
Setelah mematikan telfonnya, Ansell pun buru-buru berlari ke kamar orangtuanya untuk mengecek apakah Ayah dan Bunda nya sudah tidur.
Tokkk,,tokk,,tokkk...
“Ayahhh,, Bun,,Bundaaa.. Udah pada tidur belum?.” tanya Ansell dari luar
Ayahnya yang baru saja ingin tidur, ketika mendengar Ansell memanggil mereka, ia pun membukakan pintu kamarnya.
“Ansell? kok belum tidur Nak?,, ada apa? tumben banget Ansell ngetuk kamar Ayah Bunda.” tanya Ayahnya
Sebelum menjawab pertanyaan Ayahnya, Ansell buru-buru membangunkan Ibunya yang sedang tertidur.
“Bun,, Bundaa,, bangun Bun.” Ansell membangunkan Ibunya dengan lembut.
“Mmmm,, ada apa?.” tanya Ibunya
“Ansell,, Bunda kamu ngantuk berat Nak. Memangnya ada apa? tumben banget Ansell bangunin Bunda di jam gini.”
“Ayah,, kak Aksa kecelakaan Yah..” ucap Ansell
Mendengar Aksa kecelakaan,, Ibu Ansell pun langsung terbangun dari tidurnya.”
“Hah? Bukannya kalian baru keluar bareng ya?. Jangan becanda ah, nanti Bunda marah lo Nsell. Semenyebalkan apapun Aksa, dia tetap saja kakak kamu, apalagi dia keponakan Bunda satu-satunya.”
“Ansell kalo ngomong yang baik-baik!!.” bentak Ibunya
“Iyaa Ayah,, Bunda,, kak Aksa emang kecelakaan. Ini aja Ansell baru ditelfon sama teman Ansell, katanya kak Aksa kecelakaan, dan sekarang lagi diruangan UGD tapi sampai sekarang gak ada keluarganya yang tahu.”
“Astagfirullahh Aksaa,, ya udah Bun sekarang kita siap-siap.” ucap Ayahnya
“Ansell pergi duluan ya Bun,, sekalin mampir sama Paman dan Bibi. Lokasinya udah Ansell kirim di whatssApp Bunda.”
“Yaudah,, hati-hati dijalan. Jangan ngebut-ngebut!!.”
“Iyaa Bun..”
Setelah Ansell berpamitan dengan orangtuanya,, ia pun langsung pergi menuju kerumah Paman dan Bibi nya.
Melihat motor Ansell dari kejauhan,,Satpam yang menjaga malam dirumah Aksa pun langsung membukakan pintu gerbang.
“Eh Den Ansell?,, ada apa Den? tumben Den Ansell malem-malem kesini.”
“Kak Aksa kecelakaan Pak,, makanya Ansell kesini nyusul Paman Bibi.”
“Astagfirullah,, Tuan muda Aksa kecelakaan? Terus sekarang Tuan muda dimana Den?.”
“Sekarang diruangan UGD pak,, tapi satupun keluarga Kak Aksa belum ada yang dateng.”
“Ya ampunn Tuan,, semoga Tuan muda baik-baik saja Den.”
“Iyaa Pak,,Ansell masuk dulu ya Pak.”
“Iyaa Den.”
Selesai mengobrol, Ansell pun buru-buru masuk ke dalam rumah Paman dan Bibi nya. Ansell mengetuk-ngetuk pintu rumah, namun tak ada satupun yang membuka pintunya. Sehingga ia langsung menekan bel rumah Aksa berkali-kali.
Bi Inem yang terbangun karena bel rumah berbunyi berkali-kali, Bi Inem pun berlari membukakan pintu.
“Astagaa saya ketiduran nunggu Tuan Muda pulang. Iyaa Tuan Iyaa,,” ucap Bi Inem sambil berlari membukakan pintu.
Flash back on
Begitu selesai makan malam, Aksa pun pamit keluar kepada orangtuanya.
“Mah,, Pah,, Aksa keluar sebentar ya.”
“Mau kemana?.” tanya Ayahnya
“Biasa Pah,, tempat nongkrongnya Aksa.”
“Yaudah,,pulangnya jangan kemalaman. Kamu besok masuk Sekolah.” ucap Ibunya
“Iyaa Mah,, Aksa keluarnya bareng Alvaro, Andra sama Ansell juga.”
“Ingatt,, cepat balik.”
“Iyaa cintaku..” ucap Aksa sambil mencium kening Ibunya
__ADS_1
“Aksa keluar dulu ya Mah,,Pah..” lanjutnya sambil menyalami tangan kedua orangtuanya.
