
Jemari putih lentik nan indah dengan cat kuku warna nude menari-nari dengan riang di atas keyboard sebuah laptop, mengetikkan kata demi kata dengan begitu lihainya. sorot mata yang serius dan penuh ambisi menatap penuh pada layar laptop yang sudah menyala selama dua jam lebih. Gadis dengan rambut bergelombang warna coklat itu sesekali menggigit bibirnya, menekan pelipis dan keningnya hingga akhirnya menghela nafas panjang dan menghembuskannya seolah membuang semua beban yang ditanggungnya.
" Akhirnya selesai juga, tinggal klik dan kirim!" Shane menyunggingkan senyum di bibirnya.
Dia seorang mahasiswi semester empat jurusan teknik di universitas negri ternama di kota yang ditempati, gadis yang bisa dibilang luamayan aktif di bidang sosial dan selalu aktif dalam kegiatan tulis menulis.
di sampingnya ada temannya yang selalu menemaninya, teman dari SMA hingga kuliah, teman satu kos juga, Hida namanya. jika Shane adalah gadis dengan wajah Timur Tengah - Eropa, lain dengan Hida yang wajahnya sangat khas dengan wajah indo dan kulit sawo matang.
" Mau dikirim kemana emang?" Tanya Hida.
" Tim redaksi majalah kampus, kemaren aku lihat ada beberapa penawaran tentang space yang masih kosong, jadi apa salahnya coba-coba!" Jawab Shane dengan wajah cerianya.
" Anak teknik kok minatnya di sastra, sepertinya kamu salah ambil jurusan Shane!" Cemooh Hida.
__ADS_1
" Kamu lupa kalo temenmu ini banyak bisanya? " Shane tersenyum lebar.
" Kamu beneran pengen banget ya bisa jadi pengisi di majalah kampus?" Tanya Hida.
" Ya lumayan sih, kan bisa nambah pengalaman juga!" Jawab Shane.
" Aku kenal loh sama kepala redaksinya, kalo kamu mau bisa deh nanti tak kenalin biar kamu artikelmu langsung mulus!" Hida menatap Shane.
" Ga mau lah, kamu ngremehin aku ya? kamu lupa? artikelku udah sering dimuat di koran nasional, bahkan karya fiksiku juga pernah popular meskipun masih dengan anonim" Shane terlihat sedikit sebal.
" Ah, jadi bahas itu lagi, males ah!" Shane manyun.
" Yaudah maaf, makan aja yuk!" ajak Hida.
__ADS_1
" okehhhh" Shane mematikan laptopnya dan bersiap untuk pergi dari tempat duduk di pojokan kantin itu.
*****************************
Di sebuah ruangan yang lumayan luas seorang lelaki dengan rambut sedikit gondrong dikuncir asalan, tinggi tegap, hidung mancung, alis tebal dan garis mata yang tegas. Sedikit menyingsingkan lengan bajunya dan duduk dengan gusar menatap komputer dan mengetuk-ngetukkan jemarinya di samping tetikus yang menyala biru-merah di depannya.
Dia adalah Robith Bilhaq sering disapa dengan Roby mahasiswa semester enam jurusan sastra yang menjabat sebagai ketua tim redaksi majalah kampus. Wajahnya yang rupawan membuatnya semakin terkenal, dia juga sangat aktif dalam kegiatan sosial dan sering sekali menjadi orator demo yang akhir-akhir ini sering terjadi.
" Apa aku harus membaca semua artikel yang masuk?" Roby bertanya pada semua tim yang ada di ruangan itu.
" Menurutku ya begitu, karna kamu ketua redaksinya dan kamu jauh lebih mengerti dibanding kami, nanti kamu kasih nilai ke setiap artikel yang sudah kamu baca" Jawab seorang gadis cantik berkerudung putih.
" artikel sebanyak ini?" tanya Roby.
__ADS_1
" Ya kan sudah tanggung jawab kamu, atau begini saja, kamu baca bagian awalnya lebih dulu, kalau terlihat menarik bisa kamu baca sampai akhir, kalau tidak ya bisa kamu black list" ucap gadis kerudung putih sambil tersenyum menampakkan lesung pipitnya.
" Aku baca beberapa aja, ntar sisanya kalian yang baca, gimana?" Tanya Roby sambil menghela nafas.