Cahaya Sang Rembulan

Cahaya Sang Rembulan
Bagian 7 : Paman dan Bibiku emang paling yang terbaik!!


__ADS_3

Orangtua Aksa meninggalkan mereka berdua di ruangan bawah, dan Ansell menceritakan apa maksud dan tujuannya untuk mampir sebentar dirumah Aksa


“Aksaa.” panggil Ansell


“Hmm,, ada apa?.”


“Bantuin gue lah.”


“Bantu apaan?.”


“Bantuin gue jadian sama Azelle Ksa.”


“Hah? Lo gila apa? Masih dibawah umur woyy.”


“Bantuin gue lah.”


“Lo serius?.”


“Iyaa gue serius.”


“Ngadi-ngadi nih anak. Gue bilangin ama Tante baru tau rasa lo.”


“Ya janganlah. Sepupu apaan kekgini, saudara minta bantuan bukannya dibantu malah mau dilaporin.”


“Ya lo mikir aja bego, belum juga lulus SMP malah pengen ngajak date anak orang. Waras lu?.”


“Ya ngedatenya gak gimana-gimana Ksa, gue cuma pengen tahu Azelle punya perasaan sama kek gua, apa cuma gue doang yang punya perasaan ke dia. Kalo dia gak punya perasaan ke gue ya gak bakal gue kejar balik.”


“Hallahh gitu doang langsung nanya ke orangnya aja njjirrr. Gak usah pake ngedate segala, umur kalian masih dibawah.”


“Iyaa gue tau Ksa, tapi bantu gue plisss. Seenggaknya gue tau cinta gue dibalas apa cuma cinta bertepuk sebelah tangan.”


“Pada bahas apa kalian? Kok mama denger pada nyebutin cinta-cintaan.” ucap Ibu Aksa yang tiba-tiba mengagetkan mereka berdua


Kedatangan orangtua Aksa yang tiba-tiba menghampiri mereka berdua membuat mereka terkejut sekaligus takut akan dimarahi.


“Pada bahas apa sebelumnya?.” tanya Ibu Aksa


“Ini mah, pah...” sebelum Aksa melanjutkan percakpannya, tiba-tiba Ansell menutupi mulut Aksa dan langsung memotong pembicaraannya


“A..aa..anu Bi. Itu...” ucap Ansell dengan gugup karena tidak tahu harus mengatakan apa pada Paman dan Bibi nya tersebut


“Udah jujur aja, gue yakin mereka gak bakal marahin lo.” perkataan Aksa tersebut seketika membuat bingung orangtuanya


“Marah? siapa yang akan marah?.” tanya Ayah Aksa sambil bertatap-tatapan dengan Ibu Aksa


Ansell hanya bisa menatap ke arah sepupunya tersebut, sehingga Aksa yang membantunya untuk menceritakan segalanya.


“Jadi gini Mah, Pah. Tapi janji dulu kalian gak bakal marah ya..”


“Iyaa sayang,, memangnya ada apa? Kok sampe disuruh janji begitu.”


“Biasa mah, permasalahan anak remaja.”


“Udah pada puber yaaa.” ucap Ibu Aksa sambil bercanda


“Ansell doangg mah, bukan Aksa.”


“Ngasal lu!! padahal lo juga gitu.” celetuk Ansell

__ADS_1


“Hah?. Emang gue suka sama siapa?. Kan lo doang yang suka sama Azelle.”


“Lah, kelakuan lo juga udah mulai berubah semenjak ada Nadine kalii.”


“Azelle? Nadine?.” tanya Ayah Aksa


Seketika Aksa dan Ansell hanya terdiam, tanpa disengajai mereka menyebut nama dua gadis di depan orangtua Aksa.


“Hayooo,, siapa cewek yang barusan kalian sebut?.” tanya ibu Aksa sambil menggoda anak dan keponakannya tersebut


“Nggak Bi, itu cuma teman kita.”


“Affa iyyahh deck.” ucap Aksa sambil bercanda


“Jadi ini ada apa? Kalian baru saja menyebut nama dua cewek, dan Aksa? Kamu sebelumnya meminta mama dan papa untuk berjanji agar tidak marah nantinya. Memangnya apa yang sedang kalian sembunyikan dari kami.?” tanya ayah Aksa


“Benar, emangnya ada apa? Jujur saja, Mama dan Papa gak bakal marah kalo kalian jujur sama kita.”


“Iya kan Pah?.”


“Benar,, katakan saja semuanya.”


Setelah saling bertatapan satu sama lain, Akhirnya mereka menceritakan segalanya.


“Gini Mah Pah, Ansell minta bantuan Aksa buat jadian sama cewek yang dia suka di Sekolah. Dia pengen tahu apa Azelle juga suka balik sama dia apa cuma dia doang yang suka sama Azelle. Dia pengen tahu apa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan apa bukan. Dan Aksa bukannya gak mau bantuin mah pah, tapi umurnya masih dibawah sok-sok’an ngajak date anak orang. Makanya Aksa bilang tanya aja sama orangnya langsung ngapain pake ngedate segala.” jelas Aksa


“Ohhh jadi Ansell pengen tahu Azelle juga suka sama Ansell apa nggak ya?.”


“Hehehe,, iyaa Bi.” ucap Ansell sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


“Sebenarnya gak ada salahnya sayang. Itu hak kamu, kan kamu yang pengen tahu apa cinta kamu terbalaskan apa tidak. Bibi paham kok , kamu pasti ngajak ngedate sama Azelle biar ngasih kesan terindah untuk pertemuan kalian kan?.”


“Iyaa Bibi, tapi Ansell bingung mau cari tahunya bagaimana.”


“Nahkan,, gue bilang juga apa. Udah kecepetan banget mau pacaran sekarang, takutnya sekolah kamu bakal keganggu.”


