
[1 Hari kemudian]
[Di depan akademi Aftrom, ibukota kerajaan manusia]
di sebuah pagi Yang cerah, Terlihat di sana ada dua orang kakak beradik Yang sedang berbaris mengikuti sebuah antrian panjang Yang di depanya terdapat sebuah meja pendaftaran untuk murid murid baru akademi aftrom.
yah akademi aftrom, akademi Yang disebut sebut sebagai akademi paling terkemuka di kerjaan manusia karena akademi ini sudah memiliki sejarah lebih dari 1.000 tahun dan lagi akademi ini sering kali dibanggakan sebagai sekolah sihir dan pedang terkuat dalam sejarah manusia.
ditambah, ada banyak penyihir dan kesatria terkenal Yang berasal dari alumnus akademi ini, bahkan tidak sedikit juga Pahlawan dari dunia lain Yang bersekolah disini dulu.
Namun, fokus kita kali ini tidak pada akademi ini melainkan pada kedua kakak beradik Yang sempat bertatapan dengan lee Jeo Sung kemarin.
"Kakak, bukankah sekolah disini sangat mahal??" Tanya seorang gadis kecil itu kepada kakaknya.
mendengar pertanyaan dari sang adik, sang kakak pun langsung menolehkan kepalanya kearah adiknya itu dan menjawab.
"Tidak perlu khawatirkan hal itu, karena asalkan Shin Lin bisa bersekolah dengan baik dan menjadi orang hebat kelak, kakak juga akan ikut senang" Jawab sang kakak sambil berusaha menganti topik.
"Oiya, Shin Lin nanti mau jadi penyihir apa??" Tanya Sang kakak.
"Mmm, Shin Lin mau jadi penyihir api Yang kuat dan cantik kakak" Jawab Shin Lin dengan antusias.
Melihat sang adik sangat antusias dan bersemangat, Shin Xi Yang merupakan kakak dari Shin Lin pun tersenyum dengan sangat bahagia.
Disisi lain atau lebih tepatnya diujung antrian yang tidak jauh dari tempat Shin Lin dan Shin Xi berada, terlihat di sana ada sekumpulan pria dengan pakaian merah berlogo phoenix di dadanya sedang memaksa memotong antrian.
"Minggir minggir, tuan muda dari sekte phoenix api kami ingin mendaftar duluan" Teriak dua orang pria berbaju merah itu.
Mendengar teriakan itu tidak sedikit juga orang orang langsung menyingkir dan membuka jalan untuk mereka, namun dari sekian banyaknya orang di sana ada seorang pria berbadan besar Yang tidak mau membuka jalan untuk sekumpulan orang itu.
"Hei!!! apakah kau tuli?? tuan muda sekte phoenix api kami ingin mendaftar duluan minggir sana!! " teriak Salah satu anak buah itu.
mendengar teriakan dari orang orang dibelakangnya, pria berbadan besar itu pun langsung membalikkan badannya secara perlahan kearah belakang.
"Ha?? kau menyuruh ku minggir?? apakah kau tidak tau kalau di akademi ini hanya kekuatan lah Yang mengatur??" Tanya Pria berbadan besar itu dengan suara tinggi.
__ADS_1
"Dan lagi tubuh kalian begitu kecil dan tidak memiliki aura, jadi mana mungkin kalian bisa mengalahkan ku" Ucap sindir Pria Berbadan besar itu sambil memalingkan kembali tubuhnya ke depan.
namun sebelum sempat memalingkan tubuhnya kearah depan, Pria berbadan besar itu langsung di tembakkan sebuah api bewarna merah terang dari belakangnya.
Wush...
karena tidak sempat bereaksi, pria berbadan besar itu pun langsung terbakar oleh api itu, namun karena ia tidak menyerah disitu ia tetap berusaha memadamkan api ditubuhnya dengan aura miliknya.
hanya saja, api Yang membakar tubuh pria berbadan besar itu tidak kunjung mereda melainkan terus membara hingga membuat pria berbadan besar itu mati dan berubah menjadi manusia goreng.
"Ini lah hukuman untuk orang Yang berani melawan tuan muda kami" Ucap Salah satu bawahan Yang tadi menembakkan api ke tubuh pria berbadan besar itu.
kemudian Setelah itu, mereka pun melanjut kegiatan memotong antrian mereka kembali selama beberapa saat hingga jarak mereka sudah dekat dengan tempat Shin Lin Dan Shin Xi berada.
