Bestie Or Love Back

Bestie Or Love Back
Bab 6 membuka toko bunga


__ADS_3

"kamu tidak ingin seperti itu kan kehidupan kamu nanti, mari lepaslah cangkraman itu perlahan-lahan van


"iya bapak benar..., saya tidak boleh termasuk menjadi orang-orang yang tidak berguna juga saya harus lepas dari sangkar ini


"saya harus mengubah kehidupan saya sekarang, saya harus bangkit lagi,


"hal buruk tidak boleh lagi terjadi, mari pak bantu saya tuntaskan masalah ini


vanice yang mengucapkan suara dengan tegas dan akhirnya dia mengeluarkan lagi senyum manis kecilnya. vanice akhirnya ingin bangkit lagi memulai kehidupan barunya


pak Sobari yang sangat senang melihat semangat vanice yang ingin bangkit lagi


"iyaa...,, ini baru namanya vanice yang bapak kenal wanita yang mandiri dengan penuh semangat Tinggi dan selalu keras kepala dengan keinginan nya


"pasti suatu hari nanti vanice akan menemukan lebih banyak lagi kebahagiaan yang menanti mu" ucap pak sobari.


"iya pak, selagi bapak mendukung dan membantu saya, saya pasti akan selalu berjuang merebut kembali kebahagiaan saya


"iya vanice saya pasti akan membantu kamu, walaupun saya sudah janji dengan ayah kamu akan melindungi kamu.


"tapi tanpa ayah kamu meminta pun saya sudah pasti akan membantu kamu, Kamu sudah saya anggap seperti anak keponakan saya vanice


"iya paman


"nahh,, ini ni panggilan yang bagus, saya suka dengan panggilan ini,,hhaa...hhaa,,haa..


pak Sobari dan vanice akhirnya sudah mulai tertawa barang yang saling menyemangati vanice


"ini baru namanya vanice yang wanita mandiri pasti suatu hari nanti nak vanice akan menemukan lebih banyak lagi kebahagiaan yang menanti mu" ucap pak sobari.


vanice yang sudah tersadar kan hidup harus lah berjalan. tak vanice sangka akhirnya vanice harus memutuskan untuk keluar dari rumah yang sudah lama jadi kediamanya hingga dari kecil sampai dia besar.


dia sangat lah berat meninggalkan rumah itu, tapi apa daya rumah itu bukan lagi rumah nya dan dia harus meninggalkan nya sekarang.


"ayo vanice kita pergi ucap pak Sobari


"iya paman tunggu sebentar saya mau melihat yang terakhir kalinya.


(vanice yang melihat rumahnya dari kejauhan pagar dengan memandang tulisan yang berisi RUMAH INI DISITA)


"sudah vanice suatu hari kamu pasti bisa mendapatkan lagi rumah kamu ini asalkan kamu berusaha lebih kuat lgi ya (pak Sobari)


"iya vanice kamu pasti bisa lg mendapatkan nya (ucap anyya)


"Ya udah, kita nginep di rumah Paman Sobari sebentar, kamu ikut aku kan (tanya vanice )


"maaf vanice aku tidak bisa lagi menemani mu, ucap anyya


"kenapa anyya, kamu mau kemana

__ADS_1


"aku harus keluar negeri ayah dan ibu ku menyuruh ku pulang vanice, maaf vanice,


"maaf vanice aku harus melanjutkan sekolah ku kesana


"taksi, selamat tinggal vanice


ucap anyya yang sambil memanggil taksi, dan meninggalkan vanice pergi untuk waktu yang sangat lama entah apakah dia akan kembali lagi tau tidak akan kembali lagi.


"sudah vanice kamu masih punya paman


"iya paman( vanice yang mengeluarkan senyum pahit)


akhirnya tak lama kemudian vanice dan pak Sobari telah tiba dirumah keluarga besar Tianto yang disambut oleh istri pak Sobari


"assalamualaikum bu.


ucap pak Sobari yang menyapa di dalam rumah vanice yang hanya mengira pak Sobari dari belakang dengan jarak yang sedikit jauh


"wa'alaikumsalam pa, tombem bapa pulang cepat hari ini ngajarnya,


"eehh ada vanice, mau membahas masalah pelajaran ya sama bapa


"bapa hari ini gak ngajar, kalau masalah vanice dia bakalan tinggal bareng sama kita bu (jawab pak Sobari)


"hah apa..ibu ga setuju ini rumah keluarga tianto bukan tempat penampungan orang luar, saya tidak setuju vanice tinggal disini


"bpa tidak peduli ibu setuju/tidak vanice tetap tinggal dirumah ini.


