
Melihat bawahannya dibunuh didepannya, tuan muda dari sekte phoenix api itu pun langsung bertambah takut hingga membuat seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat.
sedangkan 7 sosok berjubah hitam yang melihat itu langsung merasa mainan meraka sudah mulai membosankan dan berniat membunuh tuan muda itu secepatnya.
"Selamat tinggal~" Ucap Salah satu orang berjubah hitam sambil menebaskan pedang ditangannya.
Ting~ (Suara pedang dilaga)
sebelum sempat bilah pedang dari sosok berjubah hitam mengenai tubuh tuan muda itu, tiba tiba sesosok kakek tua berumur 58an muncul depan mereka semua sambil menahan pedang Yang mengarah ke tuan muda phoenix api itu dengan pedangnya.
"Siapa kau" Tanya sosok berjubah hitam Yang pedangnya dihalangi tadi sambil melompat mundur 3 langkah.
"Saya Fu Lin Yang ketua ke-1 sekte phoenix api, saya Mohon maafkan tuan muda kami Yang nakal ini" Jawab kakek tua itu sambil menundukkan kepalnya meminta maaf.
Mendengar permintaan maaf dari kakek tua itu, ketujuh sosok berjubah hitam itu pun langsung tertawa dengan keras.
"Hahahaha apakah kau terlalu tua hingga mengira kami akan menarik ucapan kami kembali?? " Ucap Salah satu sosok berjubah hitam Yang ada di dekat kakek tua itu.
"ha.... Baiklah jika itu mau kalian, aku terpaksa harus ikut bertarung" Balas kakek tua itu sambil mengangkat pedangnya kearah Salah satu sosok berjubah hitam.
Wush...
Setelah itu, tanpa aba aba kakek tua itu pun langsung melesat kearah Salah satu sosok berjubah hitam Yang ada didekatnya dan langsung menebas kepalanya dengan sangat cepat.
Cras.... (Suara darah)
"Apakah kalian masih ingin melanjutkan pertarungan ini" Tanya kakek tua itu setelah memotong kepala Salah satu sosok berjubah hitam.
mendengar perkataan kakek tua itu, sosok berjubah hitam Yang lainnya pun langsung tertawa dengan keras, hingga membuat pria tua itu merasa heran.
namun keheranan kakek tua itu langsung terjawab setelah ia mendengar suara dari belakangnya.
"Hey pak tua!!! apakah kau sudah merasa sangat kuat setelah memotong kepalaku sekali saja?? " Teriak sosok berjubah hitam Yang kepalanya sudah putus dari tubuhnya tadi dari belakang.
__ADS_1
mendengar suara itu, kakek tua itu pun langsung menolehkan kepalanya dengan cepat kebelakang dan terkejut dengan apa Yang dia lihat, kakek tua itu pun langsung melompat mundur kembali ke dekat tuan mudanya.
sedangkan sosok berjubah hitam Yang tadi kepalanya ditebas sudah kembali utuh layaknya tidak terjadi apa apa.
"Si-siapa kalian ini, dan bagaimana bisa kau masih hidup setelah kepalamu sudah ku putuskan tadi" Teriak kakek tua itu sambil menatap sosok berjubah hitam Yang kepalanya sudah kembali utuh.
"Hu.. kau tidak perlu tau siapa kami ini, Yang perlu kau tau sekarang adalah nyawamu sedang dalam bahaya sekarang" Balas sosok berjubah hitam Yang kepalanya tadi dipotong kakek tua itu.
"Tch.. " Bercak kesal kakek tua itu sambil mengangkat pedangnya untuk bertarung.
~~
Sedangkan itu, disisi lain tempat bertarung sosok berjubah hitam dengan kakek tua itu,
Shin Lin Dan Shin Xi Yang awalnya mengabaikan kerumunan dibelakang mereka akhirnya mulai menunjukan tanda tanda penasaran.
"Kak, kenapa dibelakang itu sangat ramai??" Tanya Shin lin pada Shin Xi.
