya diam merenung tidak pernah bicara dengan siapa-siapa lagi walaupun dengan anyya sahabatnya sendiri.
vanice hanya duduk di ujung sudut kamarnya yang sambil memeluk foto dia dan ayahnya itu dengan senyum ceria nya.
dengan adanya pak Sobari selalu mengunjungi nya tapi vanice masih tidak mempedulikan di sekitar nya. pak Sobari dan anyya yang memperhatikan nya vanice dari jarak yang jauh
"anyya apa vanice sudah mau berbicara sama kamu, apa sudah ada perubahan yang baik dengan vanice.
tanya pak Sobari ke Anyya
"tidak ada pak, saya selalu mengajak vanice bicara, mengingat kan vanice makan
"tapi dia masih tetap tidak merespon saya. bahkan makanan nya saja dia tidak menyentuhnya
"saya takut kalau dia seperti ini terus dia akan sakit,
"maaf pak kalu saya lancang apa kita harus bawa vanice ke sekiater aja untuk cek pemeriksaan pak (tanya anyya)
"kayanya untuk sekarang kita tidak perlu ke sekiater dlu, vanice hanya perlu waktu sendiri dulu
"nanti saya akan bicara dengan vanice secara pelan perlahan dia pasti akan mengerti suatu hari nanti.
(ucap pak sobari)
"iya pak semoga vanice bisa menjadi vanice dulu yang selalu ceria (gumamnya anyya)
mengenai pak Sobari dia adalah teman dekat Ayahnya vanice, juga mempunyai nama asli Sobari Kris Tianto Marga tianto.
kehidupan vanice yang selalu di selimuti dengan kebahagiaan nyata nya kebahagiaan itu tidaklah bertahan lama, ternyata pak Alexandra telah lama mempunyai penyakit jantung.
Dia tidak pernah menceritakan ke vanice sampai akhirnya dia meninggal.
sebenarnya pak sobari telah lama mengetahui penyakit pak Andra Steven tapi dia juga merahasiakan nya dari vanice mungkin ini adalah permintaan ayahnya vanice agar vanice tidak mengetahui nya.
tapi itu sangat menyakitkan bagi vanice setelah ayahnya meninggal baru dia tahu penyebab meninggalnya ayah nya ternyata terkena sengatan jantung dan telah lama menderita penyakit jantung ini.
"Vanice Xiao Steven Putri sampai kapan kamu harus seperti ini, kalu papa kamu tau kamu seperti ini dia pasti sangat sedih
__ADS_1
"Vanice papa kamu sudah bahagia disana, dia tidak lagi merasa kesakitan