
Assalamu' Alaikum, Kekasih Hati!, adalah cerita fiksi yang tercipta dari dunia khayalan penulis. Maaf bila ada kesamaan nama tokoh atau pun jalan cerita. Penulis tidak bermaksud menjiplak atau menyalin cerita lain.
Enjoy to reading!
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Senja telah hilang, malam pun tiba. Udara dingin menusuk menembus tulang punggung gadis dan pemuda itu. Mereka terdiam dalam lamunannya. Malam yang cerah itu, menjadi malam terburuk bagi mereka.
"Maaf, Ra", pemuda bertubuh tinggi itu menundukkan kepalanya. "Mas Rangga tidak bisa meneruskan hubungan ini. Kita akhiri saja".
Gadis bermata bening itu menatap Rangga, kekasihnya yang telah tiga tahun menjalin hubungan. Selama itu, akankah berakhir di malam yang indah ini. Karena alasan apa, ia sampai mengakhiri hubungan yang telah mereka seriusi.
"Kenapa, mas?", tanyanya pelan. Ia berusaha agar tak meneteskan air mata. Sudah cukup ia menangis karena penyakit yang tiba-tiba menyerangnya. Membuat gadis itu terpuruk.
__ADS_1
"Tanyakan pada dirimu sendiri, Ra. Tanpa mas jelaskan, Ra pasti tau penyebabnya, bukan?", Rangga menatap gadisnya yang dulu penuh cinta, kini memandangnya penuh benci.
Ya, Ra tau penyebabnya. Bahkan saat Rangga bilang ingin mengakhiri hubungannya, ia sudah tau betul apa penyebab lelaki yang dulu diam-diam ia sukai, tega mengakhiri hubungannya.
Rangga, pemuda yang di kenal cuek itu telah mengenalkan Ra, gadisnya, tentang apa itu cinta. Dan Rangga lah yang pertama kali mengenalkan luka di hatinya. Perih, yang kini Ra rasakan. Udara dingin tak lagi terasa olehnya.
"Bagaimana pun, mas ingin mempunyai anak yang lahir dari rahimmu. Sedangkan saat ini, kau bukan wanita sepenuhnya, Ra. Karena penyakit aneh mu, hubungan kita harus berakhir", tuturnya dengan lembut tapi menyesakkan.
Empat tahun yang lalu, Maira–yang tak lain adalah Ra–jatuh pingsan, saat menahan rasa sakit pada pinggul kirinya. Ada sejenis bakteri yang menyerang ovarium miliknya, yang mengharuskan untuk memotongnya agar tak menyebar ke ovarium kanannya.
Mama yang selalu setia mendampingi putrinya menasehati untuk selalu optimis dan yakin. Jangan terus meratapi nasib. "Ra harus terus berjalan. Ini bukan akhir segalanya!", nasihat mama masih terngiang di telinga.
Lalu saat dua tahun enam bulan dari paska operasi pengangkatan ovariumnya, bakteri yang awalnya sudah di nyatakan bersih dari tubuh Maira, kembali menyerang tubuhnya.
__ADS_1
Kondisi Maira sempat turun saat itu. Mama dan Faiz–adik laki-lakinya–terus berdoa untuk kesembuhan Maira, gadis yang periang sebelum penyakit itu muncul.
Setelah tiga hari koma, dokter langsung menjadwalkan operasi setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga. Operasi kedua yang akan mengubah segalanya dalam hidup Maira.
Kini ia tak akan pernah bisa memiliki anak. Ia telah kehilangan kedua ovariumnya. Saat itu, Maira cukup lama berada di rumah sakit. Kondisinya terus menurun. Tak ada wajah semangat dalam dirinya.
"Lelaki mana yang mau bersanding dengan wanita cacat sepertiku, Sya", tanyanya saat bercerita dengan sahabat dekatnya. "Mas Rangga sepertinya kecewa denganku", sambungnya.
"Kau adalah seorang wanita, Ra. Kau wanita paling hebat yang aku kenal. Yakinlah, Allah menyiapkan kejutan di balik penderitaanmu, Ra", tutur Dasya halus.
Ah, Dasya itu. Perempuan cerewet yang selalu tampil tomboy, telah mendapat hidayah dari Allah. Sudah lima tahun ia memeluk agama Islam. Agama yang dulu asing di telinganya. Karena kehadiran Maira, membuat Dasya membuka hati dan pikirannya.
Ketertarikannya dengan agama Islam membuahkan hasil. Kini Dasya benar-benar menjadi seorang muslimah yang taat.
__ADS_1
"Mungkin jodohmu bukan Rangga. Tapi aku yakin, Allah telah menyiapkan lelaki yang seratus kali lebih baik dari pada Rangga".