Setelah Aksa pergi,, Ayah dan Ibunya pergi menonton film diruang keluarga. Merasa cukup dan sudah merasa mengantuk, akhirnya orangtua Aksa pergi tidur. Tapi sebelum pergi ke kamar mereka, Ibu Aksa menitip Aksa kepada Bi Inem.
“Bii..” panggil Ibu Aksa kepada Bi Inem
“Iyaa Nyonya?.”
“Bi, tolong tungguin Aksa pulang ya.”
“Baik Nyonyaa.”
“Terima Kasih sebelumnya.” ucap Ibu Aksa sambil tersenyum kepada Bi Inem yang sudah dianggap seperti keluarga oleh mereka.
“Sama-sama Nyonyaa..”
Flash back off
Ketika membuka pintu, Bi Inem terkejut karena yang datang hanya Ansell. Awalnya ia berpikir yang datang adalah Aksa, namun nyatanya Ansell lah yang datang kerumah tersebut.
“Loh,, Den Ansell? Tuan muda nya mana Den? (tanya Bi Inem sambil melihat-lihat sekitar mencari keberadaan Aksa). tumben Den Ansell dateng kesini malam-malam, ada apa Den?.”
“Kak Aksa kecelakaan Bi, sekarang lagi di UGD.”
“Hah? Tuan Muda..?”
Bi Inem syok mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ansell. Bi Inem sangat menyayangi Aksa, karena ia juga merawat Aksa sedari kecil, sehingga baginya Aksa juga merupakan Anaknya.
“Bi, tenang Bi..Bibi duduk dulu. Tunggu sebentar ya Bi.” Ansell berlari ke dapur mengambil air untuk Bi Inem
“Ini Bi,, Bibi minum dulu.”
Ansell mencoba menenangkan Bi Inem sambil memberikan air minum dan mengelus-ngelus belakang Bi Inem.
“Udah tenang Bi?.”
“Iyaa Den,, Terima Kasih banyak Den Ansell.”
“Sama-sama Bi. Ansell tinggalin dulu ya, Ansell mau kasih tahu ke Paman Bibi dulu, kasihan Kak Aksa di Rumah Sakit tapi belum ada yang datang dari pihak keluarganya.”
“Iyaa Den Iyaa,, Ya Allah semoga Tuan Muda baik-baik saja ya Allah.”
Tokk,tokk,tokkk...
“Paman,, Bibii,,.” Panggil Ansell dari luar
Ansell berkali-kali mengetuk pintu kamar orangtua Aksa. Orangtua Aksa yang terganggu karena ada yang mengetuk-ngetuk pintu kamar mereka, mereka pun terbangun.
“Siapa yang ngetuk pintu Pah?.” tanya Ibu Aksa
“Gak tahu Mah.”
“Aksa mungkin,, dibuka dulu pintunya Pah.”
“Iyaa Mah.”
Ayah Aksa berjalan membukakan pintu kamar mereka untuk melihat siapa yang datang.
“Iyaa.. sia,,. Loh Ansell? ada apa? dimana Aksa?.” tanya Ayah Aksa sambil celengak-celenguk mencari keberadaan Aksa
“Ansell?.” tanya Ibu Aksa
“Iyaa Mah.”
Ketika tahu yang datang mengetuk pintu kamar mereka ternyata Ansell, Ibu Aksa pun bangun dan menghampiri mereka berdua.
“Ansell?,, kamu disini?,, mau cari Kakak kamu? Aksa nya gak ada sayangg,, Aksa bukannya pamit keluar nongkrong bareng kalian ya?.”
“Paman,, Bibi,, Kak Aksa kecelakaan.” ujar Ansell
Mendengar apa yang dikatakan Ansell barusan,, Seketika Ibu Aksa tak sanggup lagi berdiri, ia seperti merasakan tiba-tiba lumpuh pada kakinya. Ibu Aksa sedikit syok dan hampir terjatuh, namun secepat mungkin dirangkul oleh Ayah Aksa.
“Hah?..” ujar Ibu Aksa yang hampir saja terjatuh
“Mahh. Tenang Mah,, tenang.”
