
pagi sekali Alfian sudah beres beres dan merapikan rumah nya ia hanya membawa sedikit barang untuk pindah. bel rumah berbunyi Alfi membuka pintu dan Azikra sudah menunggu nya dengan pakaian mirip tentara
"kau sudah siap? "tanya Azikra.
"sudah"
"kalau begitu ayo pergi"
mereka bergegas menuju mobil dan kemudian tancap gas.azikra berhenti sejenak di sebuah warung makan dan memesan nasi bungkus untuk 1 orang, ia lalu menuju mobil dan menyimpan kantong berisi nasi di samping kursi sopirnya.
"kenapa hanya beli satu? ".tanya alfian.
"ini bukan untuk kita" jawab Azikra.
"kita akan bertemu seseorang dulu"
"siapa? "tanya alfian.
"kau akan tahu nanti"
alfian menatap Azikra dengan wajah heran. tanpa sadar mereka sudah berada di depan gang sepi dan diujung gang ada sebuah kafe remang remang
mereka berdua memasuki kafe tersebut .azikra memberi bungkus nasi pada seorang pelayan dan di balas anggukan oleh pelayan tersebut lalu mereka berdua di persilahkan memasuki sebuah ruangan.
di ruangan tersebut ada seorang pria berkumis duduk di mejanya sambil menatap mereka tajam
"apa yang kalian inginkan?" tanya pria berkumis tersebut.
__ADS_1
"lama tak jumpa Tom"
"Azikra, kau pasti ingin senjata lagi? tanya pria tersebut.
"memang benar, tapi kali ini aku ingin senjata ringan dengan jumlah yang banyak,apa kau bisa "
"baiklah besok di tempat biasa kita akan bernegosiasi, berapa banyak yang kau butuhkan? "
"sekitar 100 kriss vector, 50pindad, dan 68 pistol desert eagle, juga beberapa bom waktu ripe c5"
"bagiku itu mudah, tapi apa kau sanggup bayar?"
"tenang saja aku pasti membayar mu dengan setimpal,kalau begitu kami pergi dulu"
Azikra dan alfian keluar kafe dan masuk ke dalam mobil, alfian yang dari tadi diam langsung bertanya pada Azikra tentang nasi bungkus, pesanan senjata dan siapa orang tadi.
orang tersebut bernama Tom, ia seorang pedagang senjata, bandar narkoba dan informan kelas kakap
ia bekerja sama dengan RONIN untuk memasok senjata, senjata yang di jual pun sangat canggih dan pembuatannya di kerjakan ahli senjata khusus sehingga dalam hal senjata canggih pasukan RONIN tidak kalah dengan pasukan pusat pemerintah ID.
nasi bungkus itu adalah kode jika seseorang ingin memesan senjata, beda halnya jika memesan narkoba yg harus memberi sebuah apel.
senjata yang banyak itu di gunakan untuk latihan dan misi yang akan datang dan sebagian di simpan untuk berjaga jaga.
****
deru mesin mobil terdengar di depan sebuah bangunan yang hampir rubuh, dua orang turun dari mobil tersebut dan memasuki rumah itu, mereka adalah Alfian dan Azikra. Azikra membuka pintu tersembunyi di balik sebuah karpet yang tampak lusuh, selain tempat ini masih ada lagi tempat yang di gunakan untuk mengakses markas.
__ADS_1
mereka berdua berjalan di lorong gelap setelah melewati pintu tadi dan berhenti saat berada di depan pintu hitam yang nampak canggih.
Azikra menempelkan kartunya di mesin scan dan seketika pintu terbuka memperlihatkan sebuah ruangan seperti aula luas yang dipadati orang orang yang berlalu lalang sambil membawa tumpukan dokumen.
"selamat datang di RONIN "ucap Azikra sambil melebarkan tangannya.
seorang wanita tiba tiba datang dan melapor pada Azikra.
"lapor pak anda sudah di tunggu di ruangan rapat"ucap wanita itu tegas.
"Alfian kau ikut denganku"
"ba-baik"
meski ini adalh markas pasukan pembrontak suasana markas ini malah seperti kantor militer dengan komputer canggih yang di gunakan masing masing orang yang berpakaian seragam, seragam nya sendiri seperti seragam militer tetapi berwaran biru, sepanjang jalan menuju ruang rapat ,alfian hanya melongo melihat betapa canggih alat alat yang digunakan disini dan bangunan nya seperti gedung tapi berada di bawah tanah, ia bertanya pada Azikra kenapa mereka bisa memiliki fasilitas secanggih ini bahkan dalam beberapa tahun ini hanya sedikit komputer yang di perjualbelikan karena krisis ekonomi.
Azikra menjelaskan pada alfian bahwa mereka mendapat bantuan dana dari presiden secara rahasia, beberapa dermawan juga membantu mereka dengan memberi dana, untuk lokasi markas sendiri di sediakan oleh ayah Alfian yaitu Alif yang dulu menjabat sebagai laksamana TNI AL dan tempat ini merupakan gedung rahasia untuk keperluan misi,selain bantuan, RONIN juga menjalankan bisnis untuk mendanai misi sekaligus sebagai penyamaran agar tak di curigai oh ID.
"pantas saja tadi banyak orang yang sibuk dengan dokumen" gumam Alfian dalam hati
sesaat kemudian mereka sampai di ruangan yang di maksud yaitu sebuah ruangan yang paling menonjol dengan pintu merah bertuliskan rapat darurat, oh ya omong omong tulisannya adalh tulisan digital karena pintunya juga di lengkapi layar monitor kecil di tengahnya.
pintu terbuka dan orang orang di dalam yang sudah menunggu menatap kedatangan dua orang itu.
"baiklah rapat di mulai!! "ucap Azikra tegas.
vote like dan komen ya semakin banyak kalian respon semakin semangat saya update, kalo ada saran jangan lupa komen ya. salam penulis
__ADS_1