
Dosen yang masih fokus menjelaskan materi semua materi statistik sudah dijelaskan dan tepatnya diwaktu sesi tanya jawab
tiba-tiba dosen yang memanggil vanice di saat masih jam pelajaran berlangsung
tetapi Vanice yang malah tiba-tiba tertidur ditengah jam pelajaran, dia yang tidak memperhatikan guru disaat guru sedang memanggilnya.
sebenarnya vanice selalu fokus dalam pelajaran mungkin dia terlalu lelah bekerja
apa yang ditanyakan malah apa yang dijawabnya..murid lain yang masih hening memperhatikan di saat yang jawab, dan ada juga sebagian murid masih tidak memperhatikan pelajaran mungkin yang dikatakan orang pandangan tubuh masih memperhatikan guru tapi dengan hati dan pikiran mereka yang masih terfokus ke Arlan.
jawaban vanice membuat semua murid yang mendengar jawabannya terkagetkan, yang tiba-tiba menjadi heboh tertawa setelah mendengar apa yang vanice katakan.
vanice yang tanpa sadar mengucapkan dengan keras dengan sambil berdiri dan menepuk mejanya
"YA SIAPA SIAPA YANG MAU BELI BUNGA, BUNGA MAWAR INI COCOK BANGET BUAT PACAR NYA LOH APALAGI Yang MAU NYATAIN PERASANNYA
"aish Vanice ini masih jam pelajaran bukan waktu nya untuk mempromosikan bunga mu.. ucap dika ketua kelas
hahaa,,hhaaa,hhaa
bu cika yang mendengar jawaban vanice
"sudah semuanya jangan ada yang ribut dan mentertawakan lagi
"Vanice kenapa kamu sempat-sempatnya tidur di jam pelajaran
"maaf bu,,saya kurang tidur
ucap vanice dengan malu dia yang tidak biasanya membuat masalah di saat dia memasuki kuliah apalagi sampai membuat guru menjadi tidak menyukainya
"ya sudahlah kamu duduk kembali, dan kayanya murid-murid lain juga kurang fokus lagi jadi pelajaran hari ini kita akhiri dulu sampai sini
"iyaa buu,,sampai jumpa ibu di pertemuan selanjutnya.
ucap semua murid gembira yang menjadi semangat mendengar jam pelajaran sudah diakhiri
bu cika sebenarnya adalah dosen statistik yang tidak suka kiler terhadap muridnya, murid-murid lain sangat suka ketika itu cika mengajar
bu cika pelajar yang ramah tidak seperti guru lain yang suka memandang murid-murid yang harus dari kelas elit
"vanice kamu ngigo disiang bolong gini ya"
"iya..lebih baik kamu gak usah masuk kelas lagi gihh sana jualan bunga busuk mu, lebih cocok dengan kamu
__ADS_1
"sama-sama busuk dan kampungan
samperi ejek teman sekelas vanice yang selalu melihat vanice dari latar belakang keluarga kelas rendah, vanice yang mendengar ucapan mereka sangat kesel dengan mengeretkan gigi nya, mereka yang selalu menghinanya
"heh.. bunga ku busuk,, tapi gue cium parfum lo seperti bau-bau bangkai mati egh..salah tapi lebih tepatnya lagi lagi Nafas kalian baunya lebih busuk"
ucap vanice berdiri mendekati mereka dan meninggalkan nya, padahal Vanice ini sekali membuat mereka perhitungan tapi dia tidak bisa melakukannya dia tidak ingin lagi mendapat masalah yang tidak dibuat nya
vanice yang keluar kelas dengan kesel mengingat ucapan mereka tadi yang seenaknya di tambah lagi dengan mood nya hari ini yang kurang bagus
"dasar wanita-wanita kampret enak saja bilang bunga ku bau busuk lah apalah
"mana ada coba bunga yang bau busuk mulut mereka aja yang busuk
"gak bosan apa mereka gangguin gue mulu,,kalo gak di kampus udah gue jambak tu buka mereka gue saosin tiram sekalian
ocehan vanice dengan berjalan sendirian, vanice yang sedang berjalan menuju ke kantin dengan langkah kaki yang cepat.
dia yang melihat sampah botol minuman bekas dilantai tanpa dia fikir panjang botol minuman kosong itu malah tendangnya tanpa arahan yang jelas
vanice yang kurang beruntung botol kosong itu pun ternyata juga menimbulkan nya masalah baru lagi
"aduhh....