"nah itu kamu tau sadar diri,hehh(ucap istri Sobari)


"jaga ucap mu bu, ingat jasa ayahnya vanice sudah banyak membantu kita, sekarang kita yang harus menjaga vanice, vanice tetap tinggal disini


akhirnya vanice tetaplah tinggal dirumah pak sobari walaupun kadang dia ditekan oleh istri dan anak Sobari tanpa pengetahuan pak sobari, tapi vanice tidak mengadu ke pak Sobari dia sadar diri dia hanya menumpang Tinggal disini


akhirnya vanice pun ingin memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan, dia sangat lah menyukai bunga, dan dia sudah pernah belajar merangkai bunga dari sejak kecil.


vanice yang menghampiri pak sobari duduk sendirian di ruang tamu


"paman lagi sibuk gak (tanya vanice ke pak Sobari


"gak vanice, kamu kenapa kaya lagi ada yg dipikirkan gitu (ucay pak Sobari)


"sebenarnya saya kayanya ingin membuka usaha toko bunga deh pak.


"apapun kamu lakukan paman selalu dukung, apalagi membuka usaha itu hal baik vanice.


"iya kamu harus pikirkan cari usaha agar bisa dapatin uang, jangan tau numpang enak saja


(ucap istri Sobari dengan menghampiri vanice dan dan pak Sobari)

__ADS_1


"ibu gak boleh gitu, Vanice ini ada uang sedikit buat kamu sewa toko ya


"tidak pak, saya ada uang sedkit dari jual-jual baju lama saya ini sudah cukup untuk sewa toko dan bahan-bahan bunga


"baguslah kamu tidak membebankan keluarga kami jawab istri Sobari dan meninggalkan ruang tamu


akhirnya vanice telah menyewa toko dan membeli bahan-bahan bunga tersebut dengan uang yang telah dia kumpulkan sendiri dengan menjual baju-baju lamanya.


kemampuan vanice dalam merangkai bunga tidak lah kalah saing dengan seorang profesional bunga yang telah lama berlatih.


Apa salahnya jika dia mencoba membuka sebuah Toko bunga yang ukuran relatif kecil sangatlah sederhana.


Walaupun vanice bukan lagi seorang nona besar, yang dia sekarang adalah pemilik toko kecil tidak mempunyai seorang pelayan dia yang hanya membangun nya dengan jirih payah nya sendiri.


dan Dia akhirnya masih tetap melanjutkan kuliahnya di universitas terbaik, sesulit apa pun rintangan akan dia hadapi, tanpa harus mengeluh resah Walaupun sebenarnya fisiknya sudah cukup lelah.


Tak disangka hari ini kelas vanice kedatangan murid baru yang dari luar negeri.


adalah seorang laki-laki yang berwajah tampan, kulit yang berwarna putih, tinggi badan yang ideal.


Arlan yang dipersilahkan guru untuk memperkenalkan dirinya


"selamat pagi anak-anak diharap tentang jangan ada keributan


"kita hari ini kedatangan lagi murid baru dari universitas favorit luar negeri


"silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu. (ucap dosen ke murid baru)


Arlan melenggang santai dengan gaya berjalan bak model papan atas, dengan wajah yang datar tapi para siswa masih terpaku melihat ketampanan Arlan


"gue Arlan Leonard Gefari, bisa dipanggil Arlan mahasiswa pindahan dari universitas favorit prada maja


"Hay.. ARLAN SALKEM"


"PLISS MLEYOT GUE"


"GANTENG BANGET KAYAK OPPA KOREAH"


"I LOVE SEK KRESEK ARLAN"


"KARUNGIN GUE NGAB!"


"DUDUK SAMA AKU SINI"


Entah Arlan yang kelewat ganteng atau para cewek yang kelewat lebay sehingga keriuhan itu muncul saat jelas-jelas masih ada guru disana.


untung bu cika bukan tipe-tipe guru killer yang suka memangsa murid, kalau killer kan bahaya.


itulah wanita-wanita lain sangat perpesona ke Arlan tapi berbeda dengan vanice yang tidak ingin sama sekali memandang Arlan, dia hanya cuek dengan urusan melihat bukunya saja

__ADS_1


ibu cika pun akhirnya mempersilahkan Arlan untuk memilih tempat duduknya sendiri, dia malah memilih duduk dibelakang vanice Padahal kursi lain masih ada kosong.



__ADS_2