
"Swear! Saya bersumpah ingin kesana, tapi saya tidak tahu wilayah itu. Saya hanya sering melihat Kota Malang itu lewat foto-foto dari Facebook. Saya bermaksud kesana, tetapi saya tersesat. Oh bodohnya saya". Shahin sangat berputus asa.
"Hah.. Bule nih baru sadar kalau dia itu bodoh. Konyol sekali. Setiap jalan yang lo tempuh itu selalu salah. Disini banyak orang yang lebih tahu wilayah ini. Gue aja baru disini". Aisyah mengeluh. "Dan lu nanya sama bocah yang baru lu kenal. Dan orang itu juga baru disini. Bule somplak". Aisyah tanpa sadar telah mengatai Bule itu dengan bahasanya sendiri.
Ia tidak sadar dari tadi pria yang dihadapannya hanya menyimak. Dan selalu memperhatikan gadis itu. Mungkin ia berpikir bahwa Aisyah sedang memikirkan jalan keluar. Dan kemudian....
" Memangnya kamu tidak belum bertanya dengan orang disini dimana wilayah itu? Kamu tahu sebenarnya kamu telah bertanya dengan orang yang salah". Aisyah menatapnya dengan aneh.
Karena tatapan itu, Shahin jadi salah tingkah. "Ya Tuhan semoga ia mau membantuku".Katanya dalam hati.
" Saya harap nona sudi membantu saya. Saya pikir nona tahu tempat itu. Melihat ekspresi nona ketika nona yang terkejut ketika saya menyebut tempat itu membuat saya yakin, nona bisa membantu saya. Saya mohon kepada nona". Tatapan Shahin tak kalah sinis, ia begitu memelas kepada Aisyah.
"Memang itu tempat tujuan saya". Jawab Aisyah pendek.
"Alhamdulillah. Ternyata tempat tujuan kita sama. Maka saya tidak sia-sia meminta bantuan nona". Shahin tersenyum bersyukur karena ucapan nona yang baru ia kenal tersebut, tapi Sayangnya keputusan belum jelas. Apakah Dia diizinkan untuk ikut dengannya pergi ketempat tujuannya itu. Ia masih menunggu jawaban Aisyah.
__ADS_1
"Pikir-pikir dulu om ngijinin apa enggak". Batin Aisyah berbisik.
"Oke. Saya akan bantu tapi saya harus bertanya sebentar dengan om saya". Aisyah pun berbalik arah. Tanpa aba-aba yang jelas ia meninggalkan lelaki itu. Dan lelaki itu hanya mengikutinya dari belakang. Ia hanya berharap nona itu tidak mengubah pikirannya.
* * * *
Ketika Aisyah hampir sampai ditempat Om nya yang sedang mengobrol bersama teman-temannya. Sepertinya Om Aisyah sedang berbicara serius dengan teman-temannya itu. Ia pun menghentikan langkahnya.
"Kau tunggu disini saja. Aku akan berbicara dengan Om Bagus. Sebaiknya hal ini aku yang membicarakannya, karena saya tahu Om kurang suka berbicara dengan orang yang baru ia kenal. Ok". Aisyah pun meninggalkan Shahin.
* * *
"Assalamu'alaikum Om". Aisyah mengucapkan salam pada Om Bagus dan semua rekannya. Dan mereka semua menyahut dengan serempak.
"Wa'alaikumussalam Aisyah". Semua orang tersenyum melihat Aisyah. Aisyah membalasnya juga dengan senyuman.
__ADS_1
" Nak Aisyah udah selesai sholatnya?" Tanya Om Bagus.
" Sudah Om, baru aja selesai. Ngomong-ngomong Om tadi bicara soal apa ya Om, kok serius banget?" Aisyah berbalik bertanya.
"Ooohh, tadi Om cuman ngomongin masalah muatan nak. Om mau ngomong sama kamu". Om Bagus mulai menjelaskan dengan ragu-ragu. " Kayanya Om gak bisa nganterin kamu langsung ke Malang soalnya, hari ini muatan sudah mau diturunin hari ini. Jadi besok atau lusa Om baru berangkat. Mungkin kamu harus naik bus travel abis ini". Om menjelaskannya secara rinci. Seperti ada perasaan tidak enak dalam hatinya, karena ia tidak bisa mengantarkan Aisyah langsung sampai rumah Mbah nya. Padahal ia sudah berjanji pada ayahnya.
Aisyah sedikit kaget dengan penjelasan Om Bagus. Tapi ia menutupi itu. "Owh gak apa-apa kok Om. Seharusnya Aisyah yang gak enak nih udah ngerepotin Om. Aisyah setuju mungkin Aisyah harus naik bus, soalnya belum pernah gak papa kok Om he..he". Aisyah menjawabnya dengan santai supaya Om Bagus tidak terlalu merasa bersalah.
" Alhamdulillah kalau begitu. Om senang nak Aisyah setuju, mungkin bus nya akan datang sebentar lagi. Sopir bus itu juga masih kenalan teman Om. Tadi dia udah ngabarin jadi nak Aisyah bersiap aja buat berangkat". Om Bagus tampak sedikit senang, walau ia sedikit merasa bersalah.
"Ok Om Bagus, aduh jadi ngerepotin nih Om akunya". Aisyah tersenyum senang, ternyata hal tidak disangka-sangka terjadi padanya. Entah karena kebetulan atau memang beginilah kejadiannya. Karena kejadian ini ia tidak perlu menjelaskan tentang bule tadi kepada Omnya.
"Alhamdulillah, masalah selesai tanpa harus repot-repot". Aisyah bersyukur.
* * * *
__ADS_1
#Next