
Aneh, Kekuatan?, Kemampuan khusus? Apa semua itu memang ada?. Dan.... Kenapa Raka terlihat tenang begitu?. Kenapa Raka seperri orang yang tau semuanya?.
Aku terus-menerus memikirkan hal itu sampai tidak sadar Raka sudah kembali dari tur sekolahnya.
"Apa yang kau pikirkan?" Bisiknya.
Aku pun langsung kaget karenanya. Ku pikir dia tidak akan pernah mengajakku ngobrol duluan, Tapi sekarang ia sedang mengajakku ngobrol. Hanya saja sekarang kisahnya agak berbeda dengan yang tadi. Entah kenapa aku merinding sendiri. Raka memiliki sesuatu yang membuatku agak takut padanya.
Sepertinya itu dari tatapan datarnya. Atau sikap dinginnya itu?. Aku tak tau apa yang membuatku merinding ketika melihatnya.
Pikiranku pun kacau dan aku kehilangan titik fokusku dan terjebak dalam kekacauan di dalam otakku.
"Sadarlah!" Kata Raka sambil menatapku.
Saat itu juga jantungku berdebar dan wajahku memerah.
Aneh! Kenapa aku aneh begini? Gak jelas sekali! Kenapa aku alay gini? Batinku.
"Mau ke tempat yang lebih tenang? Kelas ini berisik!" Kata Raka.
__ADS_1
"Ah... Iya!" Kataku.
Kami pun pergi ke perpustakaan yang sudah pasti sepi. Perpustakaan kami sepi dan tenang. Kami mengobrol di tempat yang sangat jauh dari tempat penjaga perpus.
"Apa yang mau kau bicarakan?" Tanyaku.
"Kenapa kau kacau sekali begitu? Aku tau rahasiamu! Apa kau berasal dari keluarga mafia?" Tanya Raka.
"Sial! Dari mana kau....."
"Aku juga! Aku juga dari keluarga mafia Yang sudah pasti jahat! Kau tidak kenal aku ya? Padahal kita pernah bertemu sebelumnya!" Kata Raka.
"Keluarga kita saling mengenal! Aku pernah ke rumahmu sesekali dulu! Apa kau ingat? Kurasa saat itu kita kelas 1 sd! Kau membuat teman bermain mu cacat dan keluarganya di ancam oleh keluargamu bila mencoba menuntutmu!" Kata Raka.
"Tunggu dulu! Apa kau...."
"Saat itu kan aku juga ada di sebelahmu!" Kata Raka.
"Bohong! Kalau itu kamu, Kok kamu sangat berbeda di dalam ingatanku! Dan namamu kan bukan Raka!" Kataku.
__ADS_1
"Iya! Aku mengganti namaku saat kelas 7 smp karena sengaja membunuh preman sekolah yang mencari masalah denganku. Dulu namaku Arjuna, Julukanku dulu adalah 'Killer boy'. Sekarang aku hanya mau hidup normal tanpa kena kasus! Oh iya! Apa kau kaget melihat cinta pertamamu lagi?" Katanya.
Memang benar. Arjuna, Nama Raka yang dulu. Dia adalah cinta pertamaku dan orang yang paham aku apa adanya. Setahuku ia memiliki keanehan pada dirinya. Yaitu tidak memiliki rasa takut dan tidak punya hati nurani.
"Aku hanya kaget aja! Kamu berubah drastis! Padahal dulu kan kamu orang yang suka tersenyum dan bermain-main. Selain itu kamu juga suka sekali tersenyum bagai psikopat!" Kataku.
"Itu masa lalu! Lupakan saja masa lalu yang sudah lama itu!" kata Raka.
"Baiklah..."
"Nah, Sudah terjawab semua yang mengacaukan pikiranmu itu? Sekarang mari kembali ke kelas!" Kata Raka.
Kami pun kembali ke kelas. Kalau boleh jujur. Sekarang ini rasa cintaku pada Raka yang dulu kini kembali lagi. Kalau kata orang cinta lama bersemi kembali (CLBK).
Aku lagi-lagi jatuh cinta kepada cinta pertamaku. Tampaknya Orang yang ku cintai selalu dia dari dulu sampai sekarang.
Aku pun mengikuti Raka dari belakang. Dan melihat para wanita melirik ke arah Raka. Di sini aku merasa seperti akan ada yang merebut Raka yang dari awal harus menjadi milikku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1