Blood Psycho

Blood Psycho
Bab 5


__ADS_3

Setelah hari itu, Sekolah gempar akan tewasnya 5 murid yang berada di sekolah. Pelaku pembunuhan tersebut tak di ketahui oleh semua orang. Dan beberapa dari mereka berasumsi kalau aku adalah pelaku pembunuhan tersebut. Sekolah kami pun di cap menjadi sekolah terburuk dan banyak sekali murid yang pindah dari sekolah ini. Kebanyakan dari mereka yang pindah adalah murid darinkeluarga yang terpandang.


Dan kini sisa murid di sekolah hanyalah anak berandal dan nakal. Sekolah ini pun kini terkenal dengan nama "Killer high school".


Dan kini aku tak lagi sendirian, Ada Rozy yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi.


Lagi-lagi aku melihat Kedekatan Raka dan gadis sialan itu. Ternyata gadis itu adalah teman sekelasnya Rozy.


"Siapa gadis yang mendekati Raka itu?" Tanyaku.


"Oh... Dia adalah gadis alay dari kelas kami! si pikmi yang paling di benci sekelas!" Kata Rozy.


"Oh... Kalau begitu, Apakah sekolah akan keberatan? Jika gadis itu menghilang dari sekolah ini dan tubuhnya sudah hancur! Lagi pula sekolah ini sudah jadi sekolah yang buruk dan memiliki julukan "Killer high school", Jadi jika kita membunuhnya, Sekolah tidak akan keberatan bukan?" Kataku.


"Jadi dialah alasanmu ingin memanfaatkanku?" Tanya Rozy.


"Oh, Kau pintar juga ya!" Kataku sambil tersenyum.


"Jadi... Jika dia sudah tersingkir, Apakah aku masih menjadi pelayanmu?" Tanyanya.


"Jika kau ingun kebebasan, Aku akan memberikan hal itu, Lagi pula aku hanya membutuhkanmu untuk bantu aku membunuhnya!" Kataku.


"Boleh aku bertanya?" Tanyanya.


"Apa?"


"Kenapa kau memilihku saat itu? Bagaimana jika aku tidak berguna?" Tanyanya.

__ADS_1


"Entahlah... aku memiliki firasat! Atau mungkin karena awalnya ku pikir kau bukan apa-apa! Dan mudah untuk di manfaatkan!" Kataku.


"Yang kau katakan itu benar! Aku memang mudah untuk di manfaatkan! Tapi... Bolehkah aku menjadi temanmu? Tidak, Jadi pelayanmu seumur hidupmu juga tidak apa! Jika bukan karenamu, Mungkin aku sudah mati bunuh diri tanpa tau orang-orang yang menggangguku selama ini akan hidup bahagia!" Kata Rozy.


"Kau punya pemikiran yang cepat dan pintar, Memangnya kamu tidak mau kebebasan?" Tanyaku.


"Aku mau, Akan tetapi aku lebih suka berada di sisimu!" Kata Rozy.


"Terserah kau saja! Kau boleh mengikutiku jika kau mau!" Kataku.


Saat aku menatap Raka lagi, Ia sedang menatap ke arahku. Aku pun kaget dan menatap heran padanya.


Raka pun pergi dari gadis itu tanpa menatapnya dan menghampiriku.


"Kau sudah punya teman baru ya?" Kata Raka.


"Aku hanya mengingatkanmu! Ingatkah kamu ketika kita kelas 1 sd? Kau membuat temanmu cacat!" Kata Raka.


"Diamlah kau!" Kataku.


"Memangnya aku sal..."


Plakh..


Aku menampar Raka sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.


"Aku bilang diam!" Kataku.

__ADS_1


Raka pun terdiam dan terlihat merinding. Ini pertama kalinya aku melihat Raka ketakutan seperri ini. Seingatku ia tak memiliki rasa takut.


"Baiklah!" Katanya.


Saat aku menatap Rozy, Ia juga terlihat ketakutan.


"Jangan takut! Kau bukan temanku! Aku tak akan membuatmu cacat!" Kataku.


"Aku tidak takut kau membuatku cacat!" Kata rozy saat perasaannya sudah mulai stabil dan memasang ekspresi tersenyum.


"Hah?"


"Matamu! Matamu berubah menjadi berwarna merah pekat saat marah! Dan kau memiliki tatapan yang benar-benar akan membunuh orang! Itulah aku takut ketika melihatmu marah! Tak kusangka aku melihat sepuh psycho!" Kata Rozy.


"Ha? Mataku berubah warna merah? Mustahil! Mataku kan berwarna Hitam pekat!" Kataku.


"Dia benar! Matamu berubah menjadi warna merah pekat!" Kata Raka.


Aku melihat tangan Raka yang menggigil tapi wajahnya datar.


"Sudah lama aku tak ketakutan seperri ini! Terakhir kapan ya! Oh ya! Saat kau Hampir membunuh temanmu itu! Kelas 1! Jika Aku tak menghentikanmu, Gadis malang itu pasti sudah tiada!" Kata Raka.


"Apa maksudmu?"


"Kau, Kaulah satu-satunya orang yang bisa membuatku takut!" Kata Raka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2