Blood Necromancer System

Blood Necromancer System
Chapter 35: Sebab pembantaian


__ADS_3

(Note: Chapter ini 75% Mengikuti chapter novel demon system Yang berjudul Menahan amarah)


di dalam aula tersebut terdengar suara tertawa keras dari semua orang, Penghinaan patriark Du pada Reizel membuat semua orang tidak bisa lagi menahan untuk tidak tertawa.


Reizel Yang mendapatkan hinaan dari patriark Du, masih tenang seperti masa sekali tidak mendengar hinaan itu.


"Terima kasih patriark Du" Balas Reizel sambil mengambil kotak giok ditangan patriark Du.


Melihat reaksi Reizel Yang seperti seorang pengecut, Patriark Du tertawa terbahak bahak "Hahahaha.... Patriark baru sekte bulan putih seorang pemuda Yang pintar" semua perkataan Yang dikeluarkan patriark Du penuh penghinaan.


Patriark Du berjalan meninggalkan Reizel kembali ke tempat duduknya dengan terus tertawa di setiap langkahnya.


Setelah patriark Du duduk giliran patriark sekte lain memberikan hadiah kepada Reizel.


Namun Hal sama juga terjadi, Patriark Yang mendekati Reizel kali ini memberikan sebuah kotak giok berisi inti binatang sebesar kelereng didalamnya.


Semua orang tertawa terbahak bahak tak terkecuali Lee Jeo Sung setelah melihat inti binatang yang ada didalam kotak, inti binatang Yang diberikan kepada Reizel itu hanyalah sebuah Inti binatang Tingkat Pemurnian Qi, Yang bisa disebut sampah untuk semua orang.


Setelah Tertawa puas, patriark itu melempar sebuah kotak kearah Reizel dan langsung duduk ketempat duduknya, Tampa mendengar perkataan Reizel lagi.


Tetua agung Lin Yang melihat itu sudah hampir habis kesabarannya, "Patriark kenapa kamu masih saja diam? "


Reizel Menoleh ke Tetua agung Lin, "Tunggu dan lihat saja, lagi pula kita masih punya tamu lain" Ucap Reizel dengan senyum, kemudian mencuri mata melihat ketempat kawanan Lee Jeo sung.


Tetua agung Lin Yang melihat senyum di wajah Reizel langsung membeku, senyum Reizel saat ini sama persis seperti saat membunuh para tetua di aula sebelumnya.


"Ba... ba... baik patriark " Jawab Tetua Agung Lin terbata-bata.


Sedangkan Reizel Yang mencuri lihat kearah kawanan Lee Jeo Sung dikejutkan dengan Lee Jeo sung dan Jia Li Yang sedang tertawa Terbahak bahak.


'Apa dia datang untuk menghinaku juga? ' Pikir Reizel setelah melihat Lee Jeo Sung Yang sedang tertawa Terbahak-bahak.


Namun tak berselang Lama pemikirannya hilang diganti keterkejutan saat mendapatkan pesan telepati dari Lee Jeo Sung, 'Kau tenang saja aku tidak menertawakan mu, aku Sedang menertawakan orang Yang akan mati nanti hahaha'


Reizel Menelan ludahnya Kemudian mengangguk dan acara berlanjut seperti sebelumnya.


Para tamu pun mulai memberi hadiah secara bergantian pada Reizel, akan tetapi hadiah Yang mereka berikan tidak pantas untuk dibilang hadiah atau lebih tepatnya mereka hanya memberikan sebuah sampah pada Reizel, bahkan ada Yang memberikan sebuah peti mati sebagai hadiah.


Reizel Menerima semua hadiah itu dengan senyum, akan tetapi Reizel tidak menyimpannya melainkan menaruhnya di samping tempat duduknya.


Reizel sudah menjadi Lelucon paling besar oleh semua orang Yang ada didalam aula, Tetua agung Lin sendiri juga sudah kehilangan akalnya karena emosi, akan tetapi ketika ia mengigat kembali senyum Reizel sebelumnya, ia pun hanya bisa mempercayakan semuanya pada Reizel.