“Bibi,, tenang Bi..” ujar Ansell
__ADS_1
“Mah,,tenang Mah. Aksa pasti bakal baik-baik aja. Papa yakin anak kita orang yang kuat.” ucap Ayah Aksa sambil menenangkan Istrinya tersebut
“Iyaa Bi.. Bibi tenang aja, Kak Aksa pasti baik-baik aja kok. Ini Bibi minum dulu.” ujar Ansell sambil mengambilkan minum yang berada di dekat tempat tidur orangtua Aksa dan langsung memberikannya kepada Bibi nya tersebut.
Ibu Aksa segera meminum air yang diberikan Ansell kepadanya, merasa Ibu Aksa sedikit lebih baik dari sebelumnya, Ansell pun langsung menyuruh orangtua Aksa untuk bersiap-siap sesegera mungkin karena mengingat satupun dari keluarga Aksa belum ada yang datang ke Rumah Sakit.
“Bi.. Bibi udah baikkan sekarang?.” tanya Ansell
“Iyaa,, Bibi sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya.” jawab Ibu Aksa
“Kalau gitu Paman dan Bibi segera bersiap-siap saja untuk ke Rumah Sakit, lokasinya sudah Ansell kirim ke whats’app Bibi.”
“Iyaa Nak,, Ansell juga akan kesana?.” tanya Bibinya
“Iyaa Bi,, Ansell akan ke Rumah Sakit lebih dulu ya. Kasian disana Kak Aksa cuman sendirian di temenin teman Ansell, keluarga Kak Aksa belum ada satupun yang dateng kesana.”
“Baik Nak,, Paman dan Bibi akan segera menyusul.” ujar Pamannya
“Iyaa Paman. Ansell duluan ya.” pamit Ansell sambil menyalami tangan Paman dan Bibinya
Setelah berpamitan dengan orangtua Aksa, Ansell pun buru-buru pergi menuju ke Rumah Sakit.
“Bi, Ansell pergi dulu ya.” pamit Ansell kepada Bi Inem yang masih berada diruangan keluarga
“Iyaa Den. Hati-hati dijalan ya, jangan ngebut-ngebut Den.”jawab Bi Inem sembari memperingati Ansell
“Iyaa Bi..”
Ansell berlalu begitu saja, setelah melewati gerbang milik Aksa ia pun buru-buru menuju ke Rumah Sakit yang lokasinya sudah dikirim oleh Nadine.
***
Ketika Sherly sedang dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit untuk menemani Nadine, Azelle menelfon Sherly untuk menanyakan keberadaannya.
Drttt,,drttt,,drttt.. Handphone milik Sherly bergetar, ia melihat disana ada panggilan masuk dari Azelle.
“Hallo,, iyaa Zell?.”
“Lo dimana Sher? Lo udah tahu tentang Kak Aksa nggak?.”
“Iyaa gue udah tahu,, ini aja gue sementara dalam perjalanan ke Rumah Sakit.”
“Ohokeii,, gue juga baru otw nihh. Ketemuan disana aja ya kita.”
“Iyaa Zell, gue duluan ya. Kasihan Nadine cuma sendirian disana.”
“Iyaiyaa, gue gak papa kok. Santai aja, gue juga udah mau nyusul kalian nih.”
“Iyaa Zell,, hati-hati yaa.”
....
Tak berapa lama berbincang dengan Azelle ditelfon, Sherly pun sampai di Rumah Sakit dan segera mencari ruangan UGD dan menghampiri keberadaan Nadine.
“Nad,,Nadine.” panggil Sherly
“Sher?.”
“Gimana keadaan Kak Aksa Nad?.” tanya Sherly
“Masih diperiksa, doain aja semoga dia baik-baik aja.”
“Aamiin,,aamiin.. Ini keluarganya juga belum ada?.”
“Ansell katanya udah mau kesini.”
“Azelle juga masih dalam perjalanan, gue udah pamit duluan kesini mau nemenin lo. Soalnya lo bilang lo cuma sendirian di Rumah Sakit, ya udah gue buru-buru nyusul lo kesini.”
“Terima Kasih ya Sher, maaf ngerepotin kamu.”
“Udah gak papa, santai aja. Lagian Kak Aksa kakak kelas kita, terus dia juga sepupunya Ansell. Masa iya kita gak jengukkin keluarganya Ansell, apalagi Ansell deket kan sama Azelle.”
“Hehehe iyaa juga ya, sekali lagi Terima Kasih ya Sher.”
“Sama-sama Nad,, eh tapi orangtuanya udah pada tahu kan Kak Aksa kecelakaan?.”
“Gak tahu, tapi keknya udah. Mungkin udah dibilang sama Ansell.”
__ADS_1
“Ohh,,,syukurlah kalo gitu.”
***