BUMI CINTA

BUMI CINTA
BM Chapter 02~ Selamat Pagi, Cinta


__ADS_3

"Mama....!"


Nampak seorang gadis berlari menuruni tangga. Di susul dengan teriakan laki-laki dari belakangnya.


"Ahza, awas kamu, ya...!" Teriak Seravino dari atas.


Gadis itu menjulurkan lidahnya meledek. Dari bawah sana, mama dan papa menggelengkan kepalanya.


"Kalian ini pagi-pagi sudah berisik saja." Papa terdengar mengoceh dengan koran yang masih menutupi seluruh wajahnya dan secangkir kopi di meja.


Gadis itu berlari, mencari perlindungan dari kejaran kak Sera. Dekapan papa menjadi pilihan yang selalu muncul dipikirannya.


"Kyaaa!"


Gadis itu berteriak saat tangan sang kakak mulai menggelitik tubuhnya. Papa yang merasa terganggu pun langsung melipat koran itu dan ikut menggelitik putrinya, karena sudah mengganggu aktivitas paginya.


Merasa tak terlindungi, gadis itu kembali berlari menuju mama yang tengah berkutat di dapur. Mama yang tiba-tiba didatangi tiga orang itu langsung memasang posisi.


"Berhenti! Kalian tidak boleh menyentuh tuan putri!" Ujar mama saat gadis itu berdiri dibelakang tubuhnya.


Papa dan Seravino saling menatap, lalu senyuman jahil segera muncul dari bibir mereka.

__ADS_1


"Hahaha!" Papa tertawa sambil berkacak pinggang. "Hey, penyihir, serahkan tuan putri pada kami." Seru papa yang sudah terbawa suasana drama pagi.


"Tuan putri harus dihukum atas tindakannya." Sambung Sera yang ikut mendalami perannya.


"Memangnya tuan putri melakukan apa?" Tanya mama.


"Dia..." Sera menunjuk gadis yang tengah tertawa bersembunyi dipunggung mama. "...sudah mengganggu pangeran tampan ini saat belajar."


Huek!


Suara aneh membuat Sera, papa dan mama menoleh ke sumber suara.


"Pangeran tampan?" Gadis itu melirik kakak laki-lakinya dari ujung kaki sampai ujung rambut. "Hmm, lebih pantas menjadi pangeran kodok. Krok, krok, krok..." Gadis itu menirukan suara kodok.


Wajah Sera mengeras, menahan marah. Baru saja gadis itu meledaknya didepan papa dan mama. Bodoh. Betapa malunya sekarang saat papa dan mama ikut tertawa mendengar penuturan putri mereka.


...***...


"Jadi...?"


Naya memiringkan kepalanya menatap Ahza yang tengah mengunyah kue kering buatan mama Naya.

__ADS_1


"Aku menolaknya." Jawab Ahza dengan santai.


Pasalnya, pagi tadi seorang siswa dari anggota OSIS telah menyatakan perasaan pada Ahza, siswi yang terkenal ceria dengan segudang bakat.


Ahza bukanlah siswi tercantik di sekolah ini. Tapi keceriaannya dan semangatnya lah yang menjadikan dirinya sebagai siswi terbaik. Senyumannya tak ada yang menandinginya, manis sekali.


Ah, siapa yang tidak menyukai sosoknya. Seakan-akan dirinyalah yang menjadi sinar mentari di sekolah. Hampir semua murid menyukai sosoknya yang ramah dan murah hati.


"Kau itu bodoh sekali. Kak Yuda sudah tampan, pintar, baik lagi, kenapa juga kau menolaknya?" Naya mengoceh tak karuan.


Yuda Dirgantara, sering disapa kak Yuda, adalah pemuda yang aktif bergerak di organisasi sekolah. Tak usah diragukan lagi, kak Yuda adalah pemuda yang paling top. Dan banyak siswi yang menyukainya.


Alasan Ahza menolak, karena ia memang tak mau menjalin hubungan percintaan saat sekolah. Ke konsentrasinya untuk belajar akan terganggu. Tapi disisi lain, Ahza merasa tak enak.


Seorang gadis cantik nan mungil dikelas sebelah, juga menyukai sosok kak Yuda. Ahza mengenal baik dengan gadis itu. Salma adalah siswi rajin dan sedikit pendiam. Ia lebih banyak tersenyum daripada berbicara.


Sebenarnya Salma tak pernah memberitahu bahwa dia menyukai kak Yuda. Ahza melihat dari gerak-geriknya yang aneh ketika kak Yuda mendekat. Wajah Salma memerah, seperti menahan sesuatu.


"Jadi kau sengaja mau mendekatkan Salma dengan kak Yuda?"


"Hmm, aku rasa perasaan Salma pantas dibalas oleh kak Yuda. Salma anak yang baik. Selama ini Salma menyimpan rasa sukanya seorang diri."

__ADS_1


Naya tercengang. Bodoh. Bagi Naya, Ahza telah membuang sebuah emas dan malah memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengambilnya.


"Lagipula, aku tidak mau memusingkan soal cinta. Toh, jodoh sudah ditentukan oleh Allah. Tidak akan tertukar!" Pangkas Ahza sebelum Naya membuka mulut untuk protes.


__ADS_2