Blue World

Blue World
teman baru


__ADS_3

di pagi harinya setelah sarapan Alfian langsung bergegas berangkat ke akademi untuk belajar seperti biasanya


Ia berjalan kaki seperti biasanya menuju ke gedung akademi namun diperjalanan ia melihat seorang remaja laki laki berseragam yang sama dengannya yang sedang bingung menatap para semut yang sedang mondar mandir sembari mengangkut makanan,awalnya Alfian merasa bodo amat namun karena rasa penasaran yang tinggi ia beranikan diri untuk bertanya


"selamat pagi"sapa Alfian sebelum bertanya.


"selamat pagi juga"jawab remaja itu dengan senyum.


Alfian lantas bertanya"kalau boleh tau apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?"


dan remaja itu menjawab"aku sedang mengobrol dengan para semut,kata mereka besok mungkin akan terjadi hujan jadi aku bertukar informasi dengan memberitahu mereka letak makanan berada"


"benarkah?,kau bisa bahasa hewan"tanya Alfian dengan wajah terkejut.


lalu remaja itu menjawab"iya itu kekuatanku tapi aku juga bisa mengontrol beberapa hewan jinak lainnya,dan aku juga bisa menjadikan hewan sebagai temanku"


Masih dengan wajah terkejut Alfian berkata


"kalau begitu apa kau bisa memerintah hewan untuk melakukan hal yang kau mau"


"tentu bisa,tapi kekuatanku juga ada batasnya,oh ya kita belum kenalan namaku Rio sepertinya kita sekelas soalnya aku melihat mu kemarin bersama siska"


"oh ya ?namaku Alfian kau bisa memanggil ku Al"ucap Alfian berhenti sejenak lalu melanjutkan ucapnnya"apa kau sudah selesai dengan urusanmu?,kalau sudah mari kita berangkat sekolah bersama"ajak Alfian.


Rio menampilkan wajah bingung karena tidak mengerti urusan apa yang dimaksud Alfian namun setelah beberapa detik akhirnya ia tersadar"oh ,iya urusan ku sudah selesai kalau begitu ayo berangkat"


Mereka berangkat bersama menuju sekolah sambil mengobrol


"omong omong apa kau sudah test dengan batu abyss?"tanya Rio penasaran.


"tentu saja aku sudah test tapi aku belum tau apa kekuatanku "jawab Alfian sedih padahal dia tau bahwasannya dia sudah memiliki seluruh kekuatan dalam batu abyss itu.


"bagaimana bisa ?,satahuku jika sudah menyentuh batu abyss itu maka pengguna kekuatan yang terpilih akan mendapatkan pengetahuan dasar tentang kekuatannya ,apa jangan jangan kau tidak terpilih "tanya Rio dengan wajah yang tidak bisa dijelaskan.


"ntahlah ,kita lihat saja nanti apa aku bisa membangkitkan kekuatanku atau tidak"ucap Alfian meyakinkan


"lalu bagaimana dengan harimu disekolah kemarin,apa kau sudah mengenal dengan baik akademi ini ?"


"aku sudah mengenalnya dengan baik ,bahkan nama guru gurunya sudah ku ketahui"ucap Alfian sedikit bangga ,bukan apa apa masalahnya dia sudah susah payah mempelahari akademi ini dari buku buku yang telah Amel berikan bahkan informasi kecil seperti kebiasaan berpakaian gurupun sudah ia ketahui.

__ADS_1


"baguslah kalau begitu,karena sebentar lagi akan ada minggu neraka dan murid yang tidak mengenal baik akademi ini pasti akan kesusahan"Ucap Rio.


"minggu neraka ?,apa itu?"tanya Alfian penasaran


Rio pun menjelaskan "minggu neraka adalah waktu dimana seluruh murid dalam tingkatan tertentu akan mengadakan berbagai macam pelatihan dari yang ringan dihari pertama lalu latihan kelompok yang biasanya di hari kedua dan ketiga lalu latihan survival di hari ke 4 dan ke tujuh,belum lagi perbekalan yang kurang memadai dan susahnya berkompetisi langsung dengan para murid lain bahkan aku pernah mendengar kabar bahwa murid yang terisa dari minggu neraka hanya 25 orang dari 150 orang"


"apakah semengerikan itu"tanya Alfian dengan wajah cemas.