Tamu terakhir sebelum Lee Jeo Sung pun sudah memberi Reizel hadiah Yang masih bisa dibilang cukup pantas untuk dikategorikan sebagai hadiah, Reizel Tersenyum puas Atas pemberian orang itu.


"Darimana Kau Berasal?? " Tanya Reizel pada orang yang ada didepannya.


"Saya Li Dan, Seorang patriark dari sebuah sekte kecil bernama Awan hijau" Jawab orang didepan Reizel.


"Baiklah, Terima kasih sudah datang dan memberiku hadiah, Sekarang kamu bisa kembali" Reizel bicara dengan sopan.


Setelah melihat pria itu berjalan kembali ke tempat duduknya, Reizel menyimpan hadiah dari pria itu ke cincin penyimpanannya.


Sedangkan Lee Jeo sung yang melihat itu kemudian maju berjalan mendekati Reizel, "Selamat atas Pengangkatannya, sekarang Aku hanya bisa memberikanmu darah ini" Ucap Lee Jeo sung sambil mengeluarkan darahnya dari tangan kedalam sebuah botol kaca.


Melihat itu Reizel terkejut, bukankah ini namanya penghinaan besar?? Sedangkan untuk tamu Yang lain hanya bisa tertawa terbahak-bahak, karena Lee Jeo Sung memberikan hadiah 1 tetes darahnya.


'Kau tidak perlu terkejut coba saja analisa' Ucap Lee Jeo Sung lewat batin kepada Reizel.


Mendapatkan telepati dari Lee Jeo Sung, Reizel langsung mengangguk dan melakukan analisa.


"Analisa" Ucap Reizel pelan.


*Ding


[Darah Kematian dan kehidupan: Terbuat dari gabungan jutaan darah binatang buas dalam 1 tubuh


Efek: Membunuh atau menghidupkan seseorang dalam hitungan detik]


Reizel membuka matanya lebar-lebar setelah melihat hasil analisa system nya, Pasalnya Bagaimana Bisa ada setetes darah Yang memiliki 2 efek kuat didalamnya.


Setahunya di dunia ini hanya memiliki 2 jenis darah Yaitu darah Yang bisa menyembuhkan orang Dan darah Yang bisa meracuni orang, Namun beda dengan darah didepannya sekarang, Darah ini bukan menyembuhkan lagi melainkan menghidupkan dan bukan meracuni lagi melainkan membunuh secara instan.


Bukanya itu berarti tubuh Lee Jeo Sung sendiri sudah seperti obat atau racun kelas dewa yang bisa membunuh atau menyembuhkan seseorang sesuka hatinya.


Melihat Wajah keterkejutan Reizel, Lee Jeo sung hanya bisa tersenyum, 'We...darah itu hanya bisa kau gunakan untuk membunuh karena sudah ku atur begitu' Telepati Lee Jeo sung pada Reizel.


'Hu? Kenapa Efeknya dikurangi?' Pikir Reizel Setelah mendapatkan Telepati dari Lee Jeo sung.


'Hahaha Kau akan tau Setelah mengenalku lebih Lama lagi' Balas Lee Jeo sung lewat Telepati setelah membaca pikiran Reizel,


Kemudian Lee Jeo Sung berjalan kembali ketempat duduknya. setelah Melihat Lee Jeo sung berjalan kembali ketempat duduknya, Reizel menyimpan darah dari Lee Jeo sung ke penyimpanan miliknya.


Setelah itu Reizal. menoleh kesamping dan melihat hadiah para tamu atau lebih tepatnya sampah, Sudah menjadi sebuah tumpukan tinggi di samping Reizel berdiri, "Terima kasih pada kalian semua Yang sudah memberikan hadiah" Teriak Reizel pada semua orang.


"Hahaha..... Tidak perlu berterima kasih, Seharusnya kami Yang mengucapkan karena sudah memberikan tontonan Yang sangat menarik" Patriark Du, Tertawa Terbahak bahak.


"Baiklah, Karena acara sudah selesai aku ingin berpamitan, Ada hal penting Yang harus aku lakukan" Patriark Du Berjalan Tanpa melihat kearah Reizel lagi.