“Iyaa bener apa yang dibilang Aksa barusan. Mau pacaran silahkan, tapi saran dari Bibi mending nunggu kalian sampai lulus SMP dulu. Bibi tahu kalau kalian udah sekolah SMA pasti rasa ingin pacaran itu udah menggebu-gebu. Makanya Bibi kasih toleransinya sampai lulus SMP aja”


“Hehehe Bibi bisa aja.” ucap Ansell tersipu malu


"Kami sudah pernah melewati fase ini, begitupun dengan ayah dan ibumu. Kami tahu umur seperti kalian sudah mulai sedikit paham tentang pubertas para remaja.” ucap ayah Aksa


“Benar,, kami tidak akan melarang kalian untuk pacaran, tapi tunggulah diwaktu yang tepat untuk memulai hubungan.”


“Ansell, kamu bisa mengatakan perasaanmu terhadap Azelle, dan kamu juga bisa menanyakan langsung perasaan Azelle terhadap kamu seperti apa. Jika dia menjawab bahwa dia juga mulai suka atau punya perasaan terhadap kamu, barulah kamu katakan jika benar-benar dia menyukaimu, tunggulah sampai diwaktu yang tepat untuk memulai hubungan kalian. Setidaknya paling lambat sampai kalian lulus Sekolah SMP. “ jelas Ayah Aksa


“Dan jika kamu memang hanya menyukainya, berjanjilah padanya untuk tidak menduakan perasaanmu terhadapnya. Kau tahu? Cinta itu terkadang munafik, kau mengatakan cinta terhadap oranglain, akan tetapi kau juga yang memberi ruang untuk wanita lain. Kau yang memulai rasa cinta, tapi kau juga yang melukai cinta itu.” tambah ibu Aksa


“Iyaa Bi, terima kasih atas saran dan nasehatnya Paman, Bibi. Ansell akan berusaha mengikuti saran dari Paman dan Bibi. Oh ya, jangan kasih tahu hal ini sama Ayah Bunda ya, Ansell takut kena amarah mereka, hehehe ”


“Malah lebih baik lo ceritain juga sama Om dan Tante, sekiranya lo tahu tentang pendapat orangtua lo, ya kan Mah Pah?.” celetuk Aksa


“Iyaa sayang, gak usah takut dimarahi. Mereka juga pernah melewati hal ini, pasti mereka akan memahami juga tentang kamu.”


“Kalau Ibumu memarahimu, Paman yang akan memarahinya kembali.”


“Hahahaha, Paman bisa aja.”


“Oh yaa, Aksa kamu lagi suka sama siapa Nak?.” tanya Ibu Aksa

__ADS_1


“Gak ada Mah, Aksa gak tertarik sama siapapun.”


“Yang bener?.” goda Ayahnya


“Affa iyyahh kakss?.” goda Ansell kembali


“Emang gak ada.”


“Hallahh boong lu. Bohong sama orangtua sendiri dosa tau. Iyaa gak Bi?.”


“Tuh kalian pada tahu sendiri.”


“Tapi emang bener Aksa gak tertarik sama siapa-siapa Mah, Pah.”


“Ansell.” Panggil Ayah Aksa seolah-olah meminta jawaban dari Ansell


“Ah iyaa Paman. Kalian tahu, semenjak kedatangan siswa baru hari ini, Aksa juga mengalami perubahan sikap tadi selama di Sekolah. Padahal gak biasanya gitu, Aksa yang dikenal cowok dingin, tiba-tiba es nya mencair pas ketemu sama cewek setengah bule.”


“Sotoyy banget lu Nsell.” celetuk Aksa


“Wahhh,, benarkah?.” tanya Ibu Aksa


“Iyaa Bibi.. Disaat gadis-gadis lain mencoba untuk menarik perhatian Aksa, tapi Aksa nya malah cuek banget. Tapi,, giliran Nadine wahh langsung berubah jadi power rangers Bi.”


“Hahahahahaha,, ada-ada saja kamu.”


“Nadine? Namanya seperti tidak familiar untukku. Ahh mungkin itu hanya perasaanku saja” batin Ayah Aksa


Melihat Ayahnya sedang memikirkan sesuatu, tiba-tiba Aksa menanyakan Ayahnya apa sedang baik-baik saja atau tidak


“Yah,, ada apa?.”tanya Aksa


“Ahh,, tidak, tidak apa-apa.”


“Benarkah.?”


“Iyaa Nak.”


“Hmm baiklah..”


Setelah mengobrol cukup lama, Ansell pun pamit pulang kerumahnya.


“Bibi,, Paman,, Ansell pamit pulang dulu yah..”


“Udah mau pulang? Makan bareng dulu sayangg..” tawar Ibu Aksa ke Ansell


“Terima Kasih sebelumnya Bibi,, tapi Ansell akan makan dirumah saja bareng Ayah Bunda. Ansell pulang dulu yah” ucap Ansell sembari menyalami dan berpelukan dengan Paman dan Bibinya


“Hmm, baiklah.. Hati-hati dijalan ya.”


“Jangan ngebut-ngebut Ansell.”


“Iyaa Paman, Bibi.”


“Ksa, gue balik dulu ya.”


“Iyaa,, hati-hati.”


“Dan jika kamu memang hanya menyukainya, berjanjilah padanya untuk tidak menduakan perasaanmu terhadapnya. Kau tahu? Cinta itu terkadang munafik, kau mengatakan cinta terhadap oranglain, akan tetapi kau juga yang memberi ruang untuk wanita lain. Kau yang memulai rasa cinta, tapi kau juga yang melukai cinta itu.”

__ADS_1


Cahaya Sang Rembulan


yourlovaaa💐💜


__ADS_2