Blue World

Blue World
kehidupan baru alfian


__ADS_3

Fajar menyingsing menampilkan cahaya matahari yang memyilaukan mata dan sialnya lagi itu tepat mengenai wajah Alfian membuat remaja yang bertampang rupawan itu perlahan bangun dari tidurnya.


"ehh-? Jam berapa ini?"Alfian meracau dengan suara seraknya.


Saat ia melihat handphonenya dia sangat terkejut.


"apaaa? ,jam 9?"ia juga terkejut karena ada 20 panggilan tak terjawab dari Amel.


"Amel pasti mereog jika melihatku nanti"pikir Alfian.


dia langsung buru buru mandi dan bersiap ,untungnya semua keperkuannya sudah dia siapkan malam tadi jadi saat ini ia hanya harus mandi dan ganti baju.


20 menit kemudian ia selesai bersiap siap dan membawa tas serta koper di tangannya.ia lalu mengunci rumah dan pergi menuju jalan terdekat.


sesampainya disana ia melihat Amel yang sedang duduk diatas sebuah kap mobil berwarna hitam ia terlihat kesal dan berulang kali melihat jam.


Alfian yang cemas mendekat dengan ragu ragu dan menyapa Amel


"ha-halo mel"sapa Alfian.


"halo tuan Alfian ada perlu apa?"Amel tersenyum dingin sambil menatap Alfian


"maaf mel aku ketiduran karena semalem harus ngebresin rumah sendirian jadi aku bangun terlambat bahkan belum sempat sarapan."


"haaaah,kebiasaan .awas aja kalo kamu terlambat lagi apalagi kalo sudah masuk akademi maka gak akan ada toleransi,mengerti?!!"


"ya aku mengerti"jawab Alfian.


"yaudah ayo masuk .setelah ini kita akan langsung ke akademi."


merekapun masuk ke mobil dan suara deru mobil mulai terdengar dan perlahan mobil pun melaju membelah jalanan yang lumayan sepi saat itu


-di dalam mobil-


"mel apa nanti aku bakal dikenalin sebagai murid pindahan saat di kelas nanti?"


"iya rencananya ayahku akan memperkenalkanmu sebagai keponakannya didepan kelas nanti.perkenalanya harus dengan wali .dan ayahku akan jadi wali mu mulai sekarang."


"oh okelah kalau begitu"


"karena identitas mu sekarang ditutupi dan diganti menjadi keponakan ayahku maka kau harus jaga sikap selama di sana dan ingat jangan pernah memancing keributan ataupun masalah."


"iya iya bawel "


" sebagai teman mu satu satunya tentu aku harus bawel"


setelah banyak perbincangan mereka akhirnya tiba dikawasan dermaga dan Amel memarkirkan mobilnya di seberang jalan dan menyerahkan kuncinya ke seseorang berseragam aneh.

__ADS_1


"ayo ikut aku"ajak Amel


"kemana"


"udah ikut saja"


Alfian terus mengikuti Amel sambil menggendong tas dan menenteng kopernya.


ia terus mengikuti dari mulai melewati pasar ,kerumunan preman yamg anehnya tersenyum sopan pada mereka ,gang kecil dan sempit,dan akhirnya melewati cafe outdoor dan akhirnya sampai di sebuah rumah yang sudah agak lapuk.


Alfian menoleh ke samping dan dari kejauhan ia melihat mobil amel yang sedang terparkir.


"lah kenapa dari tadi ga pake mobil aja?"


"biar ga ada yang ngikutin kita"


"cewek aneh.susah banget dimengerti"pikir Alfian


Mereka akhirnya masuk ke rumah itu dan menuju ke ruang dapur,Amel membuka kulkas dan masuk kedalam diikuti Alfian yang masih tercengang dan tak terbiasa dengan hal ini.


"sebenarnya berapa banyaksih jalan rahasia yang dibuat organisasi ini?"heran Alfian


Setelah ia masuk tiba tiba lantai kulkas seperti jatuh dengan kecepatan tinggi dan dinding kulkas berubah menjadi bentuk tabung dan transparan.


dari dinding tersebut ia bisa melihat bahwa mereka sedang terjun kebawah menggunakan kapsul kulkas tersebut.


