Bestie Or Love Back

Bestie Or Love Back
bab 2 persahabatan


__ADS_3

ucap anyya yang hanya bergurau dan ingin menghibur sahabatnya itu, yang masih saja kurang bersemangat tapi itu masih belum mempan untuk membuat Vanice ketawa lagi


" gak mau (jawab vanice)


"oh ya anyya kata kamu tadi papa kamu punya penyakit jantung ya, sejak kapan anyya bukannya papa kamu kemaren sehat-sehat saja". (tanya anyya)


"ya engga mungkin lah papa aku penyakitan, kamu ga liat apa tubuh nya papa aku yang kekar dan sehat itu"


"papa aku kan selalu mengonsumsi makanan yang sehat"


(jawab vanice dengan suara sedikit tegas)


"aishh,, vanice kamu bikin aku kaget saja, gue kira benaran lo (hembusan nafas anyya berat)


"iya juga sih mana mungkin papa kamu sakit" anyya yang berbicara sambil berpikir


"makanya IQ loo itu harus dinaikin jangan lemot kaya gini terus"


(Jawab vanice sambil mengetuk jidat anyya dengan pelan)


hhaaa...hhaaa..hhaaa..


"vanice yang kamu janjiin sama pak Sobari itu kamu juga bercanda ya,


kamu ga baik lo berbohong sama guru". (tanya anyya sambil menasehati vanice)


vanice pun menjawab anyya dengan sambil menceritakan kelah kesuh yang ada dipikiran nya dengan nada suara yang lemah.


"ehh aku ga berbohong, kalo masalah sama pak sobari itu aku kayanya serius deh,


"awalnya aku memang cuma bercanda doang,


"tapi disaat mendengar nasehat pak sobari tadi, aku jadi kepikiran"


"kayanya aku harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi deh, apalagi disaat melihat pak Sobari yang tidak biasa nya sangat marah seperti tadi"


"anyya aku sangat merasa bersalah"


"iya vanice aku mengerti apa yang kamu rasa. (jawab anyya)


"aku sudah janji sama dia. kalo kita sudah janji ya kita harus menepati nya"


"iya kamu benar vanice kamu harus jadi vanice yang mandiri bukan seperti nona besar yang suka memerintah itu,,hhaa


(sambil tertawa kecil)


"anyya kamu mengutuk ku ya"


(tanya vanice dengan wajah cemberut)


"Eemm,,kaya nya tidak"


(jawab anyya dengan bercanda)


mereka pun bergurau bertengkar dengan manja layaknya seperti sepasang sahabat yang saling menyempurnakan satu sama lain

__ADS_1


"satu hal yang harus kamu tahu vanice kamu adalah satu-satunya sahabat ku,apapun yang kamu lakukan aku akan selalu mendukung mu dan selalu menemani mu"


(anyya yang sambil memegang tangan vanice)


"terimakasih anyya kamu adalah satu-satu nya sahabat ku yang baik"


"terus tadi kamu kenapa vanice bisa telat datang ke sekolah bukannya kamu sudah pagi-pagi berangkat nya"


"Oohh itu ya...aku...?


jawab vanice dengan suara tersendat


kring...


lonceng bel pun berbunyi semua mahasiswa pun bergegas ke kelas mengambil tas mereka untuk segera pulang.


disaat inggin pulang anyya dan vanice, tiba-tiba teman sekelasnya laki-laki menghampiri vanice yang masih membereskan buku-buku yang berserekan di mejanya


"va.ni.ce ki.ta pulang ba.reng yuk, ru.mah kita kan se.arah"


tanya Alex dengan gagap ke vanice akibat dia yang sangat gugup ketika di depan Vanice


" maaf Alex vanice nya sudah janji mau pulang bareng aku,jadi kamu lain kali aja ngajaknya"jawab anyya dengan cepat


"ayo vanice,jemputan aku sudah nunggu di depan..bay..bay..Alex (tarik anyya bergegas keluar sambil melambaikan tangannya ke Alex)


Alex hanya terdiam menghela nafas dengan berat dan dikejutkan oleh temannya. yang diam-diam menguping pembicaraan


"hhaa..!! Alex alex kamu gagal lagi"


"heh..siapa yang gagal" jawab Alex


"ya kamu lah siapa lagi yang selalu ditolak Vanice"(ucap sindir teman alex)


"kalau kamu mau deketin vanice dengan kaca mata kono mu ni ga bakalan mempan bro..?


