
"Om Aisyah boleh nanya gak? Kira-kira jam berapa busnya bakal berangkat?" Aisyah menunggu jawaban Om Bagus.
"Kira-kira Sebentar lagi nak".
"Jadi Aisyah harus siap-siap sekarang dong". Aisyah hanya tersenyum.
"Iya dong nak. Kalau gak sekarang mau sampe kapan. Kalau nurutin Om disini nungguin berhari-hari". Om Bagus berbalik tersenyum. " Ya sudah ini Om bawain uang Rp 500.000,00 buat ongkos bus kamu". Om Bagus menyerahkan uang sebesar Lima ratus ribu rupiah.
Aisyah merasa tidak enak, dia bingung harus mengambil uang itu atau tidak. " Aduh Om gak usah repot-repot, Aisyah malah ngerepotin Om aja". Aisyah tertunduk malu.
" Enggak kok, kamu gak ngerepotin Om. Udah jadi tanggung jawab Om buat nganter kamu, tapi karena tugas Om ya gak apa-apa".
" Terima kasih ya Om". Aisyah menyalami tangan Om Bagus. " Kalau begitu Aisyah pamit, busnya mau nyampe bentar lagi".
" Iya-iya, ya udah disana halte busnya. Nanti kalau ada yang nanyain tiketnya bilang Kamu yang tadi diomongin Om Bagus. Terus kasih uangnya, mungkin gak nyampe Tiga ratus ribu".
"Sekali lagi makasih Om". Aisyah pun pergi mengambil ranselnya, dan bergegas menemui Bule tadi.
__ADS_1
***
Shahin hanya memandangi perempuan tersebut dari kejauhan. Ia masih berpikir perempuan tersebut rela mengambil resiko demi membantu orang yang tidak ia kenal seperti dia. Tapi mau bagaimana lagi? Selain meminta bantuan padanya, siapa lagi yang bisa ia mintai tolong selain perempuan itu.
Tak lama setelah perempuan itu berbincang-bincang dengan orang yang ia panggil sebagai Om itu. Ia bergegas mengambil ranselnya dan segera menuju kearah Shahin.
"Alhamdulillah, melihat ekspresinya sepertinya ia berhasil membujuk pamannya.
***
"Hey tuan. Om saya tidak tahu kalau anda akan ikut bersama saya. Saya tidak akan ikut Om saya setelah ini. Saya akan menggunakan bus travel. Apakah anda akan ikut dengan saya?" Aisyah bertanya dengan nada serius. " Cepat jawab! Busnya akan tiba sebentar lagi".
" Oh baguslah kalau begitu. Tapi apakah kamu mempunyai uang yang cukup untuk tiket bus tersebut. Om saya bilang uangnya kurang lebih Rp. 300.000,00". Aisyah kembali bertanya.
" Ya tentu saja nona". Shahin menjawabnya singkat.
" Baguslah kalau begitu. Ayo kita pergi ke, aduh bahasa Inggrisnya terminal apa ya? Ah repot-repot. Tuan segera ambil barang-barang Tuan secepat mungkin. Itu busnya sudah sampai". Aisyah menunjuk sebuah bus yang sudah mau berhenti diterminal.
__ADS_1
"Baiklah nona, aku hanya membawa ransel dan kamera ini. Tenang saja nona". Shahin segera membawa ranselnya dan mengalungkan kamera kelehernya.
"Payah kau lambat sekali. Ya sudah ayo cepat". Aisyah tanpa sadar menarik tangan pria itu. Pria itu merasa salah tingkah karena Aisyah menyentuh tangannya.
***
Aisyah menarik tangan pria yang tak ia kenal itu. Ia hanya berpikir supaya ia tidak terlambat menuju bus. " Bule ini hanya berbadan tinggi tapi geraknya sangat lambat. Payah sekali". Aisyah masuk kedalam bus dan duduk ditempat paling belakang.
"Terserah kau mau duduk dimana". Jawab Aisyah acuh.
"Aku akan duduk disebelahmu saja. Izinkan saya". Shahin langsung duduk sebelum Aisyah mengizinkannya.
" Modus lu Bule maroko". Aisyah berkata didepan pria itu. Ia tidak peduli dia mengerti atau tidak. Tapi ia hanya berpikir pria itu payah.
****
#Maaf kalau bosenin
__ADS_1
ini hanya awal. Ok happy reading.