Bule Maroko Dan Gadis Psikopat

Bule Maroko Dan Gadis Psikopat
II. Aku Memohon padamu


__ADS_3

Aisyah sholat secara khusyuknya. Padahal ia tak pernah setenang ini selama dirumahnya. Tapi setelah sholat ia kembali kesal. Ia menoleh kebelakang. Ternyata bule itu masih menunggunya, padahal ia tak mengenalnya. "Huh payah sekali orang itu. Aku harus waspada dengannya". Lalu Aisyah membenahi mukenahnya.


Lalu ia pergi menuju toilet masjid. Ia bermaksud mengganti pakaiannya. Tapi ia mengurungkan niatnya, lalu ia berjalan kembali menuju halaman depan masjid. Ia bermaksud meninggalkan pria yang tak ia kenal itu. Ia pun berjalan dengan terburu-buru.


"Hey tunggu! Jangan pergi dulu." Shahin berlari sambil berteriak. "Kau telah berbohong padaku. Tadi kau bilang akan membantuku". Ucap Shahin sembari teriak.


Tiba-tiba Aisyah menghentikan langkahnya. Ia menoleh kepada pria itu.


"Apa yang kamu inginkan dari saya?" Tanya Aisyah sinis.


"Aku ingin kau membantuku. Aku memohon padamu nona. Please!" Shahin membujuk Aisyah, ia memasang wajah memelas.


Sebenarnya Aisyah muak dengan tampang lelaki yang memelas seperti itu. Tidak hanya pada lelaki yang sedang ia hadapi, namun dengan semua lelaki. Ia muak dengan tatapan mereka. "Modus, lagi-lagi modus". Aisyah bersungut.

__ADS_1


"Bantuan apa yang bisa kuberikan padamu? Aku sendiri orang baru disini. Payah sekali jika kamu meminta tolong dengan saya. Hal itu hanya menambah masalahmu saja". Jawab Aisyah acuh.


"Maafkan saya nona, sekali lagi maaf. Tapi saya benar-benar tidak mengenal wilayah ini". Shahin sekali lagi memohon pada Aisyah.


"Lagi-lagi dia ngomong make bahasa Inggris. Hedeuh gue aja make bahasa Ingris seadanya, bukan pinter-pinter amat gue. Dasar bule somplak". Aisyah menggerutu dalam hatinya. Ia sulit menolak permintaan orang yang baru ia kenal ini. "Mungkin aku harus membantunya, lagi pula ia pergi keIndonesia untuk berlibur. Mungkin aku harus menjadi pemandunya. Hahahaha..... aku sendiri saja baru sampai disini. Aku belum hapal betul wilayah ini. Peduli amat, emang gak ada apa aplikasi GPS. Hellooooo...ini jaman udah canggih. Hah mungkin dia mau nipu aku. Tapi tampangnya sih? Hemmmm... tolongin enggak ya?" Pikiran Aisyah melayang ke udara. Ia tidak sadar lelaki dihadapannya tengah mengawasinya, ia berpikir keras. Ia bingung harus melalukan apa.Tiba-tiba....


"Nona. Nona tidak apa-apa? Nona..nona. Hello" Shahin berusaha menyadarkan lamunan Aisyah. Ia tidak tahu apa yang gadis itu pikirkan. Lalu ia mengguncang tubuh Aisyah. Tiba-tiba Aisyah terkejut saat Shahin mengguncang tubuhnya.


" Saya tidak tahu kalau akhirnya akan begini. Saya tidak berani menghubungi polisi karena hal ini. Lagipula saya tidak pandai dalam bahasa Indonesia. Apakah nona tidak sudi menolong saya". Shahin bertanya balik dengan nada memelas.


"Oh Tuhan. Nih Bule stres kayanya. Dia malah nanya balik gue. Kayanya dia tau kelemahan gue. Hedeuh". Aisyah hanya bisa mengeluh dalam hatinya.


"Baiklah saya akan berusaha membantu anda. Tapi saya tidak bisa berjanji pada anda, Okay tunggu jawaban saya. Tapi saya harus meminta persetujuan paman saya". Aisyah bersedia menolongnya.

__ADS_1


"Benarkah yang nona katakan itu? Nona bersedia menolong saya? Oh terima kasih nona, ternyata nona lebih baik dari yang saya kira". Shahin berkata dengan nada senang. Mungkin ia tak percaya yang Aisyah katakan. Tapi Aisyah belum memberi keputusan. Shahin kembali menunggu jawaban Aisyah.


" Saya bersedia membantu, tapi saya belum bisa berjanji. Saya sendiri baru disini. Ngomong-ngomong kemana tujuan anda selanjutnya?" Aisyah kembali bertanya.


"Tujuan saya selanjutnya adalah salah satu kota yang terkenal di Jawa Timur, yaitu Kota Malang. Saya suka iklim disana". Shahin memberi jawaban kepada Aisyah dengan jelas.


"What???? Seriuskah anda akan keMalang?" Aisyah terkejut dengan jawaban Shahin.


****


Assalamu'alaikum Buat kakak pembaca. Tolong koreksi bila ada yang salah pada cerita saya. Kalau ada kalimat atau tanda yang salah harap maklum. Saya masih belajar.


Wassalam.

__ADS_1


__ADS_2