Alfian terpana melihat keindahan bawah laut tersebut.


Ini akan menjadi jalan rahasia terfavorit pikirnya.


Setelah sekian lama akhirnya mereka tiba di sebuah pulau misterius terpencil di antahberantah.


Mereka langsung disambut petugas berpakain merah disana dan mereka langsung meneruskan perjalanan ke akademi.


Sesampainya di gedung akademi mereka langsung menuju ruang kepala sekolah.


mereka langsung masuk keruangnnya dan disana Azikra sudah menunggu bersama kepala sekolah yang terlihat sangat berwibawa dengan janggutnya yang tebal dan terlihat menawan meski sudah tua usianya.


"ayah aku sudah membawanya ke sini"ucap Amel.


"ya sudah kalian berdua duduk disini"


Mereka duduk disebelah Azikra dan berhadapan langsung dengan kepala sekolah tersbut yang bernama Danilo.


"tuan Danilo perkenalkan ini Alfian yang saya ceritakan tadi dan dia akan mulai belajar di akademi ini ."


"oh jadi ini keponakan tuan Azikra ternyata diliar ekspektasi saya Alfian terlihat sangat sederhana."

__ADS_1


"ya dia memang dari kecil lebih suka sederhana." balas Azikra sambil tersenyum .


"baiklah kalau begitu ,nak Alfian bisa langsung keasrama dan bersiap untuk upacara nantinya.Amel tolong antar dia ke asrama dan tunjukan kamarnya."


"baik pak Danilo"


"ayo ikut aku"


"baiklah"jawab Alfian tak lupa ia berterimakasih dan pamit pada kedua pria di riangan tersebut.


mereka menuju asrama dengan jalan kaki dan saat di perjalanan ia melihat murid asrama sedang berlatih dan menggunakan berbagai senjata unik seperti keris ,karambit,dual katana dan gada yang besar tapi anehnya senjata mereka seperti dilapisi energi aneh yang berwarna biru dan Alfian tak tahu ala itu.ia jadi semakin penasaran dengan akademi ini.


sesampainya di asrama mereka langsung menuju ke lantai tiga menggunakan lift dan berjalan ke kamar dengan nomor 79 dan ada nama Alfian disana yang tertera dengan menggunakan cat plakat.


"ini kamar mu.kamu bisa masuk dan beres beres dulu.upacaranya akan dimulai malam nanti jadi kamu juga bisa istirahat dulu."


"oke"jwab Alfian singkat.


"kalau begitu aku pergi dulu .kamar ku ada di bawah kamarmu jadi kalau ada pertanyaan langusung aja temui aku."


"iya aku akan mengingatnya.terimakasih untuk semuannya."


"sama sama"Amel pun pergi meninggalkan Alfian dan menuju ke lift.


Alfian masuk ke dalam kamarnya untuk beres beres


" Wah ternyata kamarnya luas juga "ucap Alfian .


"Kehidupan baru jadi aku harus semangat "ucap Alfian menyemangati dirinya sendiri .


setelah selesai beres beres ia lalu tertidur lelap karena lelah sehabis perjalanan yang cukup panjang tadi.


dalam tidurnya ia bermimpi ditemui ayahnya dan ayahmya menunjuk sudut atap rumahnya berulang kali sambil tersenyum .


Mimpi tersebut sudah berulang kali dialaminya dan ia tak tahu apa maksud dari mimpi tersebut.


Ia ya akhirnya terbangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk mengikuti upacara malam nanti .


dikamarnya sudah lengkap peralatan dan seragam sekolah yang harus ia kenakan di Academy baru ini


Juga sudah belajar sedikit tentang akademik baru ini dan pelatihan serta aturan yang harus diturutinya


Setelah gunakan seragam Ia lalu berkaca dan bicara pada dirinya sendiri


"semangat Alfian walau banyak rintangan yang menerpa kau harus semangat melaluinya"ucapnya memorivasi dirinya lagi agar tidak mudah menyerah.


Ia lun keluar keluar kamar dan menuju lantai bawah untuk menemui Amel

__ADS_1


__ADS_2