"hmm Kakak juga tidak tau, tapi sepertinya ada seseorang Yang sedang bertarung di sana" Jawab Shin Xi sambil melihat kearah belakang.
namun sebelum sempat melihat sosok berjubah hitam, Shin Lin dan Shin Xi sudah duluan di panggil oleh orang Yang mengatur pendaftaran masuk akademi.
"Dua murid yang di sana silahkan maju kemari" Ucap seorang wanita muda berambut hitam dan mata hitam Yang sedang duduk di meja pendaftaran.
"Aa Baik" Jawab Shin Xi sebelum menoleh kearah Shin Lin adiknya.
"Shin Lin yuk, kita sudah dipanggil" Ucap Shin Xi sambil menarik tangan Shin Li dengan pelan.
"Aa, Baik kak" Jawab Shin Lin sambil menolehkan kepalanya kembali ke depan secara perlahan.
~~
Kembali ketempat pertarungan para sosok berjubah hitam dengan kakek tua itu.
__ADS_1
"menyerah-lah pak tua!!! karena kau pasti tidak akan mampu melawan kami lagi dengan keadaan mu Yang seperti sekarang ini" ucap Salah satu sosok berjubah hitam sambil melihat kearah kakek tua Yang sekujur badannya sudah dilumuri darah.
Sedangkan ketujuh sosok berjubah hitam masih dalam keadaan baik baik saja karena kemampuan regeneration mereka Yang sangat kuat dan lagi Yang mereka lawan ini bukanlah seorang penyihir dengan element api atau es.
"Ugh... Tidak akan!! " Teriak Kakek tua itu.
"baiklah, karena kau masih tidak mau menyerah maka kematian mu mungkin akan terasa lebih sakit" Balas Sosok berjubah hitam sebelum ia melesat menyerang kearah kakek tua itu.
Kakek tua Yang melihat dirinya akan diserang oleh sosok berjubah hitam pun tidak bisa melakukan apa pun lagi selain mengangkat pedangnya dengan lemas.
Namun saat keinginan hidup kakek tua dan tuan muda itu sudah mulai menghilang, tiba tiba terdengar sebuah suara wanita dari atas langit.
"Berhenti!!!" Teriak seorang wanita cantik dengan rambut merah panjang dan badan indah, dari atas langit langit.
namun walau sudah mendengar suara teriak itu, sosok berjubah hitam yang tadinya ingin menyerang kakek tua itu tetap melesat dengan cepat dan menebas kepala kakek tua itu hingga putus dari tubuhnya.
Cras.... (darah muncrat)
Melihat kepala kakek tua itu putus dari tubuhnya, sang tuan muda yang dari tadi duduk ketakutan di belakang pun langsung jatuh pingsan, sedangkan wanita cantik Yang ada di atas langit tanpa berbasa basi langsung menembakkan sihir api miliknya kearah kumpulan sosok berjubah hitam.
"B@jing@n!!! Hell phoenix: api abadi" Teriak wanita itu sambil mengeluarkan sebuah bola api berwarna merah muda dari tangannya.
Setelah itu, wanita cantik itu pun langsung melemparkan bola api di tangannya kearah 7 sosok berjubah hitam dibawahnya, namun ia lupa bahwa keberadaan adiknya atau tuan muda sekte phoenix api sekarang masih ada didekat orang orang berjubah hitam.
Boom~
Ledakan besar pun terjadi, para murid yang ada didekat sana pun terkena dampaknya, dari ada Yang mengalami luka ringan hingga ada Yang mati karena terkena percikan api abadi Yang tidak bisa padam itu.
"Hehe sepertinya mereka semua sudah mati menjadi abu" Ucap wanita cantik itu sambil tersenyum sinis setelah mengedarkan energy deteksinya disekitar wilayah didekatnya.
"Tapi... sepertinya adik ke-3 juga ikut mati karena ledakan Yang ku sebabkan tadi" Gumam gadis itu sambil tersenyum canggung.
{Bersambung…}
__ADS_1
Terima kasih kepada semuanya karena sudah menunggu saya kembali, dan btw jika 2 chapter hari ini membosankan saya sungguh minta maaf ya karena 2 chapter ini saya bikinnya buru buru, tapi untuk chapter berikutnya saya bisa menjamin 100% akan lebih seru dan keren deh.