"aku tidak tahu tapi tidak ada salahnya bersiap siap untuk kemungkinan terburuk kan?"


"iya kau benar juga"ucap Alfian


setelah sekian lama mengobrol akhirnya mereka sampai di depan sebuah gedung yang besar dan memiliki kesan mewah namun sedikit suram ,ya itu adalah bangunan akademi yang sperti dalam era renaissance ,mereka pun masuk kedalam dan lekas menuju kekelas agar tidak terlambat karena jam sudah hampir memasuki waktu belajar


Untungnya saat mereka masuk kelas guru belum masuk keruangan itu hadi mereka aman dari hukuman(setidaknya untuk sekarang)


tak lama kemudian seorang wanita mengenkan blazer dan rok sopan agak panjang memasuki ruangan dan menyapa para murid


"selamat pagi semuanya"sapa wanita itu.


"pagi bu guru"sapa para murid serentak.


Sepeninggal guru itu para murid di ruangan itu langsung bersorak karena jam kosong yang diberikan


"asyik jam kosong bisa main main nih"ucap seorang gadis sambil menjentikan jari dan memunculkan api di ujung jarinya"


"eh sis tau gak kemarin itu..."ucap gadis lainnya yang suka sekali menggibah ia tak ingin melewatkan kesempatan untuk berghibah ini.


Disisi lain Alfian bingung apa yang harus ia persiapkan


"kamu fokus latih beberapa skil dasar saja nanti dirumah aku akan membantumu "sebuah suara tiba tiba terdengar dalam kepala Alfian.


Alfian pun membalas lewat pikirannya juga ia tahu bahwa itu adalah suara Athea yang ada dalam kepalanya saat ini untuk mengawasinya


"kurasa sebaiknya begitu,aku juga akan bertanya pada temanku soal hal ini


Tiba tiba sebuah suara yang familiar mengagetkannya dari belakang


"Al,kenapa ngelamun gitu"tanya Rio yang ternyata duduk di belakang Alfian.

__ADS_1


"heh ,kau mengagetkan ku saja "ucap Alfian kesal.


"habisanya kau terlihat melamun gitu saat ibu Guru sudah pergi,apa kau suka dengannya?"


"tidaklah,mana mungkin"ucap Alfian dengan suara agak tinggi.


"hanya bercanda kawan,pelankan suaramu "


"oh ya aku ingin bertanya soal persiapan mu untuk minggu itu"tanya Alfian pensaran


Rio pun menjawab"soal persiapan aku sudah melatih skil ku ketahap selanjutnya dan aku juga sedikit belajar ilmu bertahan hidup" ucap Nya


"hanya itu?"ucap Alfian.


"ya hanya itu ,soal lersipan linnya bisa kau pikir sendiri"


"apa pulang nanti kau bisa mengajariku beberapa skil bertahan hidup?"tanya Alfian.


"tentu,kutunggu sepulang sekolah nanti diatap"ucap Rio lalu pergi meninggalkan Alfian


Siska yang duduk didepan Alfian tidak sengaja mendengar percakapan itu dan ia hendak menawarkan bantuan pada Alfian


"Al kamu mau ku ajari memasak di alam liar ?"tanya Sisak dari depan.


Alfian yang mendengar itu tentu saja senang,kapan lagi ia bisa diajari masak oleh primadona sekolah,ini kesempatan langka tak boleh dilewatkan.


"boleh ,terimakasih sis sudah mau bantu"


"yaudah kalau begitu besok kutunggu di depan gerbang sekolah ya"ucap Siska langsung pergi dengan senyuman terhias diwajahnya bahkan tanpa Alfian sadari


"jadi kau sudah punya banyak teman ya,dan yang tadi itu siapa pcarmu ?kok kayak perhatian banget sama kamu"suara yang familiar kembali terdengar namun kali ini dengan nada yang sedikit manja dan seperti menyiratkan kecemburuan.


"biasa saja kok,dia hanya temanku,apa jangan jangan kau cemburu"ucap Alfian mulai berani menggoda Athea.


"ng-nggak kok siapa yang cemburu ?"ucap Athea dengan suara seperti maling kepergok mencuri.


"terserah kamu"ucap Dalam kepalanya agar tak didengar orang lain ,bisa bahaya kalau dia dkira orang gila karena bicara sendiri bisa hancur reputasinya.


LANJUT CHAPTER SELANJUTNYA

__ADS_1


__ADS_2