"Minggir!!! atau kalian ingin nyawa kalian hilang??" teriak para bawahan tuan muda itu sambil mendorong orang orang didepan mereka.
namun saat kelompok itu sudah hampir sampai didekat Shin Lin Dan Shin Xi, langkah Mereka langsung terhentikan karena munculnya tujuh sosok orang berjubah hitam didepan mereka.
"Nak, berhenti dan mengantri lah sekarang karena jika tidak kalian akan menganggu nona kami nanti" Ucap lembut Salah satu orang berjubah hitam.
Namun dari suara lembut Yang dikeluarkan oleh orang berjubah hitam itu, ada rasa layaknya sebuah racun Yang sangat mematikan sedang dilepaskan ke kelompok itu.
"ka-kalau kami mau lewat kau mau apa??" ucap Salah satu bawahan tuan muda itu dengan gagap dan berusaha memberanikan diri.
"Jika kalian memaksa lewat, kami terpaksa harus membunuh kalian semua disini" Ucap Lembut sekali lagi dari orang berjubah hitam itu.
mendengar itu, para bawahan Yang awalnya sangat berani langsung ciut dan berkeringat dengan sangat deras.
Namun dilain sisi, tuan muda mereka hanya tersenyum sinis dibelakang para bawahannya sambil memikirkan sesuatu.
'Hu.. hanya beberapa penyihir rank E dan kesatria Rank E saja sudah berani mengancam diriku Yang agung ini" Batin tuan muda itu setelah menganalisa kekuatan orang orang berjubah hitam itu.
__ADS_1
"Phoenix Fire!! " Teriak tiba tiba tuan muda itu sambil mengeluarkan sebuah sihir api berbentuk burung phoenix besar di tangannya.
"Serang!!!" Teriak tuan muda itu sambil menunju kearah orang berjubah hitam.
Ciak....!!!(Teriak sihir api berbentuk burung phoenix itu)
Dan kemudian sihir itu pun langsung melesat dengan cepat kearah 7 orang berjubah hitam itu hingga membuat sebuah ledakan Yang sangat besar.
Boom!!!!! (Suara ledakan)
melihat dan mendengar suara ledakan itu, orang orang ada yang disekitar mereka pun langsung membuka mata dengan lebar dan ada beberapa orang juga Yang langsung menelan ludah mereka karena jika mereka tidak menyingkir dari sekitar kelompok itu tadi, mereka sudah pasti akan menjadi tumbukan abu ditengah tengah kawah Yang disebabkan ledakan itu.
"Hahaha itu lah akibatnya jika kalian berani membuat masalah dengan tuan muda ini" Teriak tuan muda itu sambil tertawa lantang.
Namun tawa dari tuan muda itu dalam seketika saja berakhir setelah mendengar sebuah suara dari tengah kawah itu.
"jika ini beberapa hari Yang lalu kami semua sudah pasti akan mati hari ini, namun sayang kau bertamu dengan kami hari ini" Ucap Salah satu orang berjubah hitam sambil secara perlahan keluar dari kawah bersama keenam lainnya.
"Nak, karena kau tidak mau mematuhi ucapan kami, kau dan teman temanmu hari ini sudah dipastikan akan menjadi tumpukan mayat hari ini" Ucap lembut Orang berjubah hitam lainnya sambil tersenyum sinis.
walau senyuman itu tidak terlihat karena ditutup oleh gelapnya jubah, tapi hawa membunuh dari senyuman itu bisa dirasakan langsung oleh kelompok itu.
'Apa apaan ini, bagaimana bisa hanya beberapa penyihir dan kesatria rendahan seperti mereka masih bisa hidup setelah terkena serangan ku tadi?? dan lagi... hawa membunuh ini kenapa pekat sekali" Batin tuan muda itu sambil gemetar.
"Nak, apakah kalian memiliki permintaan terakhir?? " Tanya orang berjubah hitam Yang secara tiba tiba ada dibelakang tuan muda itu.
"A-a-aku tidak ma-mau mati" Jawab tuan muda itu patah patah hingga kencing di celana.
"Maaf, permintaan mu Yang itu harus ditolak" Jawab orang berjubah hitam Yang lain sambil menebaskan pedangnya kearah lima bawahan tuan muda itu hingga mati.
Cras.....!!! (Suara darah muncrat dari leher para bawahan tuan muda itu)
__ADS_1
{Bersambung…}