
Ketika mereka balik ke rumah mereka masing-masing, diperjalanan Aksa masih terpikirkan akan perjodohan saudara sepupunya. Ia tak habis pikir bahwa Om dan Tantenya benar-benar sudah menjodohkan Ansell sejak lama.
“Sumpah gue gak habis pikir sama Om dan Tante gue, ini beneran Ansell udah dijodohin sama mereka?.” batin Aksa
Ketika Aksa sedang beragumen dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba ia ingat akan kedua orangtuanya.
“Eh bentar,, Tante kan suka nyeritain segalanya sama Mama Papa. Gue yakin pasti Mama sama Papa tahu sama hal ini. Yaiisshh,, Aksa kenapa baru kepikiran sekarang.. Ayoo buruan balik!!.” Batinnya kembali.
Karena sudah tak sabar ingin menanyakan langsung kepada orangtuanya, tanpa pikir panjang Aksa langsung mengebutkan sepeda motornya. Sehingga rasa ingin tahu yang ia miliki membuatnya mengalami hal yang tak di duga-duga.
Braakkkkk....
“Kecelakaan,, kecelakaan..” teriak salah satu Bapak-bapak yang berada disana
Bunyi tabrakan antara mobil dan sepeda motorpun membuat orang jalanan dan sekitar langsung berkumpul ditempat kejadian tersebut. Nadine yang tidak sengaja melewati keramaian sontak ia juga langsung ikut bergabung untuk melihat kecelakaan tersebut.
“Bu,, itu ada apa ya Bu?.” tanya Nadine ke salah satu Ibu-ibu yang ada disana
“Itu Nak, ada anak cowok yang sebaya denganmu kecelakan.”
“Hah?. Ya ampun.”
Nadine yang penasaran dengan siapa anak cowok yang dimaksud oleh Ibu tersebut, akhirnya ia memberanikan diri untuk melihat siapa yang sedang dikerumuni oleh orang banyak.
“Misi,, permisiii Pak Bu.”
Nadine meminta jalan untuk bisa melihat lebih jelas siapa saja korban yang sedang mereka kerumuni. Sehingga setelah bertatapan dengan korban tersebut, Nadine hanya fokus ke salah satu korban yang sebaya dengannya. Nadine masih belum tahu pasti siapa yang didepannya, sehingga ia lebih memperjelas tatapannya kepada seorang cowok yang wajahnya sudah dipenuhi dengan darah.
“Sebaya denganku? Siapa dia? Kenapa gue kek pernah liat nih cowok ya, tapi dimana ya?.” Nadine hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya.
Karena rasa ingin tahunya sangat besar, Akhirnya Nadine memberanikan dirinya untuk mendekati korban lebih dekat lagi. Nadine mendekati korban tersebut secara perlahan-lahan, ia pun duduk berlutut. Sehinggaaa
“Hah? A..?” Nadine sontak menutupi mulutnya dengan tangan kanannya.
“Ada apa Neng? Apa Neng tahu siapa dia?.” tanya salah satu Bapak-bapak yang ada disana
Karena masih sedikit syok dan tak percaya, Nadine masih menatapi korban tersebut sampai ia memastikan bahwa itu benar-benar sosok pria yang ia kenal. Setelah memastikannnya dengan baik, Nadine pun meminta bantuan kepada para warga yang ada disana untuk membantunya membawa Aksa ke Rumah Sakit terdekat.
“I,,iyaa Pak,, ini teman saya. Tolong bantu saya untuk mengangkatnya ke Rumah Sakit terdekat.”
“B,,bb,,baik Neng.”
“Dibawa masuk ke mobil saya aja Pak.”
Sebelum pergi ke Rumah Sakit, Nadine juga menghampiri korban yang tidak begitu parah.
“Maaf Pak,, Bu,, mewakili teman saya yang sedang luka parah, bisakah Bapak Ibu ikut dengan saya ke Rumah Sakit? Bapak dan Ibu juga akan ditangani disana. Dan masalah ruginya, nanti akan saya hubungi kepada orangtua yang bersangkutan.”
Mendengar Nadine tawaran Nadine dan melihat ada rasa kekhawatiran dalam diri Nadine, tanpa menunggu lama mereka pun pergi mengikuti Nadine ke Rumah Sakit.
“Baik Nak,, kami akan ikut denganmu.”
“Baik Pak,, Bu,, Terima Kasih.”
“Sama-sama.”
Setelah mengobrol dengan korban yang lainnya, Nadine langsung buru-buru masuk ke mobil dan mengebutkan mobilnya.