"astaga mampus gue kena orang segala lagi,,
"siapa sih yang tendang botol minuman sembarangan,
lirik kiri-kanan laki-laki itu ternyata Arlan dengan sambil memegang botol itu dengan erat, dia yang sedang mencari dari mana botol itu berasal siapa yang sudah berani melemparkan botol itu kearah kepalanya
Vanice yang ingin berencana kabur tapi sudah malah ketahuan Arlan
"melangkah satu depan Lagi ingin kabur, gue lempar kembaliin ke kepala loo
Vanice yang berbalik badan dan menghadapkan satu arah berjalan l ke Arlan dengan perlahan dia mengangkat kepalanya dan melihat kewajah Arlan
Vanice yang hampir kesalahan fokus sampai dia melupakan inti masalahnya, Vanice malah melamun kebingungan melihat Arlan laki-laki yang tidak pernah dia lihat di kampus ini, bukannya dia harus memikirkan bagaimana caranya meminta maaf,
dia malah memikirkan apa yang sudah dia buat, dia malah menilai memikirkan poster tubuh Arlan "siapa dia, cowok ini sangat tampan bahkan tinggi badannya sangat ideal sempurna"
Arlan yang dari tadi berbicara tetapi Vanice tidak mendengarkan nya
"haii..kamu dengar gak apa yang gue ucapin
__ADS_1
"iya tampan sekali" ucap vanice tanpa dia sadari
"ughh.. sudahlah sama saja seperti wanita-wanita lain
Arlan yang memegang kepalanya yang memar merah dia langsung meninggalkan Vanice,
Arlan tidak suka dengan wanita-wanita yang selalu mendekati nya hanya menilai dari sudut pandang fisik saja, karena itu dia mengira Vanice yang melemparkan botol itu hanya sebuah trik menggoda laki-laki saja
"haii..kok pergi katanya mau tanggung jawab ucap nya dengan keras
"gak perlu
Vanice yang kebingungan dengan sikap Arlan, yang menurutnya agak aneh tadinya meminta dia bertanggung jawab sekarang malah pergi mau bertanggung jawab atau gak sih menurut nya.
tetapi dengan sikap vanice yang cukup keras dia lebih memilih mengejar Arlan dan membawanya ke UKS sekolah dari pada nanti menurut nya lebih bermasalah kalau dia tidak bertanggung jawab sama sekali
"yuk cepat ke UKS gue tanggung jawab obatin luka lo yang merah itu
"gue bilang kan gak usah ya gak usah ucap Arlan dengan nada dingin
"gue gak mau di tuntut yang lebih ribet nanti gara-gara gue gak tanggung jawab
"loo tenang aja, gue gak bakalan nuntut loo
"gue tetap tanggung jawab titik tanpa koma
tarik vanice dengan paksa, akhirnya sampainya vanice dan Arlan di UKS tapi dokter nya tidak masuk kerja
"sini gue obatin ucap vanice yang sambil membuka obat p3k
"panggilin dokter aja
"dokternya gak ada sedang cuti
tunjuk vanice yang mengarahkan tangannya memberi tahukan di mading daftar hadir dokter yang tertera pada hari Sabtu dokter lisa sedang curi hadir kembali pada hari Selasa,
Arlan yang mau gak mau Vanice lah satu-satunya yang berada diruang dan akhirnya Vanice yang mengobati luka Arlan
Vanice mengobati luka Arlan dengan perlahan
"gak usah liat-liatin gue, ucap Arlan dengan sinis
Vanice yang kesel mendengar perkataan Arlan yang selalu saja berlebihan, Vanice yang malah sengaja menekan luka Arlan dengan keras
__ADS_1
"aaaww...bisa gak loo pelan sedikit