
Alina dengan gontai memasuki kamar hotel nomor 113 tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya, sedangkang 2 lelaki tersebut memasuki kamar 115 dengan kebingungan. sekitar jam 7 alina keluar kamar terburu-buru menuju lif ketika alina di depan lif, alina tidak sengaja menabrak badan kekar seseorang yang kebetulan baru keluar dari dalam lif.
Bruuukkk......
" aoooo,,, sial bangen aku hari ini udah dua kali nabrak, lama-lama ini jidat benjol lagi" guman alina tapi masih bisa di dengar.
lelaki yang di tabrak bernama Gio, ketika mendengarkan guman alina ia tersenyum tipis hampir tak terlihat.
"menarik" batinya
"eheemmm" deheman gio terdengar, seketika alina mendongakan kepalanya dan dia hanya bisa diam mematung
"gilaa udah 2 kali ketemu ini cwok, tapi aku slalu aja dabrak dadanya" batin alina
"ma..maaf pak, saya tidak sengaja" cicit alina
__ADS_1
terdengar suara helaan nafas dari gio dan dia berjalan melewati alina tanpa sepatah katapun. tanpa berpikir panjang alina memasuki lif, tit lif yang di naiki alita terbuka ketika sampai di lantai satu, alina bergegas menaiki taksi online yang ia pesan. ketika perjalanan menuju rumah clara alina memutuskan berhenti di sebuah butik untuk membeli gaun pesta yang akan ia kenakan besok di acara pertunangan clara & wira. setelah 30 menit memutari butik alina menjatuhkan pilihanya, gaun yang di pilih nampak sederhana namun elegan. setelah membeli gaun alina melanjutkan perjalananya ke rumah clara.
di rumah clara.
" sumpaah aku degdegan" ucap clara dengan expresi sulit di artikan sedangkan alina hanya menatap malas ke arah clara, clara yang di tatap seperti itu keheranan karena tidak biasa alina bersikap seperti itu.
" kamu kenapa kok mukanya kek gtu sih?" tanya clara
" heemm,,, aku tadi mau ngajak aldo buat nemenin aku ke acara pertunangan kamu tapi katanya dia gak bisa" jawa alina lesu, alina dan aldo merupakan teman dekat sewaktu berkuliah dulunya, mereka sudah menjalani hubungan LDR sekitar 2 tahun, bisa di katakan hubungan mereka awet walaupun jarang bertemu, namun 5 bulan belakangan ini aldo sedikit berbeda, dia jarang memberi kabar dengan alasa sibuk bekerja, sebenarnya alina mulai berpikiran negatif tengtang sikap aldo belakangan ini namun segera ia tepis jauh-jauh, karna ia percaya aldo tidak mungkin menghianatinya.
keesokan harinya tepat pukul 07.00 di salah satu hotel berbintang, alina berdiri menyaksikan sahabatnya sudah saling menyematkan cincing di jari manis kekasihnya, nampak senyum mengembang di bibir clara.
setelah acar penukaran cincin, para tamu di persilahkan untuk menikmati pesta, banya orang yg datang ke acara ini semata-mata untuk kepentingan bisnisnya, karena rata-rata tamu yang hadir berasal dari kalangan atas.
ketika alina berjalan sedikit menjauh dari pesta ia sambil memperhatikan keadaan sekitarnya matanya menangkap sosok yang tidak asing baginya, sosok lelaki yang sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita di ujung tembok yang minim pencahayaan.
__ADS_1
alina melihat sosok itu sedang melum*at bibir wanita itu dengan penuh nafsu, tanganya menjalar ke dada wanita itu dengan perlahan dia meremas dada wanita itu tangan yang satunya pun tidak tinggal diam, tangan yang satunya segera menyusup di balik rok ketat yang di gunakan wanita itu, sedangkan wanita dia hanya diam sambil mendesah menikmati setiap sentuhan yang di berikan.
"aldo" gumanya sambil memastika dan berjalan ke arah sosok yang ia yakini sebagai aldo kekasihnya.
ketika jarak tinggal 1 meter lagi dia menghentikan langkahnya dengan suara yang terasa tercekat dan air mata yang menetes di pipi mulusnya tanpa permisi.
"aldo" ucapnya setengah meninggikan nada suaranya. sosok lelaki itu yang merasa ada yang memanggil namanya segera menghentikan aktifitanya dan berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang sudah mengganggunya dan memanggil namanya dengan nada yang sperti itu. lelaki itupun membalik tubuhnya.
deeg......
.
.
jangan lupa vote yah, biar semangat Up nya😚
__ADS_1