BUMI CINTA

BUMI CINTA
BM Chapter 01~ Sarahza Alwidinata


__ADS_3

Assalamu'alaikum, teman-teman 🤗


Bumi Cinta adalah cerita pertama Nay, nih😅


Maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan😣


Cerita ini hanya khayalan semata ya😊


Tidak berdasarkan kisah nyata 😟


Silahkan dicoba baca😉


Semoga teman-teman suka🥰


Terima kasih 😇


^^^Salam kenal Nay Han Han^^^


...***...


Suara rintikan hujan terdengar merdu dari luar sana. Membuat suasana senja begitu tenang. Udara yang dingin memenuhi seisi ruangan. Sepasang manusia tengah tersandar, menikmati keindahan hujan di sore hari.


Tangan lelaki itu mengusap lembut perut Ahza yang terduduk didepannya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu lelaki itu. Sesekali ia mencium pipi Ahza dengan penuh cinta.


Ahza hanya memejamkan matanya, menikmati kelakuan lelaki itu. Entah sudah berapa kali, Ahza menyebutkan nama lelaki itu dengan penuh cinta.


"Semoga Allah segera memberikan penghuni di dalam rahimmu, Za..." Tutur lelaki itu dengan lembut.

__ADS_1


Mereka sudah sabar selama empat tahun ini, untuk menantikan kehadiran malaikat kecil diantara mereka. Lelaki itu pun mengerti kondisi sang istri. Bahkan dokter mengatakan akan sulit hamil, dan jika hamil pun, resiko kelahirannya sangat besar.


Tapi hal itu seakan tak menyurutkan rasa cintanya pada perempuan pujaannya. Dia begitu menghormati dan memuliakan Ahza.


Lelaki itu pun sangat sigap. Ia tak menyuruh sang istri untuk masak setiap harinya. Terkadang lelaki itu dengan sigap mengerjakan pekerjaan rumah. Dia memasak, menyapu, bahkan mencuci pakaian mampu ia kerjakan.


Saat Ahza terlihat pucat, lelaki itu akan melayaninya dengan penuh cinta.


Ahza berkali-kali mengucapkan rasa syukur. Allah telah menghadirkan seorang lelaki yang sangat menghormati wanita.


"Terima kasih, mas, kamu sudah mewarnai hidupku..."


Seperti yang sudah-sudah. Mereka melakukan ibadah di kamar itu dengan suara hujan yang mengiringi kegiatan mereka.


"Aku yakin, Allah akan menghadirkan buah hati untuk kita. Aku yakin itu akan terjadi suatu saat, ketika Allah mempercayai kita menjadi penjaga makhluk kecilnya." Ucap lelaki itu yang diakhir kecupan hangat di bibir Ahza.


...***...


Saya pun baru mengenalnya baru-baru ini.


Sosok perempuan yang sangat luar biasa di mata saya. Ketegarannya dan semangatnya patut kita tiru.


Konon selepas tamat SMA, sosok Ahza sudah akrab di mata ribuan anak-anak yatim piatu. Ia sudah rajin menyumbangkan sebagian hartanya kepada Rumah Yatim Piatu.


Bahkan setiap minggunya, Ahza akan -mengunjungi langsung dan berinteraksi kepada anak-anak.


Padahal Ahza adalah perempuan cantik dengan postur tubuh yang lebih dari kata bagus. Suaminya pun mapan.

__ADS_1


Maksud saya, banyak hal lagi yang dapat sepasang muda seperti mereka lakukan, selain mengurus anak yatim piatu itu. Tapi...


"Kenapa?"


Saya tak bisa menghentikan pertanyaan yang mau melompat keluar dari mulut saya.


Ahza tersenyum. Di pangkuannya bergelayut seorang bayi. Ahza pun masih menanggapi celotehan balita didepannya. Tak satu pun dari mereka yang lahir dari rahim Ahza. Tapi kedekatan mereka dengan Ahza tak bisa diragukan lagi.


Sedari tadi pertanyaan saya belum terjawab, lantaran Ahza terus menanggapi semua perkataan, pujian atau bahkan sentuhan yang tidak berkesan dari anak-anak dikelilingi kami.


"Maaf, tapi, apa karena Ahza tidak bisa, eh maksud saya belum memiliki anak?"


Pertanyaan itu mungkin sangat sensitif bagi pada kaum hawa, mungkin termasuk Ahza. Tapi senyuman segera mengembang di bibirnya.


"Apakah anda cukup sabar?"


Pertanyaan saya justru di jawab dengan pertanyaan lain.


Kening saya berkerut, mencoba memahami perkataan Ahza.


"Ya, mungkin. Kenapa?"


Saya melihat seperti memori masa lalu terlintas di sorot matanya. Seperti ada kilatan kekecewaan dan kebahagiaan bercampur di sana.


"Sebab saya akan membawa anda kembali ke belasan tahun lalu, ketika saya masih remaja."


Dan dengan cara uniknya, Ahza telah menarik saya menyelusuri masa lalunya. Mengenal lebih dalam sosok Sarahza Alwidinata.

__ADS_1


__ADS_2