"atau kamu lebih baik menyerah saja bro,


"cewe kalas lain masih banyak siapa tau ada yang kepencut sama kamu tu bro".


ungkap teman alex itu dengan santai sambil merangkul bahunya alex dengan tepukan tangan yang pelan.


jawab Alex dengan nada sedikit cetus


"kamu aja suka sama vanice, terus nyuruh aku mundur.


"jangan-jangan kamu yang takut bersaing dengan aku bro.


"hiihh..! siapa juga yang takut bersaing sama kamu, gaya aku lebih keren dari pada kamu " jawab teman alex yang sambil berjalan menuju ke arah parkiran sekolah.


vanice dan anyya yang berada di dalam satu mobil, mereka yang ingin pergi berjalan-jalan ke sebuah mall.


vanice yang sudah berjanji akan mentraktir anyya berbelanja. anyya yang telah membantu nya menghindari ajakan pulang bareng bersama laki-laki yang menurutnya kurang penting bagi nya.


"kamu sengaja kan tadi.( tanya vanice dengan suara santai)

__ADS_1


"iya sengaja, kamu harus berterima kasih kali ini berkata aku, aku udah nolongin kamu lo ".


(jawab anyya)


"iya'iya dehh, biar ganti nya kali ini aku yang traktir kamu sepuasnya gimana


"dengan senang hati bestie ku"


ucap Anyya dengan sambil tertawa


alex adalah teman kelasnya yang diam-diam menyukai vanice tapi dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya, siapa yang tidak menyukai vanice semua mata kaki-laki selalu tertuju ke vanice.


vanice adalah wanita yang cantik berkulit putih dan wanita yang pintar,dia mempunyai bermacam bakat.


dia sejak kecil telah dilatih oleh ayah nya, layak seperti nona muda seorang bangsawan yang harus diwajibkan mempunyai bakat yang unggul.


tidak lama kemudian vanice dan anyya telah tiba di depan parkiran mall


"nona besar, kita sudah sampai di depan mall''


"apa non mau turun disini". (tanya supir pribadi vanice/ pak )


"iya..saya turun disini, bapa tunggu saya di parkiran saja. (jawab vanice)


"iya non.


supir pribadi nya pun dengan patuh menunggu nya di parkiran seberapa pun lama pak supir tetap menunggu nya.


pak supir memiliki sebutan dengan nama pak jonas dia sudah 10 tahun bekerja jadi supir untuk keluarga vanice


"vanice ada baju merk terbaru loh, kita liat-liat yuk "


Anyya yang bergegas-gegas menarik tangan vanice menuju ke fashion wanita.


"aduhh vanice ini ni baju yang limited Edition itu lo...


"astaga cantik banget baju nya,lembut lagi. ehh warna grapefruit peach bikin aku tambah meleleh deh.


anyya yang berdiri di depan kaca dengan menating bajunya sambil menunjukkan ke vanice


"iya cantik,kalu kamu suka ambil saja buat kamu (ucap vanice)


"kamu serius, ini mahal banget lu"


"apalagi ini dari merk Louis Vuitton itu vanice. kalau harganya diitung-itung ini bisa buat aku jajan selama dua bulan vanice"


tiba-tiba seorang pegawai toko menghampiri anyya dan vanice


"wahh selera nona sangat bagus, yang nona katakan sangat lah benar.


"ini adalah baju yang pertama kali diliris dengan warna peach oleh Louis Vuitton yang asal dari paris.


"setiap fashion pieces yang dijaga kualitasnya, juga inovasi handcrafted design 


"yang selalu sukses menjadi tren di tiap season, LV masih mendominasi clothing market dunia dengan brand value mencapai $150 dollar

__ADS_1



__ADS_2