Melihat itu Lee Jeo sung langsung menyuruh Byakko Membawa Jia Li Ke toilet, Sebelum para tamu lain mengikuti patriark Du dan akan Dibantai.


Byakko Yang mendapatkan perintah langsung membawa Jia Li ke Toilet Yang ada di belakang aula dan memasang Sebuah array pertahanan.


Bukan takut akan kekuatan dari Reizel melainkan takut Jia Li akan Ikut-ikutan suka membunuh karena kebiasaan melihat Lee Jeo sung dan orang lain melakukan pembantaian.


Setelah Byakko Dan Jia Li sudah masuk ke Toilet. Para tamu Yang lain melihat Patriark Du melakukan itu, Semuanya tersenyum dan juga melakukan apa Yang dilakukan patriark Du pada Reizel.


Semua orang mulai berdiri dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan aula Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Reizel, Seolah mereka tidak menganggap keberadaan Reizel sama sekali sebagai tuan rumah.


Dan Saat patriark Du Berada satu Langkah lagi dari pintu masuk aula, Suara suara terdengar.

__ADS_1


"Siapa Yang menyuruhmu pergi dari sini?? " Teriak Reizel pada Patriark Du. Reizel Berteriak Tanpa takut menyinggung Lee Jeo Sung karena Lee Jeo Sung sendiri sudah Mengatakan 'aku sedang menertawakan orang Yang akan mati nanti' lewat Telepati tadi diawal.


{bersambung…}




info novel:



√ novel up 1-3 chapter setiap hari dan khusus hari minggu 1 chapter.



√ ini novel pertama saya jadi jika ceritanya jelek mohon maaf.



√ bagi yang suka cerita saya yang murni imajinasi bisa bantu dengan.


like, komentar, vote (10 points pun bagus), share dan jika bisa berikan tips.



√ status lee jeo sung (terbaru)



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



...\=\=\= status \=\=\=...



Nama: Lee jeo sung


Ras: kucing darah


Level: 72


Kultivasi: kaisar alam lapisan ke-2


(2.125.061/2.150.000 pasukan)


Job: blood necromancer | tamer |


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kondisi: baik


AGI : ???


INT : ???


VIT : ???


LUCK : 471



(points skill: 0)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hukum dao: yin yang | kematian | kehidupan, pembantaian | kehancuran | pedang | sabit |5eleman | api dan es | cahaya dan kegelapan |perubahan | ruang waktu |



Keterampilan aktif: auman meong-meong | cakar angin meong | langkah bayangan |


5 segel semesta | membaca pikiran |



Keterampilan pasif: tubuh darah | fusi | aura of death | transformasi | tame |


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Points darah: 100jt\+ points darah


Koin emas: 990k\+ koin emas


Batu roh: 0(r) | 0(m) | 0(t)


Koin jiwa: 900jt\+ koin jiwa


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



...\=\=\= Penyimpanan \=\=\=...



•bawahan (yun zhen)

__ADS_1


•bawahan (mei zhen)


•pill kehidupan(pill)


•Toket gemurug(Artefak)


•Kristal bakat(item)


•Lonceng penarik(Artefak)


•peta reruntuhan kuno benua timur(peta)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


•\>Shop system(versi 0.4)


•\>Lottery


•\>Lelang


•\>Searching


•\>Maker



√ tingkatan budidaya di novel.



\>fana


•pembentukan tubuh


•pemurnian qi


•inti roh


•inti emas


•kesengsaraan surgawi


•tuan alam


•raja alam


•kaisar alam


•suci


•setengah dewa



setiap tingkat memiliki 10 tahap


(mulai dari tingkat suci tahap berubah jadi rendah, menengah, tinggi, puncak, setengah langkah)



\>abadi


•manusia abadi


•bumi abadi


•langit abadi


•emas abadi


•prajurit abadi


•jenderal abadi


•tuan surgawi


•raja dao


•kaisar dao


•setengah dewa



\>dewa


•dewa manusia


•dewa bumi


•dewa langit


•dewa kekosongan


•dewa surgawi


•dewa kuno


•dewa ilahi.

__ADS_1



\#xjazzly.


__ADS_2