Blood Psycho

Blood Psycho
Bab 1


__ADS_3

Semuanya berawal dari aku kelas 1 sd. Ibu membelikanku sebuah boneka teddy bear besar dan hangat untukku. Aku sangat menyukainya dan menyayangi boneka itu. Sampai suatu hari, Di taman bermain dekat rumahku. teman bermainku yang awalnya sangat akrab denganku ingin meminjam bonekaku, Aku terus menolak tapi ia memaksa. Ia pun merebut boneka itu secara paksa hingga Bonekaku itu robek dan putus. Saat itu, Adalah awal dari semua kekacauan pada diriku. Aku yang merasa kesal hilang kesadaran sejenak. Saat aku sidah tersadar, Teman bermainku itu sudah berlumuran darah dan di tanganku terdapat pecahan kaca dari vas yang pecah. Temanku itu sudah tidak sadarkan diri. Dan aku pun melarikan diri dari taman bermain dan pulang ke rumah.


Sampai di rumah, Ibuku yang melihatku berlumuran darah bertanya apa yang terjadi padaku dengan ekspresi datar. Di sini aku berpikir kenapa ibu tidak terlihat khawatir sedikit pun.


"Aku tadi bermain" Jawabku.


"Lain kali bermainlah yang lebih aman! Dimana anak itu?" Tanya ibu.


"Ia tertidur di taman!" Jawabku.


"Biar ayah yang urus anak itu! Juga keluarganya!" Kata ayah yang tiba-tiba datang.


"Aku lelah! Aku mau tidur!" Kataku.

__ADS_1


"Kembalilah ke kamarmu! Tidurlah yang nyenyak! Tidak perlu merasa bersalah!" Kata ibu.


Setelah hari itu berlalu, Aku menyadari keanehan dari keluargaku. Ternyata kekayaan dari keluargaku itu berasal dari kejahatan yang mereka lakukan. Ternyata Keluargaku adalah keluarga Mafia yang kejam dan jahat. Kini aku menyadari bahwa sifatku yang kejam ini memang secara alami sudah bawaan dari keluarga.


Anak yang dulunya pernah aku lukai itu masih hidup, Hanya saja ia cacat akibat ulahku itu. Keluarganya di bungkam oleh ayah segingga sampai sekarang aku tak pernah peduli dengan kekerasan yang telah aku lakukan.


Aku pun otomatis berubah menjadinorang yang tak berperasaan dan kejam. Bahkan bisa membunuh bila perlu.


Tak terasa kini Aku telah Sma dan Kini aku bukanlah anak kecil lagi. Di sekolah aku terkenal dengan sebutan Blood Psycho. Sekarang aku telah benar-benar berubah. Aku bahkan sudah tak bisa mempercayai diriku sendiri lagi dan tidak mengenali diriku sendiri. Aku telah kehilangan jati diriku dan di ambil alih oleh iblis di dalam diriku.


Hari ini, Aku datang dengan senyum sumringah tanpa takut. Meski memiliki dua kepribadian, Kepribadianku yang lain ini telah membuatku berubah jadi seseorang yang berani menghadapi apapun dan tak takut lagi pada yang lain. Sebenarnya aku tidak tahu alasan aku memiliki penyakit ini. Ibu dan ayahku juga tidak mengizinkan aku untuk cek ke dokter psikologis.


Di sekolah semua orang takut dan tunduk padaku. Akan tetapi, Meski aku menjadi 'Ratu' Di sekolah, Karena tak ada yang Spesial, Sekolah terasa amat membosankan.

__ADS_1


Sampai hari ini kami kedatangan murid baru di sekolah. Ia adalah murid pintar yang pindah karena pekerjaan orang tuanya.


"Anak-anak, Dia adalah murid baru di kelas kita! Silahkan perkenalkan dirimu!" Kata wali kelas kami, Bu Resti.


"Perkenalkan, Nama saya Rakha putra ramadhan! Panggil saja saya Raka!" Katanya.


Wajah datar dan sifatnya yang cool itu berhasil mengambil perhatianku. Tapi apakah pria ini akan berbeda dari yang lain?. Aku sudah banyak berkencan dengan berbagai pria dan dari mereka semua hanya ada rasa takut dan ketamakan. Apakah pria ini juga akan takut padaku pada akhirnya?. Karena julukanku 'Blood psycho'. Kebetulan juga kursi di sebelahku ini kosong.


"Baiklah! Raka, Kamu duduk di kursi kosong sebelah Nayla ya!" Kata Bu Resti.


Raka pun menuruti bu guru dan duduk di kursinya. Tanpa memandangku sedikitpun. Padahal meski aku kejam, Banya sekali lelaki yang suka padaku karena parasku yang sangat cantik. Tapi pria ini sama sekali tak tertarik padaku. Bahkan tidak mau melirik sedikitpun. Aku pun terus menatap ke arah Raka, Dan menyadari betapa tampannya Raka saat di dekat. Wajah datarnya itu seperti patung yang terpahat dengan sempurna. Juga tubuhnya yang berotot dan gagah.


Saat jam istirahat tiba, Aku berencana ingin mengobrol dengan Raka, Akan tetapi aku gengsi untuk mengajaknya mengobrol duluan. Dimana harga diriku.

__ADS_1


Aku berharap Raka lah yang mengajakku ngobrol duluan dan akrab denganku duluan. Tapi apa yang terjadi, Bukan hanya aku yang di abaikan olehnya. Ternyata ia sangat anti-sosial dan pendiam. Ia sama sekali tak mengajak siapapun mengobrol dan mengabaikan semua orang. Hal ini semakin membuatku tertarik dan terus menerus penasaran padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2