
Shane melangkahkan kakinya keluar dari gerbang kosnya.Ia mengenakan rok selutut berwarna putih, tangtop putih, dan kemeja oversize warna kuning. Meletakkan satu kaitan tas ransel di atas pundak kanannya, berjalan dengan cepat menuju ke sebuah musholla. Ia berhenti agak jauh dari musholla itu. Sesekali ia menengok ke arah dalam musholla.
Duh mana sih tu orang, lama banget!
Shane menggerutu menunggu Roby keluar dari musholla.
Tak lama berselang Roby keluar dari musholla. Dengan rambut yang terurai dan sedikit basah membuat kedua mata Shane membelalak.Mungkin saja sedikit terpesona.
Roby menghampiri Shane. Memandang ke arah Shane dan mengerutkan kedua alisnya. Shane menundukkan pandangannya. menyadari apa yang ia lakukan tadi. Ia langsung mempercepat langkahnya meninggalkan Roby yang sedikit menyunggingkan senyumnya.
" Cepet banget jalannya!" Roby sedikit berteriak.
Shane tak bergeming, ia terus melangkah dan mengacuhkan Roby yang sedari tadi mengikuti langkahnya.
Keduanya pun sampai di sebuah taman kecil. Nampak beberapa anak kecil duduk dengan rapih di beralaskan sebuah karpet plastik. Shane berlari menuju ke arah anak-anak itu.Seperti anak kecil yang ingin ikut bermain bersama mereka. Roby pun mengikutinya.
" Halo semuanya! Liat nih, kakak bawa apa buat kalian!" Shane mengeluarkan satu kotak makanan dari dalam ranselnya.
Anak-anak kecil itu berhamburan ke arah Shane, berebutan mengambil beberapa kue kecil yang dibawa Shane.
Shane tersenyum manis dan terlihat sangat riang. Roby menatap Shane sambil ikut tersenyum. Sepertinya ia mulai menyukai senyum yang Shane miliki.
" Kak, kakak yang itu siapa?" Tanya seorang anak kecil sembari menunjuk ke arah Roby.
__ADS_1
" Itu temennya kakak, gimana kalo hari ini yang ngajarin kalian belajar kakak yang itu?" Shane bertanya dengan senyuman di bibirnya.
" Horeeeee!!!" anak-anak kecil itu bersorak gembira, berlari ke arah Roby dan menarik kedua tangannya menghampiri Shane.
" Minta diajarin apa nih?" Roby tersenyum.
" Gambar kak!" Teriak seorang anak laki-laki.
" Yaudah, ayo kita gambar!" Roby tersenyum bersemangat.
Shane berjalan ke arah sudut taman. Terlihat ia mengambil sebuah kotak yang lumayan besar. Membawanya ke tempat anak-anak kecil berkumpul dan meletakkan kotak itu di tengah-tengah.
" Kertas sama krayonnya diambil sendiri ya, jangan rebutan, kalo ada yang gak kebagian boleh gantian sama temennya!" Shane berkata sambil tersenyum menampakkan deretan giginya yang rapih.
Satu persatu anak-anak kecil itu mengambil kertas dan krayonnya.
" Temanya yang cantik kayak kak Shane aja kak!" Salah seorang anak perempuan menjawab dengan sorot mata menggoda ke arah Shane.
Semua anak tertawa serentak.Shane pun ikut tertawa sampai kedua rona pipinya memerah.
" Temanya keindahan alam aja ya?" Roby Berkata sambil mencondongkan wajahnya ke arah anak-anak kecil itu.
" Iya kak!" anak-anak menjawab serentak.
__ADS_1
Mereka mulai sibuk dengan kertas dan penanya masing-masing. menggambar apa yang ada di pikiran mereka. sesekali ada satu dua anak yang saling menggoda temannya.
Shane menatap senang ke arah mereka. Sedari tadi senyum di wajahnya semakin merekah. Roby menatapnya, perlahan Roby mulai menikmati keindahan senyum itu.
" Kamu yang bikin taman ini ?" Roby bertanya mengalihkan pandangan Shane.
" Bukan kak, ini dulunya taman pribadi salah satu anak-anak itu, tapi orang tuanya ngasih suka rela ke kita biar kita bisa main dan belajar di sini" Shane menjawab sambil membenarkan letak duduknya.
" Kok kamu bisa kenal sama mereka?" Roby bertanya lagi.
" Awalnya mereka itu suka main ke kos-kosan gara-gara di sana bisa numpang WiFi gratis, terus waktu itu aku negur salah satu dari mereka, dari pada main hp terus mending mereka main sambil belajar, awalnya sih mereka gak mau gitu, tapi akhirnya mau juga main sama aku sama Hida, kadang juga dibantuin sih sama anak-anak kos yang lain" Shane menjelaskan sambil pandangannya terus melihat penuh semangat ke arah anak-anak yang asik menggambar.
" Mereka kok bisa mau? kan awalnya gak mau?" Roby semakin antusias.
" Ya aku nanya ke mereka ada PR ngga? mereka ngejawab ada tapi ga bisa, terus aku suruh mereka ke sini bawa buku PRnya gitu, eh lama kelamaan malah sering belajar ke kos-kosan!" Shane tersenyum sambil menoleh ke arah Roby.
" Terus?" Roby masih terus bertanya.
" Terus salah satu dari ibu mereka tau kalo anaknya sering belajar di kos-kosan, akhirnya ibu itu ngasih taman ini buat belajar sambil main, biar lebih leluasa, ibu mereka juga baik banget, suka ngasih makanan gitu ke anak-anak kos, pokoknya kita itu bikin relasi yang positif lah antara anak kos sama orang-orang komplek, ya biar bisa meninggalkan kesan yang baik gitu , biar nanti kalo kita udah nggak ada di sini masih ada kebaikan yang bisa dikenang dan kalo bisa masih ada yang terus melanjutkan kebaikan itu" Shane menjelaskan panjang lebar.
"Termasuk alat-alat belajar itu juga dari orang tua mereka, kadang kita sebulan sekali juga ngadain bakti sosial gitu, dananya dari orang-orang komplek, dari tabungan anak-anak kecil itu, sumbangan anak kos juga, terus dibagiin sama orang yang kurang mampu di sekitar sini." Lanjut Shane.
Roby terus menatap kedua mata Shane yang berbinar. Kedua matanya yang nampak sangat tulus dan bersemangat.
__ADS_1
" Kakak gambar apa ya?" Shane yang menyadari hal itu langsung membuyarkan pandangan Roby.
" Aku mau gambar keindahan alam, tapi kamu diem disitu dulu ya"