
Selamat membaca maaf kalo masih banya typo, soalnya ini cerita aku yang pertama.
.
.
"hhmmppo" tolong lepaskan" saya ucap alina mencoba untuk melawan tpi apalah dayanya, rio jauh lebih kuat dari dirinya.
"diamlah" tegas gio seketika dan mampu membuat alina diam seketika. Gio tersenyum ketika menyadari tidak ada perlawanan lagi dari alina.
Perlahan Gio mulai memperdalam lumatanya. tanganya pun sudah tidak bisa di kondisikan, meraba-raba di area kacamata milik alina.
"aaahhh" desar alina tanpa sadar.
Gio yang mendengar desahan itu mulai bernafsu, perlahan ciumanya mulai turun ke lehet alina,dan menghirup dalam-dalam aroma yang selama ini selalu ia rinduka, aroma yang membuat kelelakianya lang on berdiri tegak. setelah puas menghirup aromanya kemudian Gio memberikan banyak tanda keungun di saja. perlahan tanganya melepas kemeja kerja yang di gunakan oleh alina dan memperlihatkan 2 buah semangka yang madih terbungkus.
Secepat kilat Gio menyingkirkan bagian pembukus yang menyembunyikan area paforitnya, kemudian dua benda nampak menyembul keluar seolah-olah menantang untuk di raba.
__ADS_1
Gio mulai menghisapnya dua benda tersebut dengan lembut, tangan yang satunya meremas bagian benda itu dengan semangat yang tinggi.
"aahhhh" desah alina yang mampu lagi-lagi membuat nafsu gio memuncak.
karena sudah tidah tahan lagi, gio membawa alina ke dalam kamar peristirahatan, di sana gio melanjutkan kembali aksinya yang sempat terjeda.
Dari dalam kamar mulai terdengar suara-suara desahan yang saling bersahutan antara dua sejoli.
ketika sudah mencapai puncaknya keduanya mengerang dengan panjang, akhirnya gio tumpang di samping alina dengan nafas yang masih memburu. perlahan gio mulai memeluk alina yang nampak terkapar lemas setelah di gempur habis-habisan.
Gio memeluk alina dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di celuk leher alina, menghirup dalam-dalam aroma lavender dari tubuh alina.
.
deegg..........
ketika dia membuka mata dia melihat sebuah tangan kokoh memeluknya dengan erat. pikiranya mulai menerawang.
__ADS_1
lagi-lagi kejadin yang sama terulang kembali. alina benar-benar merutuki kebodohanya yang tidak bisa menolak belaian dari gio.
alina mulai menangis tanpa suara, bahkan tubuhnya bergetar hebat.
Gio yang merasakan tubuh alina bergetar membuka matanya, dia melihat alina sepertinya sedang menangis, dia mulai bertanya-tanya apakah yang di lakukannya sudah mulai kelewatan?. dia hanya ingin alina menjadi miliknya, karena sejak kejadian di hotel gio selalu mencari alina, namun pencarianya tidak membuahkan hasil.
Gio memeluk alina dengan erat sambil berbisik,
"tenanglah aku akan mempertanggung jawabkan semuanya, jangan menangis" bisik gio. alina yang mendengarkan bisikan gio bertanya " mengapa kamu melakukan semua ini.? apa salahku." tanya alina dengan suara serak
"maafkan aku, aku...aku.. aku mencintaimu"lirih gio
"hah.. cinta apa yang kamu maksud" ucap alina dengan posisi duduk sambil memegang erat selimutnya.
"aku juga tidak tau. hanya saja aku merasa nyaman berada di dekatmu, menghirup aroma tubuhmu seakan-akan penyejuk untukku. dan apakah kamu tau akuu....aku.. aku selama ini selalu mencari dirimu, aku ingin mempertanggung jawabkan kelakuanku, ku mohon maafkan aku" ucap gio lirih dengan air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya, dia sendiri tidak tau ada apa dengan dirinya tapi dia benar-benar merasa takut kehilangan wanita yang ada di hadapanya saat ini.
setelah mendengarkan ucapan gio alina memandang lekat-lekat wajah gio untuk mencari kebohongan namun tidak ada.
__ADS_1
alina merasa tersentuh dengan ucapan gio yang benar-benar tulus dari hati.