“Aksa kok bisa sih lo kecelakaan?. Tahan dikit, sebentar lagi kita sampai.” batin Nadine
“Pak gimana ceritanya teman saya kecelakaan?.”
“Ohhh, kalau kita semua kurang tahu Neng. Begitu dengar ada suara keras, sontak kami pun ikut terkejut,, pas dilihat eh ternyata ada yang kecelakaan.”
“Apa dia pusing? atau lagi punya masalah kali ya?. Tau ah,, Duhh Aksaa,, Aksaa..”
“Apa dia bawa motornya ngebut-ngebut Pak?.”
“Iyaa Neng,, Bapak lihat dari arah taman teman kamu udah ngebut banget. Mungkin karena udah gak bisa dikontrol akhirnya teman kamu lupa ngerem.”
“Ohhh,,baik Pak.. Terima Kasih.”
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit,, akhirnya Nadine pun sampai di Rumah Sakit. Beberapa orang dewasa yang ada di Rumah Sakit membantu para Bapak-bapak untuk mengangkat Aksa.
“Suss,, Susterr,, Tolongin anak ini Suss.” teriak salah satu dari mereka.
Beberapa Suster pun datang dan langsung membawa Aksa ke ruangan UGD. Setelah Aksa masuk ruang UGD, barulah Nadine menghubungi teman-temannya..
“Ya Allah tolongin Nadine,, Nadine gak tahu mau nelfon ke siapa.” batin Nadine
Dalam kebingungannya, Nadine hanya bisa bolak-balik diluar ruangan. Sampai akhirnya ia teringat akan Azelle yang disukai oleh Ansell yang merupakan sepupu Aksa.
“Duhhh,, gue harus nelfon siapa nih?. Mana nomor Anseel gak ada di gue.” ucap Nadine sambil memainkan handphonennya
“Ahh iyaa,, Azelle,, iyaa Azelle.”
Nadine mengotak-atik handphonenya, disana ia mencari nomor Azelle. Begitu ia mendapati nomor Azelle, ia pun langsung menelfon sahabatnya tersebut.”
“Dapatt!!.”..
Nadine mencoba menghubungi Azelle, namun Azelle juga belum mengangkat telfon darinya.
“Zell, angkatt Zell..” ucap Nadine
Melihat Nadine yang bolak-balik dengan perasaan khawatir, seorang Ibu yang juga merupakan korban kecelakaan tersebut menghampiri Nadine.
“(menepuk pundak Nadine) Ada apa Nak?.” tanya wanita paruh baya tersebut.
“Ini Bu. Ee,,,Maaf sebelumnya,, yang menabrak mobil Ibu dan Bapak memang teman saya, kami satu sekolah tapi dia Kakak kelas saya. Dan saya belum lama ini pindah di Indonesia,,jadi saya tidak kenal sama orangtua dari teman saya. Tapi ada salah satu kerabatnya yang dekat dengan teman saya, namun telfon saya juga tidak diangkat.”
“Ohhh,,tidak apa-apa. Jangan terlalu mengkhawatirkan kami, kami juga hanya luka kecil. Cobalah terus, siapa tahu telfon kamu akan diangkat sama temanmu. Kasihan teman kamu yang ada di dalam ruangan sana.”
“Iyaa Bu, Terima Kasih banyak sebelumnya.”
“Sama-sama.”
Nadine masih mencoba menelfon Azelle, namun hasilnya tetap nihil. Azelle masih belum mengangkat telfonnya.
“Apa gue coba telfon Sherly aja ya, kali aja Azelle bareng dia.”
“Akhirnya..” ucap Nadine
“Hallo,, Sher..”
“Iyaa,, ada apa Nad?.”
“Sher lo bareng Azelle gak?.”
“Enggak, memangnya ada apa Nad?.”
“Sher,, Aksa kecelakaan.. Gue udah berapa kali nelfon dan ngirim pesan ke Azelle buat minta nomornya Ansell, tapi tetap aja gak diangkat-angkat dan belum di balas sama dia.”
“Hah? Aksa kecelakaan? Lo yang bener aja Nad?.”
“Iyaa Sher,, ngapain gue bohong..”
“Terus lo dimana sekarang?.”
“Ini gue udah di Rumah Sakit,, Aksa juga masih di dalam ruangan UGD. Keluarga Aksa gak ada yang tahu, makanya gue nelfon Azelle mau ngasih tahu Ansell kalau Aksa kecelakaan.”
“Kirim lokasi Rumah Sakitnya Nad, gue bakal kesana nemenin lo.”
“Iyaa Sher, Terima Kasih.”
“Sama-sama.”
Setelah menelfon Sherly,, Nadine pun masih mencoba menghubungi Azelle.
*Dirumah Azelle
Setelah Azelle selesai berbincang-bincang dengan sepupunya, sepupunya pun langsung pamit untuk kembali kerumahnya. Disaat ia menutupi pintu rumahnya, ia melihat kearah jam, dimana jam tersebut sudah menunjukkan jam setengah 11 malam.
“Sebentar lagi jam 11, gue tidur aja dehh. Besok masuk sekolah, kalo gue begadang yang ada dimarahin sama Mama.” ucap Azelle.
__ADS_1
Azelle menaiki tangga satu persatu menuju ke kamarnya. Ketika sampai dikamarnya ia pun mencari handphone miliknya, disaat membuka handphonenya, betapa terkejutnya Azelle begitu melihat puluhan panggilan tak terjawab dan sms dari Nadine dan Sherly.
“Astagaaa,, tumben banget mereka nelfon dan ngespam chat ke gue. Ini ada apa ya?.”
Azelle pun mencoba menghubungi Nadine, dan Nadine langsung mengangkatnya.
“Hallo Nad?.” panggil Azelle dari seberang sana.
“Hufff syukurlahh,, Zell lo darimana aja sih. Gue nelfon berkali-kali tapi gak ada respon dari lo.”
“Maaf Nad,, tadi sepupu gue main ke rumah gue jadi gue lagi ngabisin waktu sama dia. Dan hp gue ketinggalan dikamar makanya gak kedengeran kalo ada yang nelfon. Emangnya ada apa Nad? tumben banget lo sama Sherly nelfon sama spam chat ke gue.”
“Aksa kecelakaan Zell, makanya gue nelfon lo terus mau minta nomornya Ansell.”
“Hah? Aksa kecelakaan?. Terus di Rumah Sakit mana Nad?.”
“Ntar gue kirim lokasinya di wa. Buruan kirim nomornya Ansell, kasihan Aksa, keluarganya pada gak tahu kalo Aksa kecelakaan.”
“Iyaiyaa,, udah Nad. Telfon aja Ansell nya.”
“Okee, Thanks..”
Nadine pun mematikan telfonnya, dan ia pun langsung menghubungi nomor Ansell.
“Semoga aja diangkat sama Ansell.”
Drrttt,,drrttt,,drrttt..
Ansell yang baru saja menutup matanya untuk pergi tidur, tiba-tiba handphone bergetar. Ketika Ansell melihat handphonennya ia melihat panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal. Melihat itu hanya panggilan yang menurutnya tidak penting, Ansell pun hanya mengabaikannya.
“Ya ampun Nsell,, angkat pliss..” ucap Nadine
Setelah 2x tidak diangkat oleh Ansell, Nadine pun mengirimi Ansell pesan.
*Pesan chat*
“Ansell,, angkatt plisss.. Ini gue Nadine.”
Setelah mengirimi pesan tersebut Nadine menelfon Ansell kembali. Awalnya Ansell ingin mengheningkan handphone karena ia merasa terganggu dengan handphonennya yang sering bergetar. Namun, ketika melihat pesan dari nomor yang tak ia kenali ternyata itu pesan dari Nadine, Ansell pun segera mengangkat telfonnya.
“Pesan dari Nadine? Nadine dapat nomor gue dari siapa?. Dahlah angkat aja.” gumam Ansell
“Hallo Ansell.”
“Iyaa Nad, ada apa?.”
“Lo dimana? Buruan kesini Nsell?.”
“Kemana Nad? Lo kenapa?.”
“Gak bukan gue,, Aksa..” Sebelum Nadine melanjutkan perkataannya, Ansell langsung memotong pembicaraannya.
“Aksa? Aksa kenapa? Aksa lagi sama lo?.”
“Iyaa,, Aksa kecelakaan. Cepetan ke Rumah Sakit Nsell.”
“Hah? (Ansell terbangun dari tidurnya begitu mendengar Aksa kecelakaan). Yang bener lo Nad?. Padahal kami berempat baru aja loh balik kerumah ini. Jangan ngadi-ngadih dehh Nad.”
“Iyaa Ansellll, mana ada gue bohong. Buruan ke Rumah Sakit, lokasinya bakal gue kirim.”
“Terus Aksa nya dimana?.”
“Dia lagi diruangan UGD, cepetan kesini. Keluarganya gak ada yang tahu, dan satupun dari keluarganya gak ada disini.”
“Ohh oke Nad,, gue bakal ngasih tahu juga sama Mama Papa nya.”
“Iyaa,, buruan yaa.”
“Iyaa Nad,, Terima Kasih yaa.”
“Sama-sama.”
__ADS_1