
Aku hanya terus mengikuti Raka secara diam-diam dan mengawasi gerak-geriknya. Ia berjalan mengelilingi sek9lah dengan di temani eh ketua kelas yang bertugas mengenalkan tempat-tempat di sekolah pada murid baru. Beberapa menit kemudian Raka izin ke wc dan meninggalkan ketua kelas. Karena tujuannya adalah ke kamar mandi, Mustahil harus kuikuti bukan?. Aku pun menunggu di tempat aku bersembunyi sekarang dan tak lama kemudian mulutku di tutup dengan tangan oleh seseorang.
"Mh, mh, mh,!" Kataku yang sulit bernafas.
"Diamlah!" Bisik orang yang menutup mulutku.
Aku pun diseret ke tempat sepi dan orang itu melepaskan tangannya sambil mendorongku.
"AH SIALAN! SIAPA SIH!" Bentakku sambil menatap orang itu.
Dan aku pun terdiam ketika melihat wajahnya. Ternyata itu adalah Raka.
"Kenapa kau mengikutiku dari tadi? Atau.... Kau mengikuti ketua kelas?" Tanya Raka.
"Apa sih! Siapa yang ngikutin kalian! Pede amat!" Kataku.
"Aku tau kau berbohong!" Kata Raka.
"Hah! Bohong? Kenapa kamu seyakin itu?" Tanyaku.
"Ya sudah jika kamu gak mau jawab! Bukan urusanku juga! Tapi tolong jangan ikuti aku lagi! Aku sangat membenci hal itu!" Kata Raka.
"Apa sih!" Kataku.
__ADS_1
"Aku dengar murid di sekolah sangat takut pada dirimu! Kau di juluki apa? Blood Psycho? Aku sama sekali tak takut tuh!" Kata Raka.
"Heh! Berani sekali kau meremehkan aku!" Kataku.
Tiba-tiba aku jadi sangat kesal dan mau memberinya pelajaran. Lagi-lagi penyekitku ini kambuh, Hanya saja ini sangat berbeda dari biasanya. Aku sadar tapi tubuhku di kendalikan.
"Hihihihihihihi! Sialan!" Kataku.
Padahal aku sama sekali tak ingin tertawa dan berkata seperti itu. Rasanya sekarang aku seperti sedang di kendalikan. Apakah aku sedang kerasukan Miss K?.
"Hei! Dasar cowok sialan! Kau baru saja meremehkanku?" Kataku sambil tersenyum.
"Berani sekali!" Kataku lagi.
Wajah Raka tetap datar tanpa rasa takut sedikitpun.
"Aku? Tentu saja aku adalah Nayla!" Kataku.
"Benarkah? Apa kau punya 2 kepribadian?" Tanya Raka.
"Mungkin? Tapi kali ini beda kasus!" Kataku.
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Aku adalah iblis dari kebencian dan kesedihannya Nayla. Aku adalah Nayla! Tugasku adalah membuat Nayla menjadi lebih kuat! Saat ini mentalnya masih belum bisa menguasai sepenuhnya kekuatan yang ia miliki!" Kataku.
Aku merasa heran, Mengapa aku mengatakan hal aneh seperti ini? Kekuatan? Apa maksudnya.
"Apa itu kekuatan fisik dewa? Memiliki tubuh kuat yang tidak bisa merasakan rasa sakit dan bisa mengangkat benda apapun termasuk rumah dan gedung!" Tanya Raka.
"Iya! itu benar! Kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang-orang tertentu!" Kataku.
"Bukankah aku sudah terlalu banyak tau? Kau tidak mau membunuhku!" Tanya Raka.
"Haha... Aku menyukaimu! Mulai sekarang aku akan memperlakukanmu dengan spesial! Siapapun yang berani mendekatimu dan merebutmu! Akan kubunuh mereka!" Kataku.
"Aku ini murid baru!" Kata Raka.
Sejak rmtadi aku melihat ada keanehan dari Raka. Ia tidak memiliki rasa takut sedikitpun bahkan saat menghadapi iblis di tubuhku ini.
"Sekarang aku mau pergi dulu! Ketua kelas mengungguku!" Kata Raka.
"Baiklah!" Kataku.
Raka pun pergi dengan Cool, Kedua tangannya berada di dalam saku celananya dan berjalan dengan kece.
"Aku sengaja membuatmu sadar! Kau sudah hampir menginjak umur dewasa! Suatu saat nanti aku pasti akan menghilang dari hidupmu! Jika saat itu telah tiba, Jadilah orang yang kuat dan ditakuti oleh semua orang! Karena itu adalah takdir dari keluargamu!" Kata diriku sendiri.
__ADS_1
Dan aku pun mendapatkan kembali kesadaranku. Tubuhku sudah bisa aku gerakkan lagi. Aku pun pergi dari tempat sepi itu dan kembali